Samudra Arktik, berlokasi di belahan utara bumi dan kebanyakan berada di wilayah Arktik Kutub Utara, adalah samudra terkecil dan terdangkal di antara lima samudra di dunia.[1] Meskipun Organisasi Hidrografik Internasional (IHO) menganggapnya sebagai samudra, para ahli samudra menyebutnya Laut Mediterania Arktik atau Laut Arktik, mengklasifikasikannya sebagai satu dari Laut Mediterania yang tergabung dalam Samudra Atlantik.

Banyak bagian dari samudra Arktik yang tertutup oleh es, baik pada musim dingin atau sepanjang tahun. Suhu dan kadar garam di samudra Arktik bervariasi tergantung musim tergantung dari es yang menutupinya sedang mencair atau meleleh;[2] kadar garamnya adalah yang terendah dari rata-rata lima samudra lainnya, dikarenakan rendahnya penguapan, juga dikarenakan terbatasnya keluarnya air dari samudra ke daerah sekitarnya dengan masukan air tawar ke samudra dalam jumlah yang besar. Jumlah es-es yang mencair pada musim panas mencapai 50%.[1]

Geografi

sunting

Samudra Arktik berbentuk bundar dan memiliki luas sekitar 14.056.000 kilometer persegi, hanya kurang sedikit dari 1.5 kali luas Amerika Serikat.[3] Panjang garis pantainya adalah 45.389 kilometer.[3] Hampir dikelilingi oleh daratan sepenuhnya, Samudra Arktik mencakup Tanjung Baffin, Laut Barents, Laut Beaufort, Laut Chukchi, Laut Siberia Timur, Laut Greenland, Tanjung Hudson, Teluk Hudson, Laut Kara, Laut Laptev, Laut Putih dan badan-badan air lainnya. Terhubung dengan Samudra Pasifik oleh Teluk Bering dan ke Samudra Atlantik melalui Laut Greenland[1] dan Laut Labrador. Letak astronomisnya adalah 90°00′N 0°00′E / 90.000°N 0.000°E / 90.000; 0.000

Sebuah palung samudra, Palung Lomonosov, membagi Samudra Arktik yang mengisi cekungan Kutub Utara menjadi dua cekungan: Eurasia, atau Nansen, Basin, (dinamakan setelah Fridtjof Nansen) yang di mana kedalamannya 4.000 dan 4.500 meter, dan Amerika Utara, atau Hyperborean, cekungan yang kedalamannya sekitar 4.000 meter. Bathymetry dari dasar samudra ditandai dengan fault-block ridge (seperti bukit), dataran zona abyssal (seperti kawasan berlubang-lubang), laut-laut dalam, dan cekungan-cekungan. Rata-rata kedalaman Samudra Arktik adalah 1.038 meter.[4] Titik terdalamnya terdapat di Cekungan Eurasia yaitu 5.450 meter.

Samudra Arktik terdiri atas sebuah chokepoint (aliran air yang sempit karena diapit oleh dua daratan) utama di selatan Laut Chukchi [5] yang menyediakan akses utara ke Samudra Pasifik melalui Teluk Bering antara Amerika Utara dan. Rusia. Samudra Arktik juga menyediakan link (penghubung) laut terpendek antara barat dan timur Rusia yang ekstrem. Ada beberapa stasiun penelitian terapung di Arktik, dioperasikan oleh Amerika Serikat dan Rusia.

Masukan air terbesar berasal dari Atlantik melalui jalur Aliran Norwegia, yang kemudian mengalir sepanjang pantai Eurasia. Air juga masuk dari Pasifik melalui Teluk Bering. Aliran Greenland Timur membawa sebagian besar air yang keluar. Es menutupi sebgaian besar samudra sepanjang tahun, menyebabkan suhu yang mendekati beku sepanjang waktu. Arktik adalah sumber udara dingin yang bergerak ke arah ekuator, bertemu dengan udara hangat di garis lintang bagian tengah dan menyebabkan hujan dan salju. Kehidupan laut banyak terdapat di daerah terbuka, khususnya daerah yang lebih dekat dengan air di sebelah selatan. Pelabuhan-pelabuhan utama di Samudra Arktik adalah Murmansk dan Arkhangelsk di Rusia, Churchill, Manitoba di Kanada dan Prudhoe Bay, Alaska di Amerika Serikat.[5]

