Apuleius
Sketsa Apuleius
Sketsa Apuleius
Lahirc. 125
Madaurus
Meninggalc. 180
PekerjaanNovelis, penulis, pembicara publik
Karya terkenalKeledai Emas

Apuleius (/[invalid input: 'icon']ˌæp[invalid input: 'jʉ']ˈləs/; kadang disebut Lucius Apuleius; c. 125 – c. 180) adalah seorang penulis prosa Latin. Dia adalah orang Berber,[1] dari Madaurus (kini M'Daourouch, Algeria). Dia belajar filsafat Platonis di Athena dan berkelana ke Italia, Asia Kecil, serta Mesir kuno. Dia juga masuk ke dalam beberapa kultus pemujaan atau misteri. Dia pernah dituduh menggunakan sihir untuk memikat seorang janda kaya.

Karyanya yang paling terkenal adalah novel berjudul Metamorphoses, atau yang lebih dikenal sebagai Keledai Emas. Itu adalah satu-satunya novel Latin yang masih tersisa secara utuh. Isinya menceritakan petualangan Lucius, yang mencoba-coba sihir dan secara tidaks engaja berubah menjadi seekor keledai.

Catatan kaki

sunting
  1. ^ "Berbers: ... The best known of them were the Roman author Apuleius, the Roman emperor Septimius Severus, and St. Augustine", Encyclopedia Americana, Scholastic Library Publishing, 2005, v.3, hlm.569

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Misteri-misteri Isis

Golden Ass atau Keledai Emas), yang ditulis pada abad kedua Masehi oleh Apuleius. Di dalamnya, orang yang diinisiasi menjalani penyucian ritual yang rumit

Keledai Emas

Metamorphoses karya Apuleius adalah satu-satunya novel Romawi kuno dalam bahasa Latin yang masih ada dalam keadaan utuh. Novel ini diberi sebutan Keledai

Daftar dewa-dewi Romawi

yang memegang neraca keadilan. Di dalam novel Metamorphoses karangan Apuleius, tokoh utama Lucius diceritakan berdoa kepada dewi Mesir Helenistis, Isis

Isis

Apuleius telah memengaruhi praktik-praktik banyak perkumpulan rahasia. Novel Jean Terrasson dari tahun 1731 yang berjudul Sethos menjadikan Apuleius sebagai

Satir (seni)

menggunakan istilah "satire" dalam pengertian modern yang lebih luas adalah Apuleius. Bagi Quintilian, satire adalah bentuk sastra yang ketat, tetapi istilah

Niccolò Machiavelli

kesusasteraan, dia pernah menulis suatu tiruan dari the Golden Ass of Apuleius, the play Mandragola, serta Seven Books on the Art of War. Tentu saja di

Liminalitas

wilayah antara keduanya. Pernikahannya dengan Dewa Kematian dalam versi Apuleius mencakup dua ritus liminal klasik menurut Van Gennep: pernikahan dan kematian

Stoikisme

2009, hlm. 522 Bobzien 1996b, hlm. 133 Kneale & Kneale 1962, hlm. 169 Apuleius, De Interpretatione 209. 9–14) Barnes 1997, hlm. 82 Inwood 2003, hlm. 232