Gajah afrika membentuk genus Loxodonta.

Dalam biologi, takson (back-formation dari taksonomi; jamak:: taxa) adalah sebuah kelompok yang mencakup satu atau lebih populasi suatu atau beberapa organisme yang tampak oleh taksonom untuk membentuk sebuah unit. Takson biasanya diketahui dengan suatu nama tertentu dan diberi peringkat tertentu, terkhususnya bila atau sudah diakui dan telah mapan, meski tidak diwajibkan untuk memiliki keduanya. Namun, sangat lumrah bagi taksonom untuk tetap berdebat mengenai apa yang masuk kedalam sebua takson dan kriteria-kriteria yang digunakan untuk pemasukan, terkhususnya dalam konteks nomenklatur berbasis-peringkat "Linnaean" (hal ini lebih tidak sering terjadi dalam tata nama filogenetika).[1] Bila sebuah takson diberi sebuah nama ilmiah yang formal, penggunaannya kemudian ditentukan oleh salah satu hukum-hukum tata nama yang menrinci nama ilmiah mana yang cocok untuk suatu pengelompokan.

Percobaan-percobaan awal dalam mengklasifikasi dan mengurutkan organisme (tumbuhan dan hewan) barangkali ditetapkan pada masa prasejarah, oleh para pemburu-pengumpul, seperti yang disarankan oleh taksonomi-taksonomi tradisional yang cukup rumit. Jauh setelah itu, Aristoteles, dan belakangan lagi, ilmuwan-ilmuwan Eropa, seperti Magnol,[2] Tournefort,[3] dan sistem-sistem Carl Linnaeus dalam Systema Naturae edisi ke-10 (1758),[4] beserta sebuah karya yang tidak diterbitkan oleh Bernard de Jussieu dan Antoine Laurent de Jussieu, turut berkontribusi ke dalam bidang ini. Ide mengenai sebuah sistem klasifikasi biologi berbasis unit pertama kali dibuat tersedia secara luas pada 1805 setelah terbitnya karya Jean-Baptiste Lamarck, Flore françoise, dan Principes élémentaires de botanique oleh Augustin Pyramus de Candolle. Lamarck membentuk sebuah sistem untuk "klasifikasi alami" tumbuhan. Sejak saat itu, ahli sistematika terus membangung klasifikasi-klasifikasi akurat yang mencakup keanekaragaman kehidupan; saat ini, sebuah takson yang "baik" atau "berguna" umumnya merujuk kepada takson-takson yang mewakili hubungan evolusioner.[note 1]

Banyak ahli sistematika modern, seperti pendukung tata nama filogenetika, menggunakan metode-metode kladistika yang mewajibkan takson-taksonnya untuk berupa monofiletik (semua anggotanya keturunan dari satu leluhur bersama). Oleh karena itu, satuan dasar mereka, klad, setara dengan taksonnya, bila mengasumsikan bahwa takson-takson harus mewakili kekerabatan evolusioner. Serupa dengan hal ini, di antara taksonom-taksonom kontemporses yang bergelut dengan tata nama Linnaeus (binomial) tradisional, beberapa mengusulkan takson-takson yang mereka tahu merupakan takson parafiletik.[5] Contoh sebuah takson yang sudah mapan sejak lama yang bukan sebuah klad adalah kelas Reptilia, reptil; burung dan mamalia adalah keturunan hewan yang secara tradisional diklasifikasikan sebagai reptil, tetapi tidak dari keduanya dimasukkan kedalam Reptilia (burung ditempatkan di kelas Aves, mamalia di kelas Mamalia).[6]

Istilah takson pertama kali digunakan pada tahun 1926 oleh Adolf Meyer Abich untuk kelompok-kelompok hewan, sebagai pembentuk dari kata taxonomy (taksonomi). Kata taksonomi sudah diciptakan seabad sebelumnya dari istilah Yunani yaitu taxis (taksis), yang artinya susunan dan nomos yang berarti metode. Untuk tumbuhan, istilah ini dikemukakan oleh Herman Johannes Lam di tahun 1948 dan diadopsi ke Kongres Internasional Botani VII yang diadakan tahun 1950.

Referensi

sunting
  1. ^ Cantino, Philip D.; de Queiroz, Kevin (2000). International Code of Phylogenetic Nomenclature (PhyloCode): A Phylogenetic Code of Biological Nomenclature (dalam bahasa Inggris). Boca Raton, Fl: CRC Press. hlm. xl + 149. ISBN 0429821352.
  2. ^ Magnol, Petrus (1689). Prodromus historiae generalis plantarum in quo familiae plantarum per tabulas disponuntur (dalam bahasa Latin). Montpellier: Pech. hlm. 79.
  3. ^ Tournefort, Joseph Pitton de (1694). Elemens de botanique, ou Methode pour connoître les plantes. I. [Texte.] / . Par Mr Pitton Tournefort... [T. I-III] (dalam bahasa Inggris). Paris: L’Imprimerie Royale. hlm. 562.
  4. ^ Quammen, David (June 2007). "A Passion for Order". National Geographic Magazine. Diarsipkan dari asli tanggal August 27, 2008. Diakses tanggal 27 April 2013.
  5. ^ de Queiroz, K & J Gauthier (1990). "Phylogeny as a Central Principle in Taxonomy: Phylogenetic Definitions of Taxon Names" (PDF). Systematic Zoology. 39 (4): 307–322. doi:10.2307/2992353. JSTOR 2992353.
  6. ^ Romer, A. S. (1970) [1949]. The Vertebrate Body (Edisi 4th). W.B. Saunders.


Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda <ref> untuk kelompok bernama "note", tapi tidak ditemukan tanda <references group="note"/> yang berkaitan

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Etimologi

dan tulisan aslinya bermakna "aneka ragam sayur." Daftar etimologi Back-formation Kata kerabat Etimologi nama perusahaan Etimologi nama negara Awal kata

SEA V.League

pipeline". Volleyverse. Diakses tanggal 26 December 2016. "Superliga eyes formation of Southeast Asian meet". Malaya Business Insight. 7 July 2015. Diakses

Gigolo

yang dipekerjakan sebagai teman menari. Pelacuran pria Word Reference, Back Formation from Gigolette Diarsipkan 2023-01-24 di Wayback Machine.. Diakses pada

Abstraksi

1126/science.211.4479.283. PMID 17748027.. James, Paul (1996). Nation Formation: Towards a Theory of Abstract Community. London: Sage Publications. James

Film B

Columbia University Press. ISBN 0-231-12967-X Wyatt, Justin (1998). "The Formation of the 'Major Independent': Miramax, New Line, and the New Hollywood"

Johor Darul Ta'zim FC

November 2016. Diakses tanggal 28 November 2016. "THE MISSION BEHIND THE FORMATION OF YAYASAN JD". JOHOR DARUL TA’ZIM FC. Johor Southern Tigers Sdn Bhd.

Partai Unionis Demokrat

The men on the Antrim hillside became the nucleus of a paramilitary formation 'The Third Force' which would play a role in what the DUP called 'The

Fluoresensi

Purificación; Liras, Marta; Rodríguez, Benjamín (2009). "Structure and formation of the fluorescent compound of lignum nephriticum" (PDF). Organic Letters