Minyak aprikot (apricot oil atau apricot kernel oil) adalah minyak nabati yang dihasilkan dari proses pemerasan dan ekstraksi biji aprikot (Prunus armeniaca). Tanaman aprikot berasal dari Armenia dan dikembangkan di berbagai negara yang memiliki iklim sedang. Buah aprikot memiliki kandungan gizi yang tinggi, seperti karbohidrat, vitamin A, vitamin C, riboflavin, niacin, mineral, serat.[1] Di bagian dalamnya terdapat biji aprikot yang memiliki kandungan minyak sebesar 40-50%, 23% protein, 35.26% karbohidrat, 4,71% serat, asam lemak esensial, serta tinggi vitamin dan antioksidan.[2]

Terdapat dua tipe biji aprikot, tipe biji yang manis dan biji pahit. Biji aprikot manis bisa dikonsumsi langsung tanpa perlu pemrosesan. Biji aprikot pahit, diekstrak untuk dimanfaatkan kandungan minyaknya. Minyak yang dihasilkan dari biji aprikot dapat digunakan untuk bidang kosmetika dan kuliner.

Kegunaan

sunting

Kosmetika

sunting

Minyak aprikot mengandung vitamin E dan asam lemak yang tinggi. Teksturnya cair dan mudah dioleskan ke bagian tubuh, sifatnya mudah menyerap dan tidak meninggalkan rasa berminyak di kulit. Keunggulan ini menjadikan minyak aprikot banyak digunakan di industri kosmetik. Minyak aprikot digunakan pada produk minyak pijat, minyak rambut, pelembap bibir, pelembap tubuh, sabun.

Kuliner

sunting

Kandungan fitokimia dan tokoferol yang tinggi pada minyak aprikot, memiliki manfaat kesehatan dan bisa dikonsumsi untuk penderita penyakit jantung. Minyak aprikot memiliki rasa dan aroma kacang yang dapat digunakan sebagai minyak aromatik untuk salad maupun saus. Minyak aprikot bisa digunakan sebagai pengganti minyak goreng dan dipanaskan pada suhu tinggi.[1]

Proses ekstraksi

sunting

Biji aprikot utuh dihancurkan dan dipisahkan antara bagian keras dan lunak. Bagian biji yang lunak akan dikeringkan dan dilanjutkan ke proses ekstraksi. Minyak aprikot hasil ekstraksi bisa diperoleh dari proses tradisional, konvensional maupun menggunakan teknologi baru. Proses tradisional masih dilakukan di daerah pedalaman seperti di Ladakh, India. Biji yang telah dikeringkan akan digilas menggunakan batu sampai kandungan minyaknya keluar.[3]

Pada proses konvensional, biji aprikot dimasukkan ke dalam mesin mekanis. Gaya mekanis mesin akan menghancurkan dinding sel dan membuat minyak mudah keluar. Cara lain yang dapat digunakan pada proses konvensional adalah menggunakan bahan pelarut seperti heksan, dietil eter, petrolum eter, dan etanol. Minyak yang dihasilkan dengan bahan pelarut, selanjutnya akan diproses melalui tahap penyulingan.

Teknik ekstraksi minyak terus berkembang dan menggunakan peralatan modern. Teknologi terbaru dalam proses ekstraksi minyak bisa dilakukan menggunakan pemanggang gelombang mikro, ultrasound, enzim, maupun menggunakan cairan khusus yang bisa mengontrol kondisi temperatur dan tekanan.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c Pawar, Krantidip R.; Nema, Prabhat K. (2023-03). "Apricot kernel characterization, oil extraction, and its utilization: a review". Food Science and Biotechnology. 32 (3): 249–263. doi:10.1007/s10068-022-01228-3. ISSN 2092-6456. PMC 9905367. PMID 36778095.
  2. ^ Çulluoğlu, Nurhayat; Arslan, Mehmet (September, 2020). "OIL CONTENT AND FATTY ACID COMPOSITION OF APRICOT VARIETIES". International Agricultural, Biological & Life Science Conference: 804–807.
  3. ^ Gupta, Anil; Sharma, P.C. (2009). "Standardization of technology for extraction of wild apricot kernel oil at semi-pilot scale". Diakses tanggal 2025-11-01.