Ciasem
Ciasem di Kabupaten Subang
Ciasem
Ciasem
Peta lokasi Kecamatan Ciasem
Koordinat: 6°19′17″S 107°41′31″E / 6.321341°S 107.692080°E / -6.321341; 107.692080
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenSubang
Pemerintahan
 • Camat-
Populasi
 • Total119,762 jiwa
Kode pos
41256
Kode Kemendagri32.13.09 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3213180 Suntingan nilai di Wikidata
Luas117,19 km²
Kepadatan922 jiwa/km²
Desa/kelurahan9 desa
Peta
PetaKoordinat: 6°19′8″S 107°40′19″E / 6.31889°S 107.67194°E / -6.31889; 107.67194
Pabrik tapioka dan sisal Sukamandi milik Pamanoekan- en Tjiasemlanden (1930)

Ciasem merupakan kecamatan di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Kecamatan ini terletak di sebelah utara dari Kota Subang. Kecamatan Ciasem berada di antara Cikampek dan Pamanukan. Daerah ini dilintasi jalur Pantura yang cukup ramai kendaraan terutama pada musim liburan atau saat arus mudik dan balik Lebaran, di jalur ini pula terdapat dua pasar tradisional yakni Pasar Sukamandi dan Pasar Ciasem.[1] Pada masa kolonial Belanda, Ciasem merupakan daerah perkebunan yang dikelola salah satunya oleh perusahaan perkebunan swasta Hindia Belanda bernama Pamanoekan en Tjiasemlanden.

Sejarah

sunting

Masa penjajahan Belanda

sunting

Pasca runtuhnya kerajaan pajajaran, wilayah Subang seperti halnya wilayah lain di Pulau Jawa, menjadi rebutan berbagai kekuatan. Tercatat Kesultanan Banten, Mataram, Sumedang larang, VOC, Inggris dan Kerajaan Belanda berupaya menanamkan pengaruh di daerah yang cocok untuk di jadikan kawasan perkebunan serta strategis untuk menjangkau Batavia. Pada saat konflik Mataram-VOC, wilayah kabupaten subang, terutama bagian Utara, dijadikan jalur logistik bagi pasukan Sultan Agung yang akan menyerang Batavia. Sebelumnya sekitar tahun 1624 Sultan Agung mengutus Surenggono (Aria Wirasaba) dari Mojo Agung Jawa Timur untuk berangkat ke Karawang dengan membawa 1000 prajurit dari mataram melalui Banyumas untuk tujuan membebaskan Karawang dari pengaruh Banten. Dari Banyumas perjalanan dilanjutkan melalui jalur utara, jalur yang mereka lewati adalah Tegal, Brebes, Cirebon, Indramayu, Ciasem, dan Karawang. Di Ciasem ditinggalkan sekitar 400 prajurit, Saat itulah terjadi percampuran budaya antara Jawa dengan Sunda,karena banyak tentara Sultan Agung yang urung kembali ke Mataram dan Menikah dengan wanita setempat. Untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka kemudian banyak membuka lahan sawah . pada tahun 1771, saat berada di bawah kerajaan Sumedanglarang, di subang tepatnya di pagaden, Pamanukan, dan Ciasem tercatat seorang bupati yang memerintah secara turun temurun. Saat pemerintahan Sir Thomas Stamford Raffles (1811-1816) konsensi penguasaan lahan wilayah subang diberikan kepada swasta Eropa. Tahun 1812 tercatat sebagai awal kepemilikan lahan oleh tuan-tuan tanah yang selanjutnya membentuk perusahaan perkebunan Pamanoekan en Tjiasemlanden (P & T Lands). Penguasaan lahan yang luas ini bertahan sekalipun kekuasaan sudah beralih ke tangan pemerintah Kerajaan Belanda . Lahan yang dikuasai itu mencapai 212.900 Ha, dengan hak eigendom. Untuk melaksanakan pemerintahan di daerah ini, pemerintah belanda membentuk Distrik - distrik (serupa kecamatan) yang membawahi onder distrik.

