📑 Table of Contents
BIMP-EAGA
Kawasan Pertumbuhan ASEAN Timur
TipePerusahaan ekonomi anak wilayah
Anggota
4 Negara
Pendirian24 Maret 1994
Situs web resmi
www.bimp-eaga.org
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Kawasan Pertumbuhan ASEAN Timur (BIMP-EAGA) adalah sebuah inisiatif kerjasama ekonomi anak wilayah di Asia Tenggara. Organisasi tersebut memiliki 4 anggota yang terdiri dari Brunei, Indonesia, Malaysia dan Filipina dan didirikan di Kota Davao, pusat perdagangan dan komersial di Filipina Selatan.

Latar belakang

sunting

Pada Oktober 1992, Presiden Filipina, Fidel Ramos mengemukakan konsep EAGA kepada para pemimpin negara Asia Tenggara Timur di Brunei. Tiga bulan kemudian, Presiden Ramos kembali membahas EAGA bersama Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad saat kunjungannya ke Malaysia. Upaya-upaya EAGA dimulai pada Mei 1993, ketika pejabat pemerintah dan pengusaha dari Mindanao pergi ke Sulawesi dan Sarawak. Pada tahun 1993, EAGA dibahas oleh para Menteri Keuangan dalam Pertemuan Menteri Keuangan di Singapura, dan sebulan kemudian Sultan Brunei menyatakan persetujuannya untuk bergabung dengan EAGA.

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Brunei Darussalam

Dunia (WTO) pada tanggal 1 Januari 1995, dan merupakan pemain utama dalam BIMP-EAGA, yang dibentuk selama Pertemuan Menteri Pengukuhan di Davao, Filipina

Pelabuhan Muara, Brunei

Pertumbuhan ASEAN Timur Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Filipina (BIMP-EAGA). Lokasi strategis pelabuhan ini memungkinkan akses ke Oseania, Samudra

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

berbagai organisasi regional terdiri dari ARF, ACD, AMED, APEC, ASEM, BIMP-EAGA, CTI, FEALAC, IOR-ARC, IMT-GT, NAASP, PIF dan SwPD sedangkan dengan Uni

Sinyo Harry Sarundajang

Republik Philipina, atas Perjanjian Hubungan Kerjasama Indonesia-Philipina (BIMP-EAGA) tanggal 18 September 1999. 2002 Dari Presiden Republik Indonesia Satyalancana

Manuel Kaisiepo

di Aiwo, Nauru (Ags. 2001) Ketua Delegasi RI pada Ministrial Meeting BIMP-EAGA (Brunai, Indonesia, Malaysia, and Philippines-South East Asia Growth Area);

Hubungan Filipina dengan Indonesia

Pertumbuhan East ASEAN bersama dengan Brunei Darussalam dan Malaysia dalam BIMP-EAGA. Sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan kemerdekaan

Agroindustri

Pertanian. Penebar Swadaya. Bogor.] Dominguez, P.G. and Adriono, L.S, 1994. BIMP-EAGA Agroindustrial Cooperation: a proposed frame work and plant of action

Kota Samarinda

Sungai Siring sekitar 30 km sebelah utara Samarinda. Terletak di kawasan BIMP-EAGA, bandara ini merupakan salah satu pintu gerbang utama turis mancanegara