Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Maret 2025) |
| Angelika Amon | |
|---|---|
Amon pada Oktober 2017 | |
| Lahir | January 10, 1967 Vienna, Austria |
| Meninggal | Oktober 29, 2020 (usia 53) |
| Kewarganegaraan | Austria & Amerika Serikat |
| Almamater |
|
| Dikenal atas | Duplikasi kromosom dan pembelahan sel |
| Karier ilmiah | |
| Institusi | |
| Pembimbing doktoral | Kim Nasmyth |
Angelika Amon (10 Januari 1967 – 29 Oktober 2020) adalah seorang ahli biologi molekuler dan sel asal Austria-Amerika. Ia dikenal sebagai Kathleen and Curtis Marble Professor in Cancer Research di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Cambridge, Amerika Serikat. Penelitiannya berfokus pada bagaimana kromosom diregulasi, diduplikasi, dan dipisahkan selama siklus sel. Kontribusinya di dunia sains diakui dengan pemilihannya sebagai anggota American Academy of Arts and Sciences pada tahun 2017.
Awal Kehidupan dan Pendidikan
suntingAngelika Amon lahir dan dibesarkan di Wina, Austria.[1] Sejak kecil, ia menunjukkan minat yang besar terhadap biologi tumbuhan dan hewan. Ia gemar mengumpulkan kliping koran tentang sains dan mulai tertarik mendalami biologi setelah mempelajari genetika Mendel serta melihat foto mikroskopis pembelahan sel pada tanaman.[2]
Amon meraih gelar sarjana biologi dari Universitas Wina, kemudian melanjutkan studi doktoralnya di sana sejak 1989 di bawah bimbingan Kim Nasmyth di Research Institute of Molecular Pathology (IMP). Ia memperoleh gelar Ph.D. pada tahun 1993 dan setahun kemudian pindah ke Amerika Serikat untuk bergabung dengan Whitehead Institute, Cambridge, sebagai peneliti postdoktoral.[3] Pada tahun 1996, ia diangkat menjadi Whitehead Fellow, yang memungkinkannya mendirikan laboratorium sendiri.[4]
Karier dan Kontribusi
suntingPada tahun 1999, Amon mendapatkan posisi sebagai dosen di Koch Institute for Integrative Cancer Research di MIT. Tahun yang sama, ia menerima Presidential Early Career Award dan diangkat sebagai Howard S. and Linda B. Stern Career Development Assistant Professor.[5]
Amon menjadi investigator di Howard Hughes Medical Institute pada tahun 2000 dan memperoleh posisi profesor penuh di MIT pada 2007 setelah lebih dahulu mendapatkan status tenure sebagai asisten profesor. Ia juga pernah menjadi anggota dewan editorial jurnal Current Biology dan menjadi bagian dari Scientific Advisory Board di Research Institute of Molecular Pathology dari 2009 hingga 2019.[6]
Pada tahun 2019, ia menerima Vilcek Prize, yang diberikan kepada ilmuwan asing di Amerika Serikat atas kontribusi luar biasa mereka dalam bidangnya.[7]
Penelitian
suntingAngelika Amon adalah seorang peneliti yang mendalami bagaimana sel mengontrol dan mengorganisasi pemisahan kromosom selama pembelahan sel. Fokus utama penelitiannya mencakup regulasi proses keluar dari mitosis, pengaturan siklus sel meiosis, serta dampak aneuploidi terhadap fisiologi normal dan perkembangan tumor.[8]
Saat menjadi mahasiswa di bawah bimbingan Kim Nasmyth, Amon membuat penemuan penting tentang biosintesis dan degradasi siklin dalam siklus sel. Ia membuktikan bahwa protein kinase CDC28 tidak diperlukan dalam transisi dari metafase ke anafase serta menunjukkan bahwa proteolisis CLB2 terus berlangsung hingga CDC28 diaktifkan kembali pada akhir fase G1.
Sebagai peneliti pascadoktoral di Whitehead Institute pada 1990-an, Amon sempat beralih dari model penelitian ragi ke lalat buah di laboratorium Ruth Lehmann. Namun, ia merasa bahwa lalat buah kurang menarik dibandingkan ragi. "Sekali Anda bekerja dengan ragi, Anda akan dimanjakan," ujarnya.
Laboratorium Amon berfokus pada pemahaman regulasi siklus sel menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae sebagai model. Penelitiannya ini mendapatkan penghargaan Early Career Award (PECAS) dari National Institutes of Health (NIH) pada tahun 1998, sebuah penghargaan bergengsi bagi ilmuwan muda di tahap awal karier independennya. Saat menjadi Whitehead Fellow, timnya menemukan bahwa CDC20 berperan penting dalam pembelahan sel. Mereka juga mengidentifikasi interaksi antara fosfatase dan CDC14 yang memicu keluarnya sel dari mitosis ke fase G1 serta membuktikan bahwa CDC20 adalah target utama dalam mekanisme checkpoint gelendong selama mitosis.
