📑 Table of Contents

Kakeksia (bahasa Inggris: cachexia) adalah sindrom kompleks yang menyebabkan hilangnya otot dan tidak dapat sepenuhnya dikembalikan melalui suplementasi nutrisi. Kakeksia merupakan sindrom yang dikaitkan dengan penyakit tertentu yang mendasarinya. Beragam penyakit dapat menyebabkan kakeksia, seperti kanker, gagal jantung kongestif, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit ginjal kronis, dan AIDS. Peradangan sistemik dari kakeksia berdampak negatif pada perubahan metabolisme dan komposisi tubuh. Berbeda dengan penurunan berat badan karena asupan kalori yang tidak cukup, kakeksia lebih banyak menyebabkan hilangnya otot dan bukannya kehilangan lemak. Diagnosis kakeksia sulit dilakukan karena kurangnya kriteria diagnostik yang pasti. Kakeksia dapat membaik dengan pengobatan penyakit yang mendasarinya, tetapi pendekatan pengobatan lain memiliki manfaat terbatas. Kakeksia dikaitkan dengan peningkatan mortalitas dan kualitas hidup yang buruk.

Mekanisme

sunting

Mekanisme terjadinya kanker kakeksia diduga multifaktorial yaitu:

1. Perubahan metabolik

Perubahan metabolik yang ditemukan pada kaheksia lebih menyerupai pada infeksi dibandingkan kelaparan. Pada kaheksia, terdapat peningkatan katabolisme protein otot sehingga menyebabkan penurunan massa otot. Selain itu, timbul penurunan jaringan lemak karena lipolisis yang diperantarai LMF (Lipid Mobilizing Factor) dan zinc-alpha-2 glycoprotein yang memiliki efek lipolitik. Sebagian besar tumor solid menghasilkan laktat yang diubah kembali menjadi glukosa dalam hati (siklus Cori).

2. Faktor tumor

Sel-sel tumor menghasilkan faktor proinflamasi dan procachectic (LMF dan PIF/Proteolysis Inducing Factor) yang menstimulasi respons inflamasi.

3. Faktor inang-tumor

Sitokin proinflamasi yang dihasilkan sel tumor yaitu TNF-α, IL-1, dan IL-6 memperantarai proses kakeksia. TNF-α dan PIF meningkatkan degradasi protein dan menurunkan sintesis protein.

4. Faktor inang

Perubahan sistemik sebagai respons terhadap inflamasi ditandai dengan respons fase akut. Meningkatnya respons protein fase akut dijumpai sampai 50% dari pasien dengan kanker solid dan hal ini berkaitan dengan hipermetabolisme. CRP (C Reactive Protein) merupakan metode yang sering dipakai untuk mengetahui besarnya respons inflamasi sistemik. Faktor neuroendokrin tampaknya terganggu pada keadaan kanker sehingga menyebabkan resistensi insulin, menurunnya aktivitas anabolik, dan meningkatnya cortisol. Gangguan ini mungkin diperantarai oleh respons inflamasi sistemik terkait kanker.

Gejala

sunting
  • Kelelahan yang luar biasa
  • Penurunan kinerja
  • Penurunan berat badan mendadak
  • Dehidrasi
  • Pembengkakan karena protein bebas
  • Akumulasi transudat dalam rongga yang berbeda
  • Kulit pucat
  • Kerutan berlebihan
  • Defisiensi vitamin
  • Sembelit
  • Mengantuk
  • Melemahnya daya tahan tubuh
  • Depresi
  • Anemia
  • Penurunan fungsi seksual
  • Amenore pada wanita
  • Merasa dingin
  • Penurunan volume sirkulasi darah
  • Penurunan tekanan darah

Pranala luar

sunting
Klasifikasi
Sumber luar

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Gagal ginjal kronis

Kalantar-Zadeh K (March 2011). "Wasting in chronic kidney disease". Journal of Cachexia, Sarcopenia and Muscle. 2 (1): 9–25. doi:10.1007/s13539-011-0019-5. PMC 3063874

Perbedaan ejaan bahasa Inggris Amerika Serikat dan Britania Raya

ataksia (gangguan koordinasi gerakan) barytone baritone bariton cachexy cachexia kakeksia cyder cider sider pyjamas pajamas baju tidur, piyama scallywag

Anoreksia nervosa

ISSN 0093-0415. PMC PMCPMC1022101. PMID 1475950. ; Bulimia nervosa Pro-ana Cachexia Muscle dysmorphia (kebalikan dari anorexia nervosa) Orthorexia nervosa

Asam beta-hidroksi beta-metilbutirat

skeletal muscle in healthy and muscle-wasting conditions". Journal of Cachexia, Sarcopenia and Muscle. 8 (4): 529–541. doi:10.1002/jcsm.12208. PMC 5566641

Fentanil

yang cepat dan dalam jumlah besar (pasien penderita kanker, kardiak atau cachexia yang terinduksi oleh infeksi dapat kehilangan 80% lemak tubuh). Penahanan

Megestrol asetat

1988). "Studies of high-dose megestrol acetate: potential applications in cachexia". Seminars in Oncology. 15 (2 Suppl 1): 68–75. PMID 3285486. Argilés JM

Atrofi otot

proteasom untuk mendegradasi protein. Dev R (January 2019). "Measuring cachexia-diagnostic criteria". Annals of Palliative Medicine. 8 (1): 24–32. doi:10

Danazol

Brennan MF (21 November 2013). Protein and Amino Acid Metabolism in Cancer Cachexia. Springer Science & Business Media. hlm. 260–. ISBN 978-3-662-22346-8.