Struktur dari A-, B- dan Z-DNA

Biopolimer, juga dikenal sebagai polimer organik, ialah polimer alami. Kanji, protein dan peptida, serta DNA dan RNA ialah contoh biopolimer, di mana unit monomernya berturut-turut adalah glukosa, asam amino, serta asam nukleat.[1] Komposisi kimia tepat dan urutan di mana unit-unit disusun dinamakan struktur utama polimer. Banyak biopolimer "berlipat" menjadi bentuk-bentuk tertentu, yang dapat menentukan fungsi biologi biopolimer. Biologi struktural adalah bidang penyelidikan bentuk-bentuk biopolimer.

INDUSTRI PETROKIMIA Kementerian Perindustrian Jakarta, Juni 2013 I. Kata Pengantar II. Gas Bumi III. Pusat Olefin IV. Pusat Aromatik V. C-one Chemistry VI. Gas Sintes VII. Polimer VIII. Penutup Sumber Hidrokarbon Pembuatan Nafta


Referensi

sunting
  1. ^ Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Biomolekul

terutama terdiri dari hubungan beta-O4-aril. Setelah selulosa, lignin adalah biopolimer paling melimpah kedua dan merupakan salah satu komponen struktural utama

Kimia organik

ada: polimer sintetis dan biopolimer. Polimer sintetis sengaja dibuat dan sering disebut dengan polimer industri. Biopolimer muncul di alam tanpa campur

Tanaman pertanian nonpangan

bahan baku biopolimer. Tanaman pertanian nonpangan dapat dikategorikan sebagai berikut: Tanaman uang Etanol selulosat Biofuel Bioplastik Biopolimer Tanaman

Biokimia

liposom atau transfersom). Protein merupakan molekul yang sangat besar (biopolimer makro) yang tersusun dari monomer yang disebut asam amino. Ada 20 asam

Asam nukleat

kloroplas, serta di sitoplasma sel prokariota. Asam nukleat merupakan biopolimer, dan monomer penyusunnya adalah nukleotida. Setiap nukleotida terdiri

Padat

atau polimer sintetis (plastik) dan yang terjadi secara alami sebagai biopolimer. Monomer dapat memiliki berbagai substituen kimia, atau gugus fungsional

Air

hialorunat, kondroitin sulfat, dan jenis biopolimer bermuatan lain. Energi elektrostatik antara molekul biopolimer bermuatan sama yang berdesakan akan menciptakan

Mikrobiologi pangan

alga coklat seperti Laminaria hyperborea dan Laminaria japonica. Disebut biopolimer mikrobial karena alga merupakan eukariot yang tidak termasuk ke dalam