Penelitian terbaru Amon berfokus pada regulasi segregasi kromosom dan bagaimana kromosom diwariskan secara akurat ke gamet dalam proses meiosis. Ia mengidentifikasi dua jaringan regulasi, FEAR dan MEN, yang berperan dalam pelepasan CDC14, yang berpotensi membantu memahami mekanisme akhir siklus sel mitosis.
Kelompok risetnya juga menciptakan sel ragi haploid dengan salinan kromosom ekstra dan menemukan bahwa aneuploidi dapat menyebabkan fenotipe tertentu, seperti gangguan dalam siklus sel, peningkatan kebutuhan energi, serta gangguan dalam biosintesis protein. Amon juga meneliti trisomi pada tikus sebagai model pertumbuhan sel mamalia dan menunjukkan bahwa aneuploidi pada mamalia menimbulkan respons stres yang mirip dengan aneuploidi pada ragi.
Temuannya mengenai aneuploidi memiliki implikasi penting dalam penelitian kanker. Ia menemukan bahwa aneuploidi dapat mengganggu mekanisme perbaikan DNA dalam sel, sehingga memungkinkan akumulasi mutasi dalam sel tumor. Temuan ini membuka peluang bagi pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana ketidakseimbangan kromosom berkontribusi terhadap perkembangan kanker.
Penghargaan dan Penghormatan
suntingSelama kariernya, Amon menerima berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya:
- Presidential Early Career Award for Scientists and Engineers (1998)
- Alan T. Waterman Award (2003)
- Paul Marks Prize for Cancer Research (2007)
- NAS Award in Molecular Biology (2008)
- Ernst Jung Prize (2013)
- Breakthrough Prize in Life Sciences (2019)
- Vilcek Prize (2019)
- HFSP Nakasone Award (2020)
Kehidupan Pribadi dan Wafat
suntingAngelika Amon menikah dengan Johannes Weis, dan mereka memiliki dua anak perempuan, Theresa dan Clara. Pada tahun 2018, ia didiagnosis menderita kanker ovarium dan berjuang melawan penyakit ini selama dua setengah tahun sebelum akhirnya meninggal pada 29 Oktober 2020 di usia 53 tahun.
Daftar pustaka
suntingReferensi
sunting- ^ Vilcek, Jan; Nair, Prashant (2019-04-09). "Profile of Angelika Amon, winner of the 2019 Vilcek Prize in Biomedical Science". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 116 (15): 7157–7159. doi:10.1073/pnas.1903221116. ISSN 1091-6490. PMC 6462095. PMID 30886095.
- ^ Vilcek, Jan; Nair, Prashant (2019-04-01). "Profile of Angelika Amon, winner of the 2019 Vilcek Prize in Biomedical Science". Proceedings of the National Academy of Science. 116: 7157–7159. doi:10.1073/pnas.1903221116. ISSN 0027-8424.
- ^ Vilcek, Jan; Nair, Prashant (2019-04-09). "Profile of Angelika Amon, winner of the 2019 Vilcek Prize in Biomedical Science". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 116 (15): 7157–7159. doi:10.1073/pnas.1903221116. ISSN 1091-6490. PMC 6462095. PMID 30886095.
- ^ "derStandard.at". www.derstandard.at. Diakses tanggal 2025-03-21.
- ^ Vilcek, Jan; Nair, Prashant (2019-04-01). "Profile of Angelika Amon, winner of the 2019 Vilcek Prize in Biomedical Science". Proceedings of the National Academy of Science. 116: 7157–7159. doi:10.1073/pnas.1903221116. ISSN 0027-8424.
- ^ Pathology, Research Institute of Molecular. "Scientific Advisory Board | Research Institute of Molecular Pathology (IMP)". The Research Institute of Molecular Pathology (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-21.
- ^ "Eleven from MIT elected to American Academy of Arts and Sciences for 2017". MIT News | Massachusetts Institute of Technology (dalam bahasa Inggris). 2017-04-12. Diakses tanggal 2025-03-21.
- ^ Vilcek, Jan; Nair, Prashant (2019-04-09). "Profile of Angelika Amon, winner of the 2019 Vilcek Prize in Biomedical Science". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 116 (15): 7157–7159. doi:10.1073/pnas.1903221116. ISSN 1091-6490. PMC 6462095. PMID 30886095.

