📑 Table of Contents
Bagian interior batu pasir merah di Arizona, AS.

Batu pasir (ditulis pula batupasir dalam bentuk tidak baku, bahasa Inggris: sandstone) adalah Batuan Sedimen yang terdiri dari mineral berukuran pasir atau butir-butir batuan yang dapat berasal dari pecahan batuan-batuan lainnya. Sebagian besar batu pasir terbentuk oleh kuarsa atau feldspar karena mineral-mineral tersebut paling banyak terdapat di kulit bumi. Seperti halnya pasir, batu pasir dapat memiliki berbagai jenis warna, dengan warna umum adalah coklat muda, coklat, kuning, merah, abu-abu dan putih. Karena lapisan batu pasir sering kali membentuk karang atau bentukan topografis tinggi lainnya, warna tertentu batu pasir dapat dapat diidentikkan dengan daerah tertentu. Sebagai contoh, sebagian besar wilayah di bagian barat Amerika Serikat dikenal dengan batu pasir warna merahnya.

batu pasir tahan terhadap cuaca tetapi mudah untuk dibentuk. Hal ini membuat jenis batuan ini merupakan bahan umum untuk bangunan dan jalan. Karena kekerasan dan kesamaan ukuran butirannya, batu pasir menjadi bahan yang sangat baik untuk dibuat menjadi batu asah (grindstone) yang digunakan untuk menajamkan pisau dan berbagai kegunaan lainnya. Bentukan batuan yang terutama tersusun dari batu pasir biasanya mengizinkan perkolasi air dan memiliki pori untuk menyimpan air dalam jumlah besar sehingga menjadikannya sebagai akuifer yang baik.

Asal batu pasir

sunting

batu pasir asalnya adalah klastik ( lawan dari organik, seperti kapur dan batu bara; atau kimia, seperti gipsum dan jasper).[1] batu pasir terbentuk dari butiran yang tersemen yang kemudian disebut fragmen dari batuan asal atau fragmen dari kristal-kristal mineral. Semen yang mengikat butir-butir bersama biasanya merupakan kalsit, lempung, dan silika. Ukuran butir batu pasir (di geologi) adalah berkisar dari 0,0625 mm hingga 2 mm (0,002-0,79 inci). Lempung dan sedimen dengan ukuran butir lebih kecil dan tak terlihat oleh mata telanjang (seperti batulanau dan shale), biasanya disebut sedimen argillaceous; sedang batuan dengan ukuran butir lebih besar ( breksi dan konglomerat) disebut sedimen rudaceous.

Pembentukan batu pasir terjadi dua tahap. Pertama, sebuah perlapisan atau kumpulan perlapisan terakumulasi sebagai akibat dari sedimentasi, baik oleh air (di aliran, danau, atau laut) atau oleh udara ( di padang pasir). Biasanya, sedimentasi terjadi ketika pasir terlepas dari suspensi di mana pasir tersebut menggelinding atau terseret di sepanjang dasar aliran atau di bagian bawah tubuh air (juga di padang pasir). Akhirnya, ketika telah berakumulasi, pasir berubah menjadi batu pasir ketika dikompaksi oleh tekanan dan endapan diatasnya serta disementasi oleh presipitasi mineral-mineral di dalam pori-pori antar butiran.

Galeri

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ " A Basic Sedimentary Rock "A Basic Sedimentary Rock Classification", L.S. Fichter, Department of Geology/Environmental Science, James Madison University (JMU), Harrisonburg, Virginia, October 2000, JMU-sed-classif (accessed: March 2009): separates clastic, chemical & biochemical (organic).

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Maiasaura

(2001). Bones and rocks of the Upper Cretaceous Two Medicine-Judith River clastic wedge complex, Montana. In Field trip guidebook, Society of Vertebrate

Peristiwa kepunahan Kapur–Paleogen

4202/app.01117.2023. Pospichal, J. J. (1996). "Calcareous nannofossils and clastic sediments at the Cretaceous–Tertiary boundary, northeastern Mexico". Geology

Lava koheren

(1993), hyaloclastite (hialoklastit ?) berarti mempunyai pengertian: Clastic aggregates formed by non-explosive fracturing and disintegration of quenched

Dataran bertingkat

Piotr; Duszyński, Filip (2022-11-01). "Landscapes and landforms in coarse clastic sedimentary tablelands – Is there a unifying theme?". CATENA. 218: 106545

Paleosol

Blackwell Science. ISBN 0-632-05376-3. Kraus, M.J. (1999). "Paleosols in clastic sedimentary rocks: Their geologic applications". Earth-Science Reviews

Laura J. Crossey

Secondary Porosity". Dalam McDonald, David A.; Surdam, Ronald C. (ed.). Clastic Diagenesis. AAPG Memoir. Vol. 37. Tulsa, Oklahoma: American Association

Rockwall, Texas

Counties. Diakses tanggal 2011-06-07. Monroe, J.N., 1950, Origin of the clastic dikes in the Rockwall area, Texas. Field and Laboratory. v. 18, no. 4,