Udang
Rentang waktu: Jura Awal–Sekarang
Udang Palaemon serratus dari infraordo Caridea, yang secara tradisional dikenal sebagai "udang laut umum"
Udang Palaemon serratus dari infraordo Caridea, yang secara tradisional dikenal sebagai "udang laut umum"
Klasifikasi ilmiahSunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Malacostraca
Superordo: Eucarida
Ordo: Decapoda
Kelompok yang termasuk

Udang adalah nama umum yang biasanya digunakan bagi krustasea dengan tubuh memanjang dan moda pergerakan utama berenang – umumnya merupakan dekapoda yang tergolong dalam Caridea atau Dendrobranchiata, meskipun beberapa krustasea di luar ordo ini juga disebut sebagai "udang".

Definisi yang lebih sempit mungkin terbatas pada Caridea, pada spesies yang lebih kecil dari salah satu kelompok yang disebutkan sebelumnya, atau hanya spesies laut. Dalam definisi yang lebih luas, udang dapat dianggap sinonim dengan prawn, yang mencakup krustasea berenang bermata tangkai dengan ekor berotot yang panjang dan sempit (abdomen), sungut panjang (antena), dan kaki biramos yang ramping.[1] Mereka berenang maju dengan mendayung kaki renang di sisi bawah abdomen mereka, meskipun respons melarikan diri mereka biasanya berupa hentakan ekor yang berulang, yang mendorong mereka mundur dengan sangat cepat ("melenting"). Kepiting dan lobster memiliki kaki jalan yang kuat, sedangkan udang biasanya memiliki kaki yang tipis dan rapuh yang digunakan terutama untuk bertengger.[2]

Udang tersebar luas dan melimpah. Terdapat ribuan spesies yang beradaptasi dengan berbagai habitat, baik air tawar maupun laut; mereka dapat ditemukan sedang mencari makan di dekat dasar laut di sebagian besar pantai dan estuari, serta di sungai dan danau. Mereka memainkan peran penting dalam rantai makanan dan merupakan sumber makanan penting bagi hewan yang lebih besar, mulai dari ikan hingga paus; untuk melarikan diri dari predator, beberapa spesies melenting dari dasar laut dan menyelam ke dalam sedimen.[2] Mereka biasanya hidup antara satu hingga tujuh tahun.[3] Udang sering kali bersifat soliter, meskipun mereka dapat membentuk kelompok besar selama musim memijah.[2][4]

Sebagai salah satu hewan bercangkang yang populer dikonsumsi, ekor berotot dari banyak jenis udang dimakan oleh manusia, dan mereka ditangkap serta dibudidayakan secara luas untuk konsumsi manusia. Spesies udang yang penting secara komersial menopang industri senilai 50 miliar dolar per tahun,[2] dan pada tahun 2010 total produksi udang komersial mencapai hampir 7 juta ton.[butuh pemutakhiran] Budi daya udang menjadi lebih umum selama tahun 1980-an, terutama di Tiongkok, dan pada tahun 2007 hasil panen dari tambak udang melampaui penangkapan udang liar. Tangkapan sampingan yang berlebihan dan penangkapan berlebih (dari perikanan liar) merupakan kekhawatiran yang signifikan, dan saluran air dapat mengalami pencemaran ketika digunakan untuk mendukung budi daya udang.

Klasifikasi

sunting

Menurut tradisi, bangsa dekapoda terbagi atas dua anak-bangsa (subordo), yakni dekapod perenang (Natantia) dan dekapod perayap (Reptantia). Natantia mencakup kelompok udang-udangan sejati (shrimp dan prawn) yang bebas berenang kian kemari, meskipun sering pula didapati merayap-rayap di dasar perairan. Kelompok ini mempunyai kaki-kaki yang ramping; abdomen yang memanjang dan pipih tegak; serta dilengkapi dengan sederetan pleopod, yakni kaki-kaki kecil tambahan yang berguna untuk berenang. Sementara Reptantia mencakup kelompok udang karang, udang pasir, udang lumpur, beserta kerabatnya: kelomang, undur-undur laut, dan kepiting. Akan tetapi pengelompokan atas anak-bangsa Natantia dan Reptantia kini dianggap telah usang dan tidak digunakan lagi, karena tidak mencerminkan kekerabatan bangsa dekapod, bahkan taksa-taksa di atasnya, dengan tepat.

