Boechari (Lahir di Rembang, Jawa Tengah, 24 Maret 1927) adalah Kepala Lembaga Arkeologi FSUI di Indonesia. Boechari berasal dari Rembang, dan saat ini Ia bersama istrinya Siti Chasanah tinggal di Jakarta. Boechari menempuh pendidikan terakhir pada Fakultas Sastra UI di Jakarta (1958) dan mengambil program doktor, kemudian sebelum kelulusannya, Ia mulai bekerja menjadi asisten pada Dinas Purbakala RI di Jakarta (1952-1958), dan sekarang selain menjadi Kepala Lembaga Arkeologi Ia juga menjabat sebagai Dosen tetap pada Jurusan Arkeologi FSUI (1967- sekarang).

Boechari menyatakan bahwa dia memiliki cita-cita sebagai Arkeolog sejak di bangku HIK, Yokyakarta, bungsu dari tiga bersaudara ini memulai tulisannya melalui program doktornya dengan tema Studi Beberapa Segi Struktural Kerajaan Mataram Kuno. Saat ini nama Boechari terkenal dengan sebutan Arkeolog. Di kantornya (Rawangun- Jakarta) ruang kerjanya dipenuhi dengan tumpukan buku dan arsip.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ TEMPO, Majalah Berita Mingguan (1983). Apa & Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1983 - 1984. Jakarta: P.T. Grafiti Pers. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Prasasti Rumwiga II

Bogem. Beberapa sarjana Indonesia sudah membacanya, antara lain Bapak Boechari dan Bapak M.M. Soekarto. Prasasti Rumwiga II ditranskripsikan pada tanggal

Indonesia

Muljana. 1979. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhratara. Boechari (2012). Melacak Sejarah Kuno Indonesia lewat Prasasti. Jakarta: Kepustakaan

Medang

dengan interpretasi Boechari tentang Prasasti Sojomerto dan studi Poerbatjaraka pada naskah Carita Parahyangan. Menurut Boechari, tokoh yang bernama Dapunta

Wangsa Sailendra

nda bapa nda bhadrawati nāma nda aya nda sampūla nāma nda ..). Menurut Boechari, tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah bakal raja-raja keturunan Śailendra

Sriwijaya

tetapi, arkelogis Indonesia seperti Slamet Muljana membacanya matadanau dan Boechari membacanya mukha upang Tuha an watak wuruh juga bersifat pengurus perdagangan

Prasasti Rumwiga I

Bogem. Beberapa sarjana Indonesia sudah membacanya, antara lain Bapak Boechari dan Bapak M.M. Soekarto Transkripsi sisi depan 1. swasti saka warsatita

Rakai Pikatan

Balaputradewa merupakan paman dari Pramodawardhani. Menurut sejarawan Boechari, di bukit Ratu Baka tidak dijumpai prasasti atas nama Balaputradewa, melainkan

Ratu Shima

ibunya bernama Bhadrawati, sedangkan istrinya bernama Sampula. Prof. Drs. Boechari berpendapat bahwa tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah cikal-bakal