Partikel Alfa
Peluruhan alfa
Komposisi: 2 proton, 2 neutron
Simbol: α, α2+, He2+
Massa: 6,644657230(82)×10−27 kg[1]

4,001506179127(63) u
3,727379378(23) GeV/c2

Muatan listrik: e
Spin: 0[2]
Partikel alpha terdefleksi oleh medan magnet
Radiasi alpha terdiri dari nukleus helium-4 dan dapat dengan mudah dihentikan dengan selembar kertas saja. Radiasi beta, yang terdiri dari elektron, dapat dihentikan dengan lempengan aluminium. Radiasi gamma diabsorbsi secara perlahan pada saat mempenetrasi material yang padat.

Partikel Alpha (dinamakan sesuai huruf pertama pada abjad Yunani, α) adalah bentuk radiasi partikel yang sangat menyebabkan ionisasi, dan kemampuan penetrasinya rendah. Partikel tersebut terdiri dari dua buah proton dan dua buah neutron yang terikat menjadi sebuah partikel yang identik dengan nukleus helium, dan karenanya dapat ditulis juga sebagai He2+.

Partikel Alpha dipancarkan oleh nuklei yang radioaktif seperti uranium atau radium dalam proses yang disebut dengan peluruhan alpha. Kadang-kadang proses ini membuat nukleus berada dalam excited state dan akan memancarkan sinar gamma untuk membuang energi yang lebih.

Setelah partikel alpha dipancarkan, massa atom dari elemen yang memancarkan akan turun kira-kira sebesar 4 amu. Ini dikarenakan oleh hilangnya 4 nukleon. Nomor atom dari atom yang bersangkutan turun 2, karena hilangnya 2 proton dari atom tersebut, menjadikannya elemen yang baru. Contohnya adalah radium yang menjadi gas radon karena peluruhan alpha.

Partikel Alpha tidak dapat menembus kertas yang agak tebal karena muatannya.

Referensi

sunting
  1. ^ "CODATA Value: Alpha particle mass". NIST. Diakses tanggal 15 September 2011.
  2. ^ Krane, Kenneth S. (1988). Introductory Nuclear Physics. John Wiley & Sons. hlm. 246–269. ISBN 0-471-80553-X.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Prion

Prusiner. Protein tersebut dinyatakan prion, untuk "Proteinacious infectious particle", dari kata protein dan infection. Ketika prion ditemukan, hipotesis pertama

Daftar metode analisis kimia

Atomic fluorescence spectroscopy (AFS) (ID: Spektroskopi pendaran atom) Alpha particle X-ray spectrometer (APXS) (ID: Spektrometer sinar-X partikel alfa) Capillary

Aktinium-225

Scheinberg, D. A.; McDevit, M. R. (2011). "Actinium-225 in targeted alpha-particle therapeutic applications". Current Radiopharmaceuticals. 4 (4): 306–320

Boson Higgs

exploratorium. Particle Data Group: Review of searches for Higgs bosons. Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda <ref> untuk kelompok bernama "lower-alpha", tapi

Radium

a27_001. ISBN 978-3-527-31097-5. l'Annunziata, Michael F. (2007). "Alpha particle induced nuclear reactions". Radioactivity: Introduction and history

Alam semesta

Diakses tanggal January 8, 2013. [Q] Why do particle physicists care so much about the Higgs particle? [A] Well, actually, they don't. What they really

Aktinium

Malkemus, D.; Mirzadeh, S. (2005). "Production of actinium-225 for alpha particle mediated radioimmunotherapy". Applied Radiation and Isotopes. 62 (5):

Ion helium hidrida

Perkiraan dari data kelarutan Coyne, John P.; Ball, David W. (2009). "Alpha particle chemistry. On the formation of stable complexes between He2+ and other