Blastula

Blastulasi adalah proses terbentuknya blastula pada embrio. Blastula merupakan bentuk lanjutan dari morula yang terus mengalami perkembangan.[1] Sementara sel-sel morula mengalami pembelahan terus-menerus, terbentuklah rongga ataupun celah di bawah piringan germinal yang memisahkan dengan kuning telur. Rongga ini makin lama makin membesar dan berisi cairan. Embrio yang sudah memiliki rongga ini disebut dengan blastula, sedangkan cairannya disebut blastosol.

Referensi

sunting
  1. ^ Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Hewan

dapat bereproduksi secara seksual, dan tumbuh dari bola sel berongga, blastula, selama perkembangan embrio. Hewan membentuk sebuah klad, yang berarti

Embrio

perkembangan zigot menjadi embrio terjadi melalui tahapan yang dikenal sebagai blastula, gastrula, dan organogenesis. Pada tumbuhan, istilah embrio hanya dipakai

Landak laut

dan berkembang menjadi embrio blastula yang berenang bebas dalam waktu 12 jam. Awalnya berupa bola sel sederhana, blastula segera berubah menjadi larva

Gastrulasi

adalah fase awal dalam perkembangan embrio sebagian besar hewan, di mana blastula berlapis tunggal direorganisasi menjadi struktur berlapis-lapis yang dikenal

Walrus

15 hingga 16 bulan. Tiga hingga empat bulan pertama dihabiskan dengan blastula dalam tahap perkembangan tertunda sebelum ditanamkan ke dalam rahim. Strategi

Deuterostoma

dan protostoma, zigot pertama membentuk bola sel berongga yang disebut blastula. Pada deuterostoma, pembelahan awal terjadi sejajar atau tegak lurus pada

Bioteknologi

Setelah ovum dibuahi dan mengalami pembelahan, saat embrio berada pada tahap blastula maka akan diimplantasikan pada rahim ibu yang sah. merupakan indikasi utama

Triploblastik

embrio pada tahap blastula, yang dimasukkan ke dalam gonad selama organogenesis. Lapisan kuman terbentuk selama gastrulasi blastula. Istilah triploblast