Infotaula de menjarEs krim
Rincian
Jenisfrozen dessert (en) Terjemahkan, dessert with spoon (en) Terjemahkan dan soft cow dairy product (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Bahan utamaPerisa, gula, krim dan susu Suntingan nilai di Wikidata

Es krim merupakan sebuah makanan beku yang dibuat dari produk susu seperti krim, lalu dicampur dengan perasa dan pemanis buatan ataupun alami.[1] Es krim didinginkan dengan diaduk sambil mengurangi suhunya untuk mencegah pembentukan es batu. Suhu dikurangi dengan meletakkan campuran es krim ke sebuah wadah yang dimasukkan ke dalam campuran es batu dan garam dapur. Garam membuat air cair dapat berada di bawah titik beku air murni, membuat wadah tersebut mendapat sentuhan merata dengan air dan es tersebut.[butuh rujukan]

Es krim

Meskipun istilah es krim sering digunakan untuk merujuk ke hidangan penutup beku, tetapi sebenarnya digunakan untuk merujuk ke hidangan penutup beku yang terdiri dari lemak susu. Banyak negara, termasuk Amerika Serikat, membatasi penggunaan istilah tersebut berdasarkan kuantitas dari bahan dasar makanan tersebut. Komposisinya terdiri dari susu beku di Tiongkok pada 4500 SM.[butuh rujukan]

Bahan

sunting

Es krim modern komersial terbuat dari campuran bahan di bawah ini:[butuh rujukan]

Sejarah es krim di Indonesia

Populernya es krim di Indonesia tidak terlepas dari banyaknya peternakan sapi di beberapa wilayah di Indonesia pada tahun 1942. Koran Bataviasche melaporkan industri susu setidaknya berasal dari 25 peternakan sapi di daerah Menteng. Mayoritas terpusat di daerah Mampang Prapatan. Peternakan itu dimiliki oleh masyarakat lokal, seperti peternakan Haji Achmad Tablih, Haji Otib, dan Haji Djaeni. Ada pula peternakan sapi perah De Melbron di wilayah Kuningan dan Muhammad Robloen di Karet Pendurenan. Pada masa ini juga berkembang peternakan di Wilayah Pengalengan dan Preanger seperti Lembang (Lembangsche Melk Centrale) dan Bandung (Bandoengsche Melk Centrale) menjadi tempat produksi susu yang bagus karena didukung dengan tipografi wilayahnya.[2]

Oleh karena banyaknya suplai susu ke Batavia, berbarengan dengan semakin disempurnakannya teknologi—terutama dalam hal pendinginan dan pembuatan es yang semakin baik untuk penggunaan komersial pada dekade keempat abad ke-20-dirasa punya andil dalam semakin maraknya toko roti (bakeri) hingga kafe khusus es krim di wilayah-wilayah Batavia. Belum lagi masuknya barang-barang rumah tangga Eropa, seperti margarin dan susu kental manis. Wilayah-wilayah utama di Weltevreden, seperti sekitar lapangan Banten, Gambir, Menteng, hingga ke wilayah Senen, pun menjadi tempat namainnya toko-toko ini.[butuh rujukan]

Pada tahun 1930 ada dua kakak beradik asal Italia yang pandai menjahit. Mereka pindah ke Hindia Belanda, tepatnya Batavia untuk bekerja di perusahaan tekstil. Namun, salah satu dari mereka, Luigi Ragusa, mengenal seorang pemilik peternakan susu di Batavia. Pada suatu malam tahun 1932, Koningsplein menyala terang. Pasar Gambir telah dimulai dengan keriaannya untuk merayakan ulang tahun Ratu Wihelmina dari kerjaan Belanda. Di dalamnya, terdapat pula ada jajanan dan makanan yang dipusatkan di tengah-tengah lapangan. Di acara tersebut juga dihidangkan esk rim dari Luigi bersaudara. Luigi tidak jadi mendirikan bisnis moden, tetapi membuka kafe es krim yang mereka beri nama Ragusa.[butuh rujukan]

Galeri

sunting
Es krim

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting

Referensi

sunting
  • David, Elizabeth (1994). "Harvest of the Cold Months: the Social History of Ice and Ices". London: Penguin. ISBN 0-14-017641-1 .

Catatan kaki

sunting
  1. ^ "Resep Es Krim Lezat dan Mudah Dibuat di Rumah". Liputan6. 23 Januari 2025. Diakses tanggal 29 April 2025.
  2. ^ Soemantri, Kevindra (2021). Jakarta A Dining History. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 20. ISBN 9786020649108.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Autisme

Händel, Mina Nicole (2021-01-30). "The Effect of a Combined Gluten- and Casein-Free Diet on Children and Adolescents with Autism Spectrum Disorders: A

Gangguan spektrum autisme

8;383(9920):896-910 Millward C, Ferriter M, Calver S, Connell-Jones G. Gluten- and casein-free diets for autistic spectrum disorder. Cochrane Database Syst Rev. 2008

Ribosomal s6 kinase

cAMP-dependent protein kinase A; casein kinase; casein kinase (phosphorylating); casein kinase 2; casein kinase I; casein kinase II; cGMP-dependent protein

Sari kacang badam

Chirdo; C. A. Fossati (Juni 1996). Thomas Bieber (ed.). "Identification of casein as the major allergenic and antigenic protein of cow's milk". Allergy. 51

Natrium dihidrogen fosfat

Salaun, F.: "Influence of mineral environment on the buffering capacity of casein micelles" Diarsipkan 2012-03-13 di Wayback Machine., "Milchwissenschaft"

Bubuk santan

asli tanggal 2014-08-11. Diakses tanggal 5 Agustus 2014. Eating without Casein http://food.detik.com/read/2013/02/01/084844/2158273/297/5/santan-kenta

Kasein

terhadap autisme perlu diteliti lebih lanjut. Phadungath C (May 2004). "Casein micelle structure : a concise review" (PDF). Songklanakarin J. Sci. Tehnol

Diet bebas gluten

Morales-Suárez-Varela M (December 2014). "Evidence of the gluten-free and casein-free diet in autism spectrum disorders: a systematic review". Journal of