Oei Wie Gwan (Hanzi sederhana: 黄维源; Hanzi tradisional: 黃維源; Pinyin: Huáng Wéiyuán; Pe̍h-ōe-jī: Ûinn Ûi-guân) adalah seorang pengusaha Tionghoa-Indonesia, berasal dari Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Indonesia yang mendirikan perusahaan Djarum.[1]

Karier

sunting

Usaha bisnis pertama

sunting

Usaha bisnis pertamanya adalah mendirikan pabrik kembang api pada tahun 1930-an dengan merek Leo, yang berlokasi di Rembang, Jawa Tengah. Leo menjadi merek kembang api terkemuka di Indonesia.[2][3]

Pada suatu waktu di tahun 1938, pabriknya meledak, menewaskan dan melukai beberapa pekerjanya. Meskipun demikian, pabriknya dibangun kembali dan terus memproduksi kembang api.[2]

Pabrik tersebut terus memproduksi kembang api sepanjang Perang Dunia II hingga menutup usahanya setelah proklamasi Kemerdekaan Indonesia.[2]

Djarum

sunting

Pada tahun 1951, Oei Wie Gwan membeli sebuah bisnis kecil bernama Djarum Gramophon, yang secara harfiah berarti "jarum gramofon".[4]

Perusahaan ini berdiri pada tanggal 21 April 1951 di Jalan Bitingan Kudus dengan jumlah karyawan 10 orang. Usaha kecil-kecilan ini segera berkembang pesat.[5]

Kretek menjadi bisnis pilihan Oei Wie Gwan setelah bisnis kembang apinya ditutup. Di bawah merek PT Djarum, tembakau dan cengkih dicampur dalam rokok.[butuh rujukan]

Biografi

sunting

Ia lahir di Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Hindia Belanda. Tanggal lahir dan nama ibunya tidak diketahui, nama ayahnya adalah Oei Tjiep Djien. Ia menikah dengan Goei Tjoe Nio.[6][7]

Ia meninggal dunia pada tahun 1963. Ia meninggalkan putranya, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono untuk meneruskan perusahaan tersebut.[8][9]

Pranala luar

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Djarum - Semangat Kemajuan". www.djarum.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-08-05.
  2. ^ a b c Habib, Tomyzul (2022-03-09). "Leluhur Crazy Rich Indonesia! Ini 5 Fakta Menarik Oei Wie Gwan, Ayah Robert dan Michael Hartono". akurat.co. Diakses tanggal 2023-08-05.
  3. ^ "The Tale of the Conglomerates (Serial 1): Michael Bambang Hartono, from Fireworks Factory to the Richest". TrenAsia. Diakses tanggal 2023-08-05.[pranala nonaktif permanen]
  4. ^ "Djarum PT". Encyclopedia.com. Diakses tanggal 2023-08-05.
  5. ^ "Djarum - Semangat Kemajuan". www.djarum.com. Diakses tanggal 2023-08-05.
  6. ^ "Goei Tjoe Nio". geni_family_tree (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-08-05.
  7. ^ "Oei Tjiep Djien". geni_family_tree (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-08-05.
  8. ^ "Webb-site Who's Who: Oei, Wie Gwan". webb-site.com. Diakses tanggal 2023-08-05.
  9. ^ Rimba, Ara (2016-03-11). "Top 10 Indonesia's Richest People". Alux.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-08-05.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Stasiun Oe

Stasiun Oe (小江駅code: ja is deprecated , Oe-eki) adalah stasiun kereta api di Kota Takaki, Isahaya, Prefektur Nagasaki, Jepang. Stasiun ini dioperasikan

Letusan gunung api

Letusan gunung api atau letusan gunung berapi merupakan peristiwa yang terjadi akibat magma di dalam perut bumi yang keluar oleh gas yang bertekanan tinggi

Tekwan

bahasa Hokkien tâi-oân (台丸) yang secara homofon mirip Taiwan (Hanzi: 台灣; Pe̍h-ōe-jī: Tâi-oân). Tekwan merupakan kuliner hasil perpaduan budaya Palembang dan

Daftar pulau di Indonesia menurut luas wilayah

96.1321 10 Kecamatan Kabupaten Simeulue Aceh Hog, Pulo Babi, Simalu, Poelo Oe, Poelau Simatoer, Poelau Simeuloee, Simaloer, Vergens 38 Pulau Bacan 1.822

Bakmi

Bakmi (Hanzi: 肉麵; Pe̍h-ōe-jī: bah-mī) adalah salah satu jenis sajian mi yang dipopulerkan oleh pedagang-pedagang Tiongkok ke Indonesia. Bakmi juga sering

Stasiun Bandung Gudang

Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. Oei Koen Soey (16 Oktober 1905). "Petroleum (advertentie)". de Preangerbode.

Kereta Lintas Hutan Alishan

(Hanzi: 阿里山森林鐵路; Pinyin: Ālǐshān Sēnlín Tiělù; Pe̍h-ōe-jī: A-lí-san Sim-lîm Thih-lō͘) adalah kereta api lintas hutan sepanjang 86 km di resor pegunungan

Stasiun Ōe (Aichi)

Stasiun Ōe (大江駅code: ja is deprecated , Ōe-eki) adalah sebuah stasiun kereta api yang dioperasikan oleh Meitetsu di Jalur Tokoname dan Jalur Chikkō yang