Iklim

sunting
Berkurangnya es dimusim panas dari tahun 1979-2000 hingga 2002-05.[6]

Samudra Arktik memiliki iklim kutub yang ditandai dengan dingin sepanjang tahun dan sempitnya kisaran suhu tahunan. Musim dingin dokberkelanjutan, dingin dan kondisi cuaca yang stabil dan langit yang cerah; musim panas ditandai dengan sinar matahari yang berkelanjutan, lembap dan berkabut dan angin-angin puyuh lemah dengan hujan dan salju.

Suhu rata-rata adalah -2°C.

Negara yang berbatasan

sunting

Negara yang memiliki garis pantai yang berbatasan dengan Samudra Arktik adalah:

Asia

sunting

 Rusia (Siberia)

Amerika

sunting

Eropa

sunting

Pelabuhan-pelabuhan Utama

sunting
Pelabuhan-pelabuhan Samudra Arktik

Pranala luar

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b c Michael Pidwirny (2006). "Introduction to the Oceans". www.physicalgeography.net. ;
  2. ^ Aagaard, K. (Januari 2001). "Some Thoughts on the Freezing and Melting of Sea Ice and Their Effects on the Ocean" (PDF). Polar Science Center, Applied Physics Laboratory, University of Washington. ; ; Pemeliharaan CS1: Tahun (link)
  3. ^ a b Wright, John W. (ed.) (2006). The New York Times Almanac (Edisi 2007). New York, New York: Penguin Books. hlm. 455. ISBN 0-14-303820-6. ;
  4. ^ "The Mariana Trench - Oceanography". www.marianatrench.com. 2003-04-04. ; ;
  5. ^ a b c d e "Arctic Ocean". CIA World Factbook. 30 November 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-05-09. Diakses tanggal 2007-02-23. ; ; Pemeliharaan CS1: Tahun (link)
  6. ^ Simmon, Robert. "Continued Sea Ice". Diarsipkan dari asli tanggal 2006-10-07. Diakses tanggal 2007-02-23. ; ; ;

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar danau terdalam di dunia

David T.; Styles, Peter; Muñoz, Miguel (1999), "Heatflow, Temperature and Bathymetry of Lago General Carrera and Lago Cochrane, Southern Chile" (PDF), Extended

Malaysia Airlines Penerbangan 370

Meteorological and oceanographic maps and charts relevant to Flight 370 NOAA Bathymetry & Digital Elevation Models (ocean depth in metres) 777-200 Airplane Characteristics

Selandia Baru

Sherman; MacLeod, Christopher; Taylor, Brian; Goodliffe, Andrew (2000). "Bathymetry of the Tonga Trench and Forearc: A Map Series". Marine Geophysical Researches

Laut Aegea

November 2011. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-10-09. "EMODnet Digital Bathymetry (DTM)". European Union. Diakses tanggal 23 September 2022.

Palung Sunda

Heather A.; Jamieson, Alan J. (2022). "High‐resolution multibeam sonar bathymetry of the deepest place in each ocean". Geoscience Data Journal. 9. Royal

Laut

Atmospheric Administration. Diakses tanggal 5 Juli 2013. "Marine and Coastal: Bathymetry". Geoscience Australia. Diakses tanggal 25 September 2013. "Research topics"

Journal of Geophysical Research

Parsons, B.; Sclater, J. G. (1982). "Analysis of variation of ocean-floor bathymetry and heat-flow with age". Journal of Geophysical Research. 82 (5): 803–827

Danau Huron

Danau Erie lantas ke samudera. National Geophysical Data Center (1999). "Bathymetry of Lake Erie and Lake Saint Clair". National Oceanographic and Atmospheric