Gradient boosting (lit: peningkatan gradien) adalah teknik pemelajaran mesin berbasis boosting dalam ruang fungsional dengan residu semu sebagai targetnya, bukan residu biasa yang biasa digunakan dalam boosting tradisional. Teknik ini mengembalikan sebuah model prediksi dalam bentuk kumpulan (ensemble) model berprediksi lemah, yaitu model memberikan sangat sedikit asumsi tentang data, yang biasanya berupa pohon keputusan (decision tree) sederhana.[1][2] Jika pohon keputusan ini merupakan pemelajar yang lemah, algoritma yang dihasilkan disebut sebagai pohon dengan gradien yang ditingkatkan (gradient-boosted trees) yang biasanya performana melebihi Random forest.[1] Gradient-boosted trees dibuat secara bertahap seperti pada metode boosting lainnya, tetapi model ini menggeneralisasi metode lain dengan memungkinkan optimasi fungsi kerugian yang terdiferensialkan secara bebas.

Sejarah

sunting

Ide gradient boosting bermula dari pengamatan Leo Breiman yang menemukan bahwa boosting dapat diinterpretasikan sebagai sebuah algoritma optimasi pada fungsi biaya yang sesuai.[3] Secara eksplisit, algoritma ini kemudian dikembangkan oleh Jerome H. Friedman,[4][2] (pada tahun 1999 dan kemudian pada tahun 2001) bersamaan dengan perspektif peningkatan gradien fungsional yang lebih umum dari Llew Mason, Jonathan Baxter, Peter Bartlett dan Marcus Frean.[5] Dua makalah yang disebutkan di akhir memperkenalkan pandangan terkait algoritma boosting sebagai algoritma penurunan gradien fungsional berulang (functional gradient descent). Artinya, algoritma yang mengoptimalkan fungsi biaya pada ruang fungsi dengan memilih fungsi secara berulang (berhipotesis lemah) yang mengarah ke gradien negatif. Pandangan ini menyebabkan pengembangan algoritma boosting di banyak bidang pemelajaran mesin dan statistika di luar regresi dan klasifikasi.

Pengenalan informal

sunting

(Bagian ini mengikuti eksposisi peningkatan gradien oleh Cheng Li.[6])

Seperti metode boosting lainnya, gradient boosting menggabungkan beberapa "pemelajaran" lemah menjadi satu pemelajar yang kuat secara iteratif. Cara paling mudah untuk menjelaskannya adalah dengan pengaturan regresi kuadrat terkecil, yang tujuannya adalah untuk "mengajarkan" suatu model untuk memprediksi nilai bentuk dengan meminimalkan rata-rata kuadrat galat dengan indeks pada beberapa himpunan ukuran pelatihan dari nilai sebenarnya dari variabel keluaran :

  • nilai prediksinya
  • nilai yang diamati
  • jumlah sampel yang masuk

Sekarang, pertimbangkan algoritma gradient boosting dengan tahap. Di setiap tahap ( ) gradient boosting, misalkan beberapa model yang tidak sempurna (dengan kecil, model ini mungkin mengembalikan , saja dengan RHS adalah rerata dari ). Untuk meningkatkan , algoritma ini harus menambahkan beberapa estimator baru, . Sedemikian sehingga

atau, dapat ditulis ulang sebagai,

.

Oleh karena itu, gradient boosting akan menyesuaikan (fit) ke residu . Seperti pada varian boosting lainnya, masing-masing berupaya untuk memperbaiki galat sebelumnya. Generalisasi ide ini digunakan pada fungsi kerugian, selain kesalahan kuadrat, dan pada masalah klasifikasi dan pemeringkatan yang mengikuti pengamatan bahwa residu untuk model tertentu sebanding dengan gradien negatif dari fungsi kerugian mean squared error (MSE) (sehubungan dengan ):

.

Oleh karena itu, gradient boosting dapat juga digunakan pada algoritma penurunan gradien dengan "memasukkan" kerugian yang berbeda dan gradiennya.

Referensi

sunting
  1. ^ a b Hastie, T.; Tibshirani, R.; Friedman, J. H. (2009). "10. Boosting and Additive Trees". The Elements of Statistical Learning (Edisi 2nd). New York: Springer. hlm. 337–384. ISBN 978-0-387-84857-0. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-11-10.
  2. ^ a b Friedman, J. H. (March 1999). "Stochastic Gradient Boosting" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-08-01. Diakses tanggal 2013-11-13.
  3. ^ Breiman, L. (June 1997). "Arcing The Edge" (PDF). Technical Report 486. Statistics Department, University of California, Berkeley.
  4. ^ Friedman, J. H. (February 1999). "Greedy Function Approximation: A Gradient Boosting Machine" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2019-11-01. Diakses tanggal 2018-08-27.
  5. ^ Mason, L.; Baxter, J.; Bartlett, P. L.; Frean, Marcus (May 1999). "Boosting Algorithms as Gradient Descent in Function Space" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2018-12-22.
  6. ^ Cheng Li. "A Gentle Introduction to Gradient Boosting" (PDF).

Lihat juga

sunting
  • AdaBoost
  • Hutan acak
  • peningkatan kucing
  • GBM ringan
  • XGBoost
  • Pembelajaran pohon keputusan

Referensi

sunting
  • Boehmke, Bradley; Greenwell, Brandon (2019). "Gradient Boosting". Hands-On Machine Learning with R. Chapman & Hall. hlm. 221–245. ISBN 978-1-138-49568-5.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pembelajaran mesin

Pembelajaran mesin atau pemelajaran mesin (bahasa Inggris: machine learning atau disingkat dengan ML) adalah sub-bidang kecerdasan buatan yang berkaitan

Pemelajaran dalam

pemelajaran terarah (supervised learning), pemelajaran tak terarah (unsupervised learning) dan semi-terarah (semi-supervised learning) dalam berbagai aplikasi

Metode ensemble

Freund (2012). Boosting: Foundations and Algorithms. MIT. ISBN 978-0-262-01718-3. Cha Zhang; Yunqian Ma(2012). Ensemble Machine Learning Methods and Applications

Pembelajaran terbimbing

Pembelajaran terbimbing atau pemelajaran terarah (bahasa Inggris: supervised learning) adalah sebuah paradigma dalam pemelajaran mesin yang mana objek masukan

Meta-learning (Ilmu komputer)

definisi standar dari istilah meta-learning belum sepenuhnya disepakati, tetapi secara umum, tujuan utama meta-learning adalah menggunakan metadata untuk

Pembelajaran tak terbimbing

pembelajaran tidak terawasi, pemelajaran tak terarah (Inggris: unsupervised learning) adalah teknik pemelajaran mesin di mana kita tidak perlu mengawasi modelnya

Pemelajaran mesin berbasis aturan

Pemelajaran mesin berbasis aturan (bahasa Inggris: rule-based machine learning, biasa disingkat RBML) adalah istilah dalam ilmu komputer yang dimaksudkan

Pemelajaran mesin kuantum

Pemelajaran mesin kuantum (bahasa Inggris: quantum machine learning) adalah integrasi antara algoritma kuantum dan program pemelajaran mesin. Penggunaan