Alegori adalah majas yang menjelaskan maksud tanpa secara harfiah. Umumnya alegori merujuk kepada penggunaan retorika, tetapi alegori tidak harus ditunjukkan melalui bahasa, misalnya alegori dalam lukisan atau pahatan.[1] Contoh penggunaan majas ini dapat dibaca pada kalimat berikut ini:[2]

Kehidupan manusia layaknya sebuah sungai yang dialiri air. Sebelum mencapai muara dan bertemu air laut, air tersebut harus melewati ragam tempat. Ia bisa menyusuri tebing-tebing, bahkan terkadang jurang. Air sungai tak pernah melawan arus, ia mengalir apa adanya hingga ia pada akhirnya tiba pada muara dimana ia akan lebur menjadi air laut

Makna dari majas alegori tersebut adalah hidup sebagai seorang manusia tidaklah mudah, kita bisa saja bertemu dengan hal yang tidak menyenangkan, tapi sama seperti air sungai kita tak harus melawan, membiarkan nasib membawa kita adalah hal yang ingin disampaikan oleh penutur dengan menggunakan kiasan “air sungai tak pernah melawan arus yang membawanya kemana saja, baik itu tebing atau jurang sekalipun”. Hidup akan selalu ada muaranya berarti hidup manusia akan selalu ada akhirnya.[2]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Majas Dalam Roman Habis Gelap Terbitlah Terang Terjemahan Armijn Pane". Khatulistiwa. 2 (9): 4. 2013. ISSN 2715-2723.
  2. ^ a b Ngatiyem (2017). "Kemampuan Menentukan Bentuk dan Makna Majas pada Siswa Kelas IX MTSN 3 Banjarmasin". Hadratul Madaniyah. 4 (2): 35. ISSN 2407-3865.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Alegori gua Plato

Alegori gua adalah sebuah alegori yang dikemukakan oleh filsuf Yunani Plato dalam karyanya Republik (514a–520a, Buku VII) untuk membandingkan “pengaruh

Binatangisme

walaupun baru sukses pada penghujung dasawarsa 1950-an. Animal Farm ialah alegori satiris tentang totalitarianisme Uni Soviet. Peristiwa-peristiwa utama

Danse Macabre

Prancis), juga disebut Tarian Kematian', adalah sebuah genre artistik dari alegori Abad Pertengahan Akhir tentang alam kematian. Danse Macabre terdiri dari

Lord of the Flies

Lord of the Flies adalah novel alegori karya William Golding. Novel ini memenangkan hadiah nobel. Novel ini mendiskusikan bagaimana budaya dibentuk oleh

Ngayau

yang sentral dalam pembahasan tentang praktik berburu kepala. Puncak dari alegori luar biasa yang menjadi hal yang sentral dalam upacara perburuan kepala

Penafsiran alegori Alkitab

Penafsiran alegori Alkitab adalah sebuah metode penafsiran (eksegesis) yang menyatakan bahwa Alkitab memiliki berbagai tingkat pengartian dan lebih berfokus

Mitos

menyatakan bahwa mitos dimulai sebagai suatu alegori. Menurut suatu teori, mitos-mitos bermunculan sebagai alegori tentang fenomena alam: Apollo melambangkan

Madawi

mempersiapkan perang Kurukshetra. Kisah tersebut merupakan salah satu alegori yang dipakai Narada untuk menasihati Duryodana dan manyarankan para tetua