Biotit
Agregat tipis datar biotit
(Image width: 2.5 mm)
Umum
KategoriMineral
Rumus kimiaK(Mg,Fe)3(AlSi3O10)(F,OH)2
Identifikasi
Skala Mohs (kekerasan)2.5–3.0
Dispersir < v (kaya Fe);
r > v lemah (kaya Mg)


Biotit adalah mineral filosilikat umum yang ada di dalam grup mika, dengan perkiraan rumus kimia K(Mg,Fe)
3
AlSi
3
O
10
(OH)
2
K(Mg,Fe)3AlSi3O10(OH)2. Lebih umum, mika mengacu pada seri mika gelap, terutama serangkaian larutan-pelarut antara iron-endmember annit, dan magnesium-endmember plogopit; ditambah lagi alumina-endmember siderofilit. Biotit diberi nama oleh J.F.L. Hausmann pada tahun 1847 untuk menghormati fisikawan Prancis Jean-Baptiste Biot, yang, pada tahun 1816, meneliti sifat optik dari mika, dan menemukan banyak sifat - sifat optiknya.[4]

Referensi

sunting
  1. ^ a b Handbook of Mineralogy
  2. ^ Biotite mineral information and data Mindat
  3. ^ Biotite Mineral Data Webmineral
  4. ^ Johann Friedrich Ludwig Hausmann (1828). Handbuch der Mineralogie. Vandenhoeck und Ruprecht. hlm. 674.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kota Pangkalpinang

dari granit sampai dioditik dengan inklusi mineral berwarna gelap yaitu Biotit dan adakalanya Amfibol Hijau. Di wilayah Kota Pangkalpinang terdapat beberapa

Andesit

ditambah piroksen dan / atau hornblende. Magnetit, zirkon, apatit, ilmenit, biotit, dan garnet adalah mineral aksesori umum. Alkali feldspar dapat hadir dalam

Litosfer

penting, yaitu Kuarsa (Si02), Feldspar, Piroksen, Mika Putih (K-Al-Silikat), Biotit atau Mika Cokelat (K-Fe-Al-Silikat), Amphibol, Khlorit, Kalsit (CaC03),

Batuan metamorf

berlempung gelap (argillaceous hornfels), penuh dengan lempeng - lempeng biotit kecoklatan; sebuah napal atau batugamping tidak murni dapat berubah menjadi

Gunung Pakuwaja

pakuwaja Sisa kawah purba. Aliran lava yang membeku, didominasi oleh andesit biotit. Kawah Aktif Pakuwaja yang menunjukkan bahwa gunung ini masih menyimpan

Granodiorit

sejumlah kecil mika muskovit juga mineral-mineral lebih terang lainnya. Biotit dan amfibol dalam bentuk hornblende juga lebih melimpah di granodiorit daripada

Batuan beku

dan muskovit. Mineral mafik, yaitu mineral yang berwarna gelap, terutama biotit, piroksen, amfibol dan olivin. Tabel di bawah merupakan klasifikasi batuan

Gunung Everest

pelapukan hingga berwarna coklat kekuningan yang khas, dan semisekis muskovit-biotit dan filit. Analisis petrografi marmer yang dikumpulkan dari sekitar 8.300 m