📑 Table of Contents

Cognomen (pengucapan Latin: [kɔŋˈn̪oː.mɛn̪]),[1][2] atau cognomina (bentuk jamak), adalah nama ketiga untuk penduduk Romawi Kuno, di bawah konvensi penamaan Romawi. Cognomen bermula sebagai julukan, tetapi kehilangan tujuan tersebut ketika fungsinya menjadi lebih ke sifat turun temurun (sehingga lebih seperti nama keluarga).

Kini, kita sering kali menyebut tokoh-tokoh penting Romawi melalui cognomennya saja. Contohnya, Cicero dari Marcus Tullius Cicero, Caesar dari Julius Caesar, atau Yustinianus I dari Flavius Petrus Sabbatius Yustinianus.

Lihat pula

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ "COGNOMEN, Glossarium mediae et infimae latinitatis, Du Cange et al". ducange.enc.sorbonne.fr. Diakses tanggal 2021-09-01.
  2. ^ "Charlton T. Lewis, An Elementary Latin Dictionary, cōgnōmen". www.perseus.tufts.edu. Diakses tanggal 2021-09-01.

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Konvensi penamaan orang Romawi

atau gentilicium) dan cognomen (nama dalam garis keluarga gens). Kadang kala selain ketiga nama tersebut masih ada pula cognomen kedua atau ketiga, yang

Kaisar

yang dalam bahasa Latin disebut caesar. Caesar sendiri awalnya adalah cognomen Julius Caesar, Diktator Romawi. Cucu saudarinya sekaligus anak angkatnya

Yustinianus I

Illyro-Romawi. Nama ayahnya adalah Sabbatius, sedangkan ibunya bernama Vigilantia. Cognomen Iustinianus yang didapatnya menunjukkan bahwa ia diadopsi oleh pamannya

Augustus

Octaviuscode: la is deprecated : (Latin: [ˈɡaːiʊs ɔkˈtaːwiʊs]). Menurut Suetonius, cognomen Thurinuscode: la is deprecated (Latin: [tʰuːˈriːnʊs], 'dari Thurii') ditambahkan

Ignatius dari Loyola

used as a nomen (gentilitial name) and not as a praenomen (first name) or cognomen (surname), except in very rare cases. (...) The most important conclusion

Plinius Tua

Plinius. Ia tidak mengambil cognomen ayahnya, Celer, tetapi menetapkan sendiri, Secundus. Karena anak angkatnya mengambil cognomen yang sama, Plinius telah

Vitruvius

kemungkinan bahwa cognomen itu berasal dari penyebutan oleh Cetius, arti Vitruvius, Polio, dan lain – lain lebih membingungkan cognomen, sebuah prasasti

Filadelfia

kota ini. Di bawah pemerintahan kaisar Vespasian, Filadelfia menerima cognomen-nya, Flavia. Di bawah Caracalla, Filadelfia menjadi tempat berdirinya satu