Terjemahan dari
bhava
Indonesiakemenjadian, penjelmaan, keberadaan
Inggrisbeing, worldly existence, becoming, birth, be, production, origin;[1] habitual or emotional tendencies.
Palibhava
Sanskertaभव
(IAST: bhava)
Vietnamhữu
Daftar Istilah Buddhis
Terjemahan dari
bhāva
Inggrisperasaan, emosi, suasana hati, penjelmaan
Palibhāva
Sanskertaभाव
(IAST: bhāva)
Myanmarဘာဝ
(MLCTS: bàwa̰)
Thaiภวะ (RTGS: phawa) atau
ภาวะ (RTGS: phawa)
Khmerភព (phob) atau ភាវៈ (phiaveak)
Monဘာဝ
([həwɛ̀ʔ])
Sinhalaභව atau භවය
Daftar Istilah Buddhis

Kata Sanskerta dan Pali bhava (Dewanagari: भव) berarti kemenjadian, penjelmaan, keberadaan/eksistensi, keberadaan duniawi, perwujudan, pemroduksian, asal;[1] juga berarti kecenderungan kebiasaan atau emosional dalam konteks tertentu.

Dalam Buddhisme, bhava adalah mata rantai kesepuluh dari dua belas mata rantai dalam Kemunculan Bersebab (paṭiccasamuppāda).[2] Ia adalah penghubung antar-punarbawa (kelahiran kembali).[3] Dalam Tradisi Hutan Thai, bhava juga dimaknai sebagai kecenderungan kebiasaan atau emosional yang mengarah pada kemunculan rasa akan diri ("keakuan"), sebagai suatu fenomena mental.[4]

Dalam Buddhisme

sunting

Definisi kamus

sunting

Dalam Buddhisme, bhava (bukan bhāva, yang malah berarti "kondisi, alam") bermakna kemenjadian, penjelmaan, keberadaan/eksistensi,[5] keberadaan duniawi, perwujudan, pemroduksian, asal semula,[1] pengalaman;[3] dalam siklus kematian dan kelahiran kembali (samsara) karena suatu makhluk terkondisikan dan terdorong sedemikian rupa oleh akumulasi perbuatan berkehendaknya (kamma).[3] Kamus Concise Pali-English Dictionary mendefinisikannya sebagai keadaan eksistensi (bahasa Inggris: the state of existence).[6]

Istilah lain yang sejajar adalah bhāva (dengan ā panjang, bukan a pendek) yang berakar dari kata bhava, dan memiliki makna ganda dalam Sanskerta, yakni "pikiran, watak, dan karakter"; atau "emosi, sentimen, keadaan tubuh";[7][8] dan dalam beberapa konteks juga berarti kemenjadian, penjelmaan, keberadaan/eksistensi, kewujudan, penampakan (sekaligus menyiratkan kondisinya).[9] Kamus Concise Pali-English Dictionary mendefinisikan bhāva sebagai "kondisi (bahasa Inggris: condition); sifat-alamiah (Inggris: nature); kemenjadian (Inggris: becoming)."[6] Oleh karena itu, dalam Tradisi Hutan Thai, istilah bhava juga dimaknai sebagai kecenderungan kebiasaan atau emosional yang mengarah pada kemunculan rasa akan diri, sebagai suatu fenomena mental.[4]

Dalam Kemunculan Bersebab

sunting
  12 Mata Rantai (nidāna) 
Kemunculan Bersebab:
 
Ketidaktahuan (avijjā)
Formasi (saṅkhārā)
Kesadaran (viññāṇa)
Batin-&-Jasmani (nāmarūpa)
6 Landasan Indra (saḷāyatana)
Kontak (phassa)
Perasaan (vedanā)
Nafsu (taṇhā)
Kemelekatan (upādāna)
Kemenjadian (bhava)
Kelahiran (jati)
Tua & Mati (jarā-maraṇa)

Bhava adalah mata rantai kesepuluh dari dua belas mata rantai dalam Kemunculan Bersebab (paṭiccasamuppāda) yang mendeskripsikan samsara, yakni siklus berulang dari respons kebiasaan seseorang terhadap kesan-kesan indrawi. Bhava dikondisikan oleh kemelekatan (upadāna) dan kemudian mengondisikan pembaruan jāti (kelahiran). Kelahiran biasanya ditafsirkan sebagai kelahiran kembali di salah satu alam kehidupan, yakni alam surga, setengah dewa (asura), manusia, hewan, hantu kelaparan (peta), atau neraka.[3]


