📑 Table of Contents
Arare

Arare (あられ, 霰) atau arare mochi adalah makanan ringan asal Jepang yang dibuat dari beras ketan. Bentuknya kecil-kecil (panjang sekitar 2 hingga 3 cm, tebal sekitar 3 mm), dan dimatangkan dengan cara dipanggang atau digoreng. Bahan baku dan ukurannya yang kecil-kecil membedakan arare dan okaki dengan senbei yang berukuran besar dan dibuat dari beras.[1] Makanan ringan ini diberi nama "arare" karena terlihat seperti butir-butir hujan es batu.

Arare dibuat dengan cara merendam beras ketan hingga lunak. Setelah itu, beras ketan dihancurkan menjadi tepung, dan dikukus hingga menjadi adonan yang bisa diulen. Adonan dipotong-potong kecil sebelum dikeringkan, diberi rasa, dan dipanggang. Arare dibuat dalam berbagai rasa, dan biasanya manis atau asin (rasa kecap asin atau rasa selada yang berarti rasa garam). Bahan perisa yang umum ditambahkan adalah nori, udang, dan cumi-cumi. Arare juga dibuat berwarna-warni dengan memakai pewarna dari tumbuh-tumbuhan atau pewarna makanan.

Variasi

sunting
Hina arare
  • Hina arare
Hina arare adalah sebutan untuk arare berbentuk bulat dan dibuat berwarna-warni seperti merah jambu, hijau, dan kuning. Seperti halnya hishimochi, hina arare merupakan makanan istimewa untuk anak-anak sewaktu merayakan Hinamatsuri. Makanan ringan lain seperti berondong beras, karinto, dan arare isi kacang juga sering dikemas bersama hina arare.
  • Bubu arare
Pada mulanya, arare dimasukkan ke dalam bungkus furikake sebagai penyerap kelembapan. Pada waktu itu, furikake masih dikemas dalam bungkusan kertas, dan mudah sekali menjadi lembap bila dikemas tanpa arare. Sebagian besar orang ternyata menyukai rasa garing dan renyah arare yang disertakan bersama furikake. Berdasarkan alasan tersebut, produsen terus melanjutkan tradisi memasukkan arare ke dalam furikake walaupun sudah memakai teknologi kemasan modern. Arare di dalam kemasan furikake disebut "bubu arare" (disingkat "bubu") karena orang Kyoto menyebut ochazuke sebagai bubuzuke.

Referensi

sunting
  1. ^ Ang, Catharina Y.W. (1999). Asian Foods: Science and Technology. CRC Press. hlm. 6–7. ISBN 1-5667-6736-9.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Arare, Haju, Mappi

Arare adalah sebuah kelurahan di Distrik Haju, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan, Indonesia. (Indonesia) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-145

Kapal perusak Jepang Arare (1937)

Arare (霰code: ja is deprecated , "Hujan batu es") adalah kapal kesepuluh sekaligus terakhir dari kelas Asashio yang dibangun untuk Angkatan Laut Kekaisaran

Gereja Santo Wilhelmus, Arare

Gereja Santo Wilhelmus yang bernama resmi Gereja Paroki Santo Wilhelmus, Arare adalah sebuah gereja paroki Katolik yang terletak di Kabupaten Mappi, Papua

Prefektur Niigata

Niigata dikenal di seluruh Jepang karena produksi sake, senbei, mochi, dan arare yang berkualitas tinggi. Dalam hal produksi sake, prefektur ini berada di

Daftar kapal perang Angkatan Laut Kekaisaran Jepang

Shiratsuyu Suzukaze Umikaze Yamakaze Yūdachi Kelas Asashio (1936–1937) Arare Arashio Asagumo Asashio Kasumi Michishio Minegumo Natsugumo Ōshio Yamagumo

Bahasa Tamagario

Papua Selatan, Indonesia. Bahasa ini dituturkan di: Distrik Haju: Desa Arare, Kerke, Pagai Distrik Mambioman Bapai: Desa Tereyemu, Magabag Bahasa Yogo

Senbei

senbei jauh lebih tebal, dan berukuran lebih besar daripada okaki atau arare. Walaupun jenis senbei tertentu rasanya manis, rasa senbei umumnya sedikit

Kabupaten Sarmi

Waskey/Tanjung Batu 91.10.14 Pantai Timur Bagian Barat Nengke Dua - 11 Kampung Arare Dabe Dabe Dua Finyabor Finyabor Dua Keder Lama Nengke Nengke Dua Tambrawar