Masa Nasionalisme

sunting

Tidak banyak catatan sejarah pergerakan pada awal abad ke-20 di kabupaten Subang. Namun, setelah kongres Sarekat Islam di bandung pada tahun 1916 di subang berdiri cabang organisasi Sarekat Islam di Desa Pringkasap (Pabuaran) dan di sukamandi (Ciasem).

Catatan lain menyebutkan bahwa pada tahun 1816, tercatat bahwa penduduk Ciasem dan Pamanukan mengadakan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda di bawah pimpinan seorang remaja bernama Bagus Jabin.[2][3]

Geografi

sunting

Berada di dataran rendah, pertanian pada ketinggian 10 meter di atas permukaan laut. Dengan temperatur suhu 24-34° Celcius .

Batas wilayah

sunting
Utara Kecamatan Blanakan
Selatan Kecamatan Cikaum
Timur Kecamatan Sukasari
Barat Kecamatan Patokbeusi

Pemerintahan

sunting

Desa/kelurahan

sunting

Secara administrasif wilayah Ciasem terbagi menjadi sembilan desa yang antara lain:

  1. Sukamandijaya
  2. Pinangsari
  3. Dukuh
  4. Ciasem Girang
  5. Ciasem Tengah
  6. Ciasembaru
  7. Ciasem Hilir
  8. Jatibaru
  9. Sukahaji

Referensi

sunting
  1. ^ Badan Pusat Statistik Kabupaten Subang. "Kecamatan Ciasem Dalam Angka 2025". subangkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2026-01-03.
  2. ^ Ekadjati, Edi S.; Amidjaja, Rosad; Suryadi, Didi; Sutarna, Ena (1990-11-01). Kuyoto, Sutrisno; Soejanto, Soejanto (ed.). Sejarah perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme di daerah Jawa Barat. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ Bochari, M. Sanggupri; Kuswiah, Wiwi (2001-09). Ohorella, G. A. (ed.). Sejarah kerajaan tradisional Cirebon. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Pranala luar

sunting

Situs web resmi


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sukamandijaya, Ciasem, Subang

adalah desa di Kecamatan Ciasem, Subang, Jawa Barat. Desa Sukamandijaya merupakan desa dengan wilayah terluas di Kecamatan Ciasem. Sehingga hampir semua

Ciasembaru, Ciasem, Subang

Ciasembaru adalah desa di kecamatan Ciasem, Subang, Jawa Barat, Indonesia . Wilayah Ciasembaru terdiri atas 7 RW, 24 RT. Mata pencaharian mayoritas penduduknya

Daftar tempat di Indonesia yang berawalan Ci-

Purwakarta Ciasem, Subang Ciasem Baru, Ciasem, Subang Ciasem Girang, Ciasem, Subang Ciasem Hilir, Ciasem, Subang Ciasem Tengah, Ciasem, Subang Ciater

Ciasem Girang, Ciasem, Subang

Ciasem Girang adalah desa di kecamatan Ciasem, Subang, Jawa Barat, Indonesia. Wilayah Ciasem Girang meliputi 10 Dusun yang antara lain: Karanganyar, Margamulya

Sukahaji, Ciasem, Subang

adalah desa di kecamatan Ciasem, Subang, Jawa Barat, Indonesia . Hampir serupa dengan beberapa desa lain di kecamatan Ciasem wilayah Sukahaji di kelilingi

Jatibaru, Ciasem, Subang

Jatibaru adalah desa di kecamatan Ciasem, Subang, Jawa Barat, Indonesia. Wilayah Jatibaru meliputi 9 Dusun: Bojongloa, Bakan Junti, Jatiroke, Kalihurip

Gunung Tangkuban Parahu

Bandung Purba disebutkan, lembah yang berpotensi dilanda lahar meliputi Ciasem, Cimuji, Cikole, Cibogo, Cikapundung, Cihideung, Cibeureum dan Cimahi. 1829:

Ciasem Hilir, Ciasem, Subang

Ciasem Hilir adalah desa di kecamatan Ciasem, Subang, Jawa Barat, Indonesia. Wilayah Ciasem Hilir meliputi 7 Dusun antara lain : Krajan, Plabuan, Bangsal