Penyebab hilangnya ingatan

sunting

Dalam kisah-kisah dari kitab Jātaka, Buddha Gotama secara didaktis mengingatkan beberapa pengikut-Nya atas pengalaman-pengalaman kehidupan yang mereka jalani bersama-Nya di kehidupan lampau. Para pendengar tersebut dikatakan tidak dapat mengingat kehidupan lampaunya karena bhava, yaitu karena telah eksis kembali.[11]

Dalam agama Hindu

sunting

Bhava muncul dalam arti penjelmaan, keberadaan, wujud, kejadian, penampakan dalam literatur Vedanga Shrauta Sutra, kitab-kitab Upanisad seperti Shvetashvatara Upanishad, Mahabharata, dan teks-teks Hindu kuno lainnya.[9]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b c Monier Monier-Williams (1898), Sanskrit English Dictionary, Oxford University Press, Arsip: भव Diarsipkan 13 March 2016 di Wayback Machine., bhava
  2. ^ Julius Evola; H. E. Musson (1996). The Doctrine of Awakening: The Attainment of Self-Mastery According to the Earliest Buddhist Texts. Inner Traditions. hlm. 67–68. ISBN 978-0-89281-553-1.
  3. ^ a b c d Thomas William Rhys Davids; William Stede (1921). Pali-English Dictionary. Motilal Banarsidass. hlm. 499. ISBN 978-81-208-1144-7.
  4. ^ a b DeGraff, Geoffrey (2013). With Each & Every Breath. A Guide to Meditation (PDF). hlm. 10–11.
  5. ^ "Definition of bhava". Digital Pāḷi Dictionary. Diakses tanggal 2026-04-14.
  6. ^ a b "Bhava, Bhāva: definitions". Wisdom Library (dalam bahasa Inggris). 2008-06-30. Diakses tanggal 2026-04-14.
  7. ^ भव Diarsipkan 7 July 2017 di Wayback Machine., Sanskrit English Dictionary, Koeln University, Germany
  8. ^ "Definition of bhāva". Digital Pāḷi Dictionary. Diakses tanggal 2026-04-14.
  9. ^ a b Monier Monier-Williams (1899), Sanskrit English Dictionary, Oxford University Press, Arsip: भाव Diarsipkan 13 March 2016 di Wayback Machine., bhAva
  10. ^ Bhikkhu Ānandajoti (2016). "10: Bhavaniddeso (Definition of Continuation)". Chanting for Meditators: A Monthly Schedule from Myanmar (PDF). hlm. 164–165.
  11. ^ Caroline A.F. Rhys Davids, Stories of the Buddha (Being Selections from the Jātakas), 1989, Dover Publications, Introduction, hlm. xix, lihat juga hlm. 2, 6, 11, dst.

Pranala luar

sunting
Didahului oleh:
Upādāna
12 mata rantai
Bhava
Diteruskan oleh:
Jāti

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Dil Se Di Dua... Saubhagyavati Bhava?

Dil Se Di Dua... Saubhagyavati Bhava? (bahasa Indonesia: Doa Yang Ikhlas... Semoga Beruntung?) adalah serial televisi India. Diproduksi oleh UTV Software

Ayushman Bhava

Ayushman Bhava adalah serial televisi India yang ditayangkan di Star Bharat. Serial ini dibintangi oleh Avinash Sachdev dan Sumit Bhardwaj. Bertempat

Saubhagyavati Bhava: * Niyam Aur Shartein Laagu

Saubhagyavati Bhava: * Niyam Aur Shartein Laagu (Bahasa Indonesia: Semoga Anda Beruntung: *Syarat dan Ketentuan Berlaku) adalah serial televisi berbahasa

India

peristiwa-peristiwa sosial, dan politik. Teater rakyat yang populer di India, misalnya: bhavai dari negara bagian Gujarat, jatra dari Benggala Barat, nautanki, dan ramlila

Kemunculan Bersebab

(ketidaktahuan) dan saṅkhāra (formasi kehendak) bertindak sebagai proses karma (kamma-bhava) yang menjadi dasar bagi kehidupan saat ini. Kehidupan saat ini: Mencakup

Kemelekatan (Buddhisme)

rantai tersebut, yakni bhava (kemenjadian, penjelmaan, keberadaan). "Dengan kemelekatan (upādāna) sebagai kondisi, kemenjadian (bhava) muncul." Menurut Buddhaghosa

Prasasti Canggal

crimat-svanjali-koca-komala-karair dewais tu ya (s) stuyate. sa creyo bhavatam bhavo bhava-tamas suryo dadatv adbhutam. Klausa-III: bhakthi-prahvair munindrair abhinutan

Karanvir Bohra

membintangi acara TV Kasautii Zindagii Kay, Dil Se Di Dua... Saubhagyavati Bhava?, Shararat, Naagin 2 dan Qubool Hai dan juga di film Kismat Konnection,