Paus sperma
Rentang waktu: Oligosen – sekarang 25–0 jtyl
Seekor paus sperma sedang berenang bersama dengan anaknya
Perbandingan ukuran dengan manusia
CITES Apendiks I (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Infraordo: Cetacea
Famili: Physeteridae
Genus: Physeter
Spesies:
P. macrocephalus
Nama binomial
Physeter macrocephalus
Habitat utama (bintik hitam)
Sinonim
  • Physeter catodon Linnaeus, 1758
  • Physeter microps Linnaeus, 1758
  • Physeter tursio Linnaeus, 1758
  • Physeter australasianus Desmoulins, 1822

Koteklema,[3][4][5] paus sperma (bahasa Inggris: sperm whale), atau paus kepala kotak (Physeter macrocephalus) adalah hewan terbesar dalam kelompok paus bergigi sekaligus hewan bergigi terbesar di dunia.

Paus ini dinamakan 'paus sperma' karena pada awalnya bahan putih susu spermaceti yang terdapat pada kepalanya dikira sebagai sperma. Kepala paus sperma yang besar dan bentuk keseluruhannya yang berbeda, ditambah lagi kemunculannya dalam novel Moby-Dick yang ditulis oleh Herman Melville, membuatnya juga dikenal sebagai paus arketipe (archetype). Sebagian karena Melville, paus sperma sering dihubungkan dengan Leviathan semi-mistis dari cerita-cerita Alkitab. Paus sperma juga dulu dikenal sebagai Common Cachalot.

Deskripsi fisik

sunting

Ciri khas dari paus sperma adalah kepalanya yang besar, lebih-lebih untuk pejantannya, yang biasanya bisa mencapai sepertiga daripada panjang badannya. Nama spesiesnya sendiri Macrocephalus diambil dari bahasa Yunani untuk "kepala besar". Berbeda dengan kulit licin yang dimiliki oleh kebanyakan paus lain, kulit bagian belakang paus sperma biasanya berkedut. Mereka bewarna abu-abu walaupun kadang kelihatan berwarna cokelat di bawah cahaya matahari ("Great White Whale" dalam novel Melville, kalaupun ada, kemungkinan adalah albino). Tidak mengherankan kalau otak paus sperma adalah yang terbesar dan terberat bagi semua hewan (berat rata-ratanya 7 kg dalam paus jantan dewasa). Namun, otak paus sperma adalah tidak begitu besar jika dibandingkan dengan ukuran badannya.

Lubang pernapasan (blowhole) terletak berdekatan dengan bagian depan kepala dan condong ke kiri (jika dilihat dari arah yang sama dengan paus). Ini memberikan ciri-ciri embusan berkembang yang jelas ke arah depan. Sirip belakangnya terletak sekitar dua pertiga dari bawah tulang belakang dan biasanya pendek dan berbentuk segitiga sama kaki. Fluke-nya juga berbentuk segitiga dan amat tebal. Fluke-nya diangkat tinggi-tinggi dari air sebelum paus melakukan penyelaman dalam.

Paus Sperma mempunyai 20–26 pasang gigi kerucut pada rahang bawah mereka. Setiap gigi bisa mempunyai berat sampai satu kilogram. Asal bentuk gigi ini tidaklah diketahui dengan pasti. Dipercayai bahwa gigi-gigi tersebut tidak diperlukan untuk mengonsumsi sotong, malah ada paus sperma liar yang sehat dan cukup makan tetapi tidak bergigi. Konsensus para ilmuwan masa kini adalah gigi-gigi tersebut mungkin digunakan dalam pertengkaran antara paus jantan dalam spesies yang sama. Hipotesis ini konsisten dengan gigi yang berbentuk kerucut dan jarang-jarang. Gigi yang belum sempurna juga terdapat di bagian rahang atas, tetapi gigi tersebut jarang tumbuh dan terlihat di mulut.