Berikut Beberapa jenis udang-udangan dan kerabatnya dari subfilum Krustasea, dapat dilihat pada tabel berikut:

Kelas Ordo Beberapa contoh Foto
Branchiopoda brine shrimp
Daphnia magna
Remipedia
Speleonectes tanumekes
Cephalocarida
Maxillopoda Teritip
Kopepod
Teritip di batu karang
Kopepod Sapphirina vorax
Ostracoda
Cyclocypris ovum
Malacostraca Decapoda udang windu (Dendrobranchiata: Penaeoidea)
udang batu (Dendrobranchiata: Penaeoidea)
udang rebon (Dendrobranchiata: Sergestoidea)
udang windu, Penaeus monodon
udang batu, Metapenaeus ensis
udang galah (Pleocyemata: Caridea: Palaemonoidea)
udang galah, Macrobrachium rosenbergii
udang lumpur (Pleocyemata: Gebiidea)
udang lumpur, Thalassina anomala
udang karang (lobster) & udang pasir
(Pleocyemata: Achelata)
udang karang Panulirus versicolor
udang pasir Thenus orientalis
undur-undur laut (Pleocyemata: Anomura: Hippoidea)
kelomang & ketam kenari (Pleocyemata: Anomura: Paguroidea)
Yutuk monyet Albunea symmysta
Kelomang Pagurus bernhardus
Ketam kenari Birgus latro
kepiting (Pleocyemata: Brachyura)
Rajungan karang Charybdis feriata
Yuyu sawah, Parathelphusa convexa
Stomatopoda udang ronggeng alias udang sentadu
udang ronggeng Oratosquilla oratoria
Euphausiacea kril
Kril antartika Euphausia superba
Kril di pasir pantai
lk. 13 ordo lain

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Shrimp Encyclopædia Britannica. Diakses pada 20 Agustus 2012.
  2. ^ a b c d Rudloe & Rudloe (2009), hlm. 15–26.
  3. ^ "A bouillabaisse of fascinating facts about fish". NOAA: Layanan Perikanan Laut Nasional. Diakses tanggal October 22, 2009.
  4. ^ A. Gracia (1996). "White shrimp (Penaeus setiferus) recruitment overfishing". Penelitian Kelautan dan Air Tawar. 47 (1): 59–65. Bibcode:1996MFRes..47...59G. doi:10.1071/MF9960059.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kerupuk udang

udang berasal dari Sidoarjo. Bahan utama yang digunakan untuk membuat kerupuk ini adalah udang. Udang yang digunakan biasanya udang segar atau udang kering

Krustasea

Krustasea atau Udang-udangan adalah suatu kelompok besar dari artropoda, terdiri dari kurang lebih 52.000 spesies yang terdeskripsikan, dan biasanya dianggap

Udang merah sulawesi

Udang merah sulawesi (Ceyx fallax) adalah spesies burung raja-udang dalam famili Alcedinidae. Burung ini endemik di pulau Sulawesi dan kepulauan Sangihe

Lobster

krustasea besar laut. Lobster juga biasa disebut sebagai, bekara, udang karang atau udang barong. Lobster bercapit jangan dibingungkan dengan lobster spiny

Sumatera Utara

asiri turun 18 persen dari US$ 162.234 menjadi US$ 773.023, hasil laut/udang, minyak kelapa dan kopi robusta juga mengalami penurunan cukup drastis hingga

Udang kipas

Udang kipas (Thenus orientalis) adalah spesies lobster sandal dari Samudera Hindia dan Pasifik. Hewan ini merupakan satu-satunya spesies dalam genus Thenus

Sambal goreng udang

Sambal udang (bahasa Indonesia: sambal goreng udangcode: id is deprecated atau bahasa Minangkabau: [balado udang] Galat: {{Lang}}: text has italic markup

Udang di balik batu

Udang di balik batu atau Ada udang di balik batu merupakan salah satu peribahasa Nusantara yang sarat dengan makna filosofis. Secara harfiah, ungkapan