Cetakan berwarna dari fabel La Fontaine karya Jean-Baptiste Oudry

Semut dan Belalang, berjudul alternatif Belalang dan Semut (atau Para Semut) adalah salah satu Fabel Aesop yang diberi nomor 373 dalam Perry Index.[1] Fabel tersebut mengisahkan bagaimana seekor belalang yang kelaparan mengemis makanan dari seekor semut saat musim dingin datang dan ditolak. Situasi tersebut memberikan pelajaran moral mengenai kebajikan dari kerja keras dan perencanaan untuk masa depan.[2]

Namun, bahkan pada zaman Klasik, nasihat tersebut tidak dipercaya oleh sebagian orang dan cerita alternatif menggambarkan industri semut sebagai hal yang kejam dan hanya mementingkan diri sendiri. Penuturan kembali Jean de la Fontaine yang sangat ironis dalam bahasa Prancis kemudian memperluas perdebatan hingga mencakup tema belas kasih dan amal. Sejak abad ke-18 belalang dipandang sebagai tipe seniman dan pertanyaan tentang kedudukan budaya dalam masyarakat juga dimasukkan. Perdebatan mengenai makna ambivalen dalam fabel pada umumnya dilakukan melalui adaptasi atau reinterpretasi fabel dalam bidang sastra, seni, dan musik.

Referensi

sunting
  1. ^ Ben Edwin Perry (1965). Babrius and Phaedrus. Loeb Classical Library. Cambridge, MA: Harvard University Press. hlm. 487, no. 373. ISBN 0-674-99480-9.
  2. ^ Brewer's Concise Dictionary of Phrase and Fable, London reprint 1992, p.36

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pria Tua dan Putra-putranya

menjadi tak terkalahkan jika bersatu. Fabel tersebut dicantumkan oleh Babrius dalam kumpulan cerpennya. Kemudian, Pseudo-Plutarch mengisahkan cerita

Anjing dan Serigala

dibuktikan kemudian dalam sumber-sumber cerita Yunani, termasuk koleksi Babrius dan koleksi Faedrus yang berbahasa Latin. Fabel tersebut juga populer pada

Fabel Aesop

Babrius and Phaedrus, (Loeb Classical Library) Cambridge: Harvard University Press, 1965. English translations of 143 Greek verse fables by Babrius,

Petani dan Bangau

satu fabel Aesop yang muncul dalam bahasa Yunani dalam kumpulan cerpen Babrius dan Aftonius dan memiliki sedikit perbedaan dalam penceritaan sepanjang

Gagak dan Kendi

trans. W.R.Paton, New York 1916, poem 272, p.145 Ben Edwin Perry (1965). Babrius and Phaedrus. Loeb Classical Library. Cambridge, MA: Harvard University

Tikus Desa dan Tikus Kota

tersebar pada zaman Klasik dan terdapat sebuah versi Yunani awal karya Babrius (Fabel 108). Horace mencantumkannya sebagai bagian dari salah satu satirnya

Para Banteng dan Singa

satu per satu. Versi awal dongeng ini berbahasa Yunani, yang dimulai oleh Babrius (ca abad ke-2), seorang penulis kumpulan dongeng asal Yunani. Kemudian

Beruang dan Lebah

beruang pada abad ke-15 dan abad ke-16. Paola Cifarelli, “Fables: Aesop and Babrius”, in The Classical Heritage in France, Brill 2002, p.445 Harley MS 3448