Manfaat muntahan

sunting

Ikan paus, khususnya paus sperma, termasuk mamalia yang memiliki muntahan bernilai miliaran. Bentuk dan tekstur muntahan paus atau ambergris seperti bongkahan lilin, yang keluar dari saluran pembuangan kotoran paus yang terdapat pada kepala kotak ikan paus tersebut (Physeter macrocephalus). Saat muntahan ini keluar, akan muncul bau busuk dan berwarna hitam. Tapi, setelah didiamkan lama, bau busuk itu akan berubah menjadi bau harum seperti kesturi.[6]

Ada empat manfaat muntahan paus sperma, yaitu:

Bahan pembuat parfum

sunting

Ambergris paus ini sangat mahal dan biasanya digunakan oleh industri parfum. Namun, lambat laun industri parfum tak lagi menggunakan ambergris karena dilarang oleh International Fragrance Association (IFRA). Ambergris juga pernah digunakan oleh bangsa Arab dan Tiongkok sebagai parfum atau dibakar sebagai dupa.[6]

Bahan untuk pengobatan

sunting

Ambergris paus ini dapat digunakan untuk obat herbal dan sebagai afrodisiak, termasuk obat untuk menyembuhkan penyakit otak, jantung, dan pengindraan.[6]

Penambah rasa makanan

sunting

Ambergris paus tersebut juga dapat digunakan menjadi bahan penambah rasa makanan maupun minuman seperti anggur. Beberapa restoran menggunakan ambergris sebagai penambah rasa untuk koktail, kue khusus, maupun cokelat.[6]

Sanitasi udara

sunting

Manfaat dari ambergis paus ini digunakan pertama kali oleh bangsa Eropa pada abad ke-14. Saat itu, Eropa yang sedang mengalami wabah pencemaran udara menggunakan ambergris untuk menyanitasi udara.[6]

Referensi

sunting
  1. ^ Taylor, B.L.; Baird, R.; Barlow, J.; Dawson, S.M.; Ford, J.; Mead, J.G.; Notarbartolo di Sciara, G.; Wade, P.; Pitman, R.L. (2019). "Physeter macrocephalus". 2019: e.T41755A160983555. doi:10.2305/IUCN.UK.2008.RLTS.T41755A160983555.en. ;
  2. ^ "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2022-01-14.
  3. ^ Koteklema Sumber Hidup Warga Lamalera
  4. ^ Jangan Sebut Mereka Paus Pembunuh, Panggil Saja Seguni
  5. ^ Kotaklema
  6. ^ a b c d e "4 Manfaat muntahan paus yang bernilai miliaran Halaman 5". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-02-28.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pengelabu

pengetahuan yang umum dimiliki manusia. Carl Jung membahas pengelabu sebagai archetype di bagian akhir bukunya, The Archetypes and The Collective Unconscious

Alkimia

yang hidup dari tahun 1330 sampai 1417 merupakan pembuat pola dasar (archetype) dari alkimia tahap selanjutnya. Dia bukan seorang dari kalangan relijius

Mary, Ratu Skotlandia

Emblems for a Queen: The Needlework of Mary Queen of Scots. London: Archetype Publications. ISBN 978-1-904982-36-4. Drew, Joseph (1880). The Rival Queens

Geometri

2008). Rasio Emas: Kisah PHI, Angka Paling Mengagumkan di Dunia. Crown/Archetype. hlm. 166. ISBN 978-0-307-48552-6. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-01

Ratatoskr

net/opinion-guest-authors/squirrel-fuzzy-messengers-ancient-underworld-little-known-archetype-mythology-021729 http://www.ancientpages.com/2020/05/28/ratatoskr-res

Teleskop Luar Angkasa James Webb

(2012). "Experience with the Hubble Space Telescope: 20 years of an archetype". Optical Engineering. 51 (1): 011011–011011–19. arXiv:1203.0002. Bibcode:2012OptEn

Fu Manchu

radio, strip komik, dan buku komik sepanjang 90 tahun, dan telah menjadi archetype dari penjahat jenius di samping menjadi asal muasal dari nama kumis Fu

Pythagoras

pythagoreanis mengenai bayangan (image) yang sesuai dengan pola dasarnya (archetype). Ajaran musica universalis juga menjadi tema yang muncul berulang kali