Reruntuhan Forum Caesarea Mauretaniae

Caesarea di Mauritania adalah sebuah kota kuno dan keuskupan di Afrika Utara Romawi. Wilayah tersebut adalah sebuah koloni Romawi (disebut Caesarea Mauretaniae) di Afrika Utara Romawi-Berber.[1] Wilayah tersebut adalah ibu kota dari Mauretania Caesariensis[2] dan sekarang disebut Cherchell, sekarang Aljazair.

Catatan

sunting
  1. ^ Detailed map of Roman Berber Africa, showing the location of Iol-Caesarea on the Mediterranean coast
  2. ^ Leveau, Ph (1991-04-01). Camps, Gabriel (ed.). Encyclopédie berbère (dalam bahasa Prancis). Éditions Peeters. hlm. 1698–1706. ISBN 2857445814.

Sumber

sunting
  • GCatholic
  • Pius Bonifacius Gams, Series episcoporum Ecclesiae Catholicae, Leipzig 1931, p. 464
  • Stefano Antonio Morcelli, Africa christiana, Volume I, Brescia 1816, pp. 114–115
  • J. Ferron, lemma 'Césarée de Numidie', in Dictionnaire d'Histoire et de Géographie ecclésiastiques, vol. XII, Paris 1953, col. 206
  • J. Mesnage, L'Afrique chrétienne, Paris 1912, pp. 406–407

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kleopatra Selene II

(mantan istri Antonius). Cleopatra Selene kemudian menikahi Juba II dari Numidia dan Mauretania dan mereka menghasilkan seorang putra dan penerus Ptolemi

Kleopatra

kerabat kerajaan Numidia, Masinisa berkawan baik dengan Ptolemaios VIII, dan anak perempuan Kleopatra sendiri menikah dengan pangeran Numidia yang bernama

Alberto Bovone

1995 – 17 April 1998 Uskup agung tituler 5 April 1984 – Keuskupan: Caesarea in Numidia (en) Data pribadi Agama Gereja Katolik Roma Kegiatan Pekerjaan Uskup

Ptolemaios dari Mauretania

penguasa Mauretania untuk Roma. Ia adalah anggota suku Berber Massyles dari Numidia; melalui ibunya Cleopatra Selene II, ia juga merupakan anggota dinasti

Augustine Kasujja

Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya menjadi uskup agung tituler Caesarea in Numidia dan Nunsius Apostolik untuk Tunisia dan Aljazair pada 26 Mei 1998

Kapadokia (provinsi Romawi)

Romawi di Anatolia (Turki timur tengah modern), dengan ibu kotanya di Caesarea. Didirikan pada tahun 17 M oleh Kaisar Tiberius (bertakhta 14-37 M), setelah

Penindasan Diokletianus

sepenuhnya, dan umat Kristiani Afrika, terutama di Numidia, sama-sama bersikeras menentangnya. Bagi rakyat Numidia, menyerahkan kitab suci adalah suatu tindakan