📑 Table of Contents
Polong buncis
Buncis

Buncis[1] adalah sejenis polong-polongan yang dapat dimakan dari berbagai kultivar Phaseolus vulgaris. Buah, biji, dan daunnya dimanfaatkan orang sebagai sayuran. Sayuran ini kaya dengan kandungan protein. Ia dipercaya berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Buncis adalah sayur yang kaya dengan protein dan vitamin ini membantu menurunkan tekanan darah serta mengawal metabolisme gula dalam darah dan amat sesuai dimakan oleh mereka yang mengidap penyakit diabetes atau hipertensi. Kandungan serat dan enzim yang tinggi dapat membantu penurunan berat badan.

Cara menanam tanaman buncis adalah tanam langsung dengan memasukan 2-3 biji kedalam lubang sedalam 1 cm sampai 2 cm kemudian ditimbun tanah, panen biasanya sudah bisa dilakukan setelah 60 hari atau polong kacang sudah cocok disayur.

Kacang buncis tumbuh melilit, mempunyai akar tunggang dan sisi yang panjang dan memerlukan tiang untuk memanjat.

Etimologi

sunting

Kata "buncis" dalam bahasa Indonesia berasal dari kata "boontjes" bahasa Belanda.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ "Buncis". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. ^ "Senarai Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia" (PDF). Repositori Kemdikbud. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. hlm. 47. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 06 Agustus 2025. Diakses tanggal 6 Agustus 2025.

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Oseng Buncis

Oseng buncis atau Tumis buncis adalah hidangan yang sangat umum di seluruh Indonesia dan sering dianggap makanan sehari-hari yang merakyat. Oseng buncis merupakan

Angklung buncis

Angklung buncis adalah salah satu jenis variasi kesenian dari alat musik angklung. Nama kesenian buncis berasal dari satu teks lagu yang terdapat dalam

Angklung

budaya masyarakat, fungsi ritual kesenian buncis mengalami pergeseran. Sekitar dekade 1940-an, peran buncis sebagai sarana ritual pertanian mulai ditinggalkan

Buncis pipih

Buncis pipih, juga dikenal sebagai helda beans, romano beans (jangan tertukar dengan borlotti bean) dan "sem fhali" di beberapa negara bagian India, adalah

Capcai

sawi hijau, wortel, jagung muda, jamur merang, jamur kuping, kol, kapri, buncis, bunga kol, brokoli, daun bawang, tomat, dan bawang bombai. Walaupun demikian

Kabupaten Lampung Barat

sayuran antara lain kentang, cabai merah, kubis, labu siam, tomat, wortel, buncis, dan sawi. Lampung Barat memiliki klimatologi yang sesuai untuk budidaya

Lontong sayur

dicampurkan ke dalam kuah santan. Sayuran yang digunakan antara lain labu siam, buncis, nangka muda, kemudian dapat ditambahkan pelengkap seperti tempe, tahu,

Kacang-kacangan

Fabaceae. Namun tanaman kacang-kacangan yang dipanen muda seperti kapri, buncis, dan edamame tidak disebut sebagai kacang-kacangan dalam definisi FAO. Kacang-kacangan