📑 Table of Contents
Botulisme
SpesialisasiPenyakit menular Sunting ini di Wikidata

Botulisme (Latin, botulus, "sausage") (dieja /ˈbɒʊlɪzəm/) adalah penyakit yang menyebabkan kekakuan otot yang terkadang bersifat fatal. Penyakit ini umumnya disebabkan karena mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi toksin botulinum. Penyakit ini tidak menular antar manusia ketika kulit bersentuhan. "Botulisme bayi" adalah jenis botulisme lain ketika spora Clostridium botulinum masuk ke saluran pencernaan bayi dan mengkolonisasi usus sebelum bakteri simbion berkembang di dalam. Jenis lain yaitu "Botulisme luka" adalah ketika spora bakteri Clostridium botulinum menginfeksi luka yang terbuka dan melepaskan toksin[1] neurogenik yang dikenal sebagai botulin[2]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Questions and Answers on Botulism (WHO)
  2. ^ Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Clostridium botulinum

botulinum adalah bakteri yang memproduksi racun botulin, penyebab terjadinya botulisme. Bakteri ini masuk ke dalam genus Clostridium. Bakteri ini pertama kali

Garam sendawa

penggunaan garam sendawa yang mengandung nitrit adalah untuk mencegah botulisme, sebuah studi tahun 2018 oleh Asosiasi Produsen Daging Inggris menetapkan

Otto Warmbier

Warmbier disebabkan oleh botulisme dan pil tidur, meskipun dokter Amerika Serikat tidak menemukan tanda-tanda terjadinya botulisme. Pihak Amerika Serikat

Natrium nitrit

tetapi mungkin paling dikenal sebagai aditif dalam daging untuk mencegah botulisme. Senyawa ini termasuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan

Clostridium

meliputi beberapa patogen manusia yang signifikan, terutama agen penyebab botulisme. Mereka anaerob obligat yang mampu menghasilkan endospora. Sel-sel reproduksi

Penyimpanan makanan

seperti Salmonella, E.coli dan C. botullinum yang dapat menyebabkan botulisme. Menjaga makanan tetap dingin pada suhu yang tepat dapat membantu mencegah

Infeksi

didiagnosis dengan PCR, contohnya adalah penyakit klostridial (tetanus dan botulisme). Penyakit-penyakit ini pada dasarnya adalah keracunan biologis oleh sejumlah

Diare

menjadi gejala penyakit yang lebih serius, seperti disentri, kolera atau botulisme, dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn