Problem komplementaritas adalah suatu problem di bidang optimisasi matematis. Termasuk dalam problem ini adalah masalah minimisasi dan maksimalisasi suatu fungsi yang terdiri atas dua variabel vektor, dengan syarat bahwa internal produk dari kedua variabel tersebut adalah nol, atau dalam bahasa matematisnya, <XY> = 0.[1]

Misalnya, jika dalam suatu ruang vektor riil berdimensi terbatas terdapat dua vektor X dan Y yang memiliki komponen-komponen non-negatif (xi ≥ 0 dan yi ≥ 0 untuk semua : komponen-kompenen tersebut terletak di kuadran pertama untuk ruangan 2-dimensi, atau di oktan pertama untuk ruangan 3-dimensi), maka, untuk setiap pasangan komponen xi dan yi, salah satu komponennya harus bernilai nol. Itulah sebabnya problem ini disebut komplementaritas. Contoh matematisnya X = (1, 0) dan Y = (0, 2) adalah komplementer, tetapi X = (1, 1) dan Y = (2, 0) bukan komplementer. Problem komplementaritas adalah suatu kasus khusus dari problem inequalitas variasional.

Asal Usul

sunting

Problem komplementaritas pada awalnya dipelajari karena Kondisi-kondisi Karush-Kuhn-Tucker (di bidang pemrograman linier dan pemrograman kuadratik) memunculkan Problem Komplementaritas Linier (LCP) dan Problem Komplementaritas Campuran (MCP). Pada tahun 1963 Lemke dan Howson membuktikan bahwa penghitungan Keseimbangan Nash untuk game 2 pelaku adalah identik dengan problem LCP. Pada tahun 1968 Cottle dan Dantzig menyatukan masalah pemrograman linier, kuadratik dan bimatriks game. Sejak saat itulah penelitian di bidang komplementaritas dan inequalitas variasional berkembang dengan pesat.

Referensi

sunting
  1. ^ Billups, Stephen; Murty, Katta (1999). "Complementarity Problems". http://www-personal.umich.edu/~murty/LCPart.ps

Referensi Lanjut

sunting

Bibliografi

sunting

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pertanggungjawaban

as Usual (Wadsworth Publishing Co., 199 Hunt, G. ‘The Principle of Complementarity: Freedom of Information, Public Accountability & Whistleblowing’, chap

Kuark

M. Picariello, J. Pulido, E. Torrente-Lujan (2007). "Quark–lepton complementarity, neutrino and standard model data predict θPMNS13 = 9°+1° −2°". European

Ikatan hidrogen

Huub; Spek, Anthony L.; Sijbesma, Rint P.; Meijer, E. W. (1998). "Self-Complementarity Achieved through Quadruple Hydrogen Bonding". Angewandte Chemie International

Niels Bohr

ISBN 978-0-444-53286-2. OCLC 272382249. —— (2008). Favrholdt, David (ed.). Volume 10: Complementarity Beyond Physics (1928–1962). Niels Bohr Collected Works. Amsterdam:

Lubang hitam

Chowdhury, Borun D.; Puhm, Andrea (2013). "Unitarity and Fuzzball Complementarity: "Alice Fuzzes but May Not Even Know It!"". Journal of High Energy

Terorisme misoginis

Fionnuala; Cahn, Naomi; Haynes, Dina Francesca; Valji, Nahla (ed.). Complementarity and Convergence? Women, Peace and Security and Counterterrorism. Oxford

Dekoherensi kuantum

Englert, Marlan O. Scully & Herbert Walther, Quantum Optical Tests of Complementarity, Nature, Vol 351, hal. 111–116 (9 Mei 1991) dan The Duality in Matter

Oskar R. Lange

Analysis", QJE 1939. "Is the American Economy Contracting?", AER 1940. "Complementarity and Interrelations of Shifts in Demand", RES 1942. "Theoretical Derivation