Alanina
Alanina pada pH fisiologis
Alanina dalam bentuk non-ionik
Nama
Nama IUPAC
Alanina
Nama lain
Asam 2-aminopropanoat
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
Nomor EC
KEGG
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/C3H7NO2/c1-2(4)3(5)6/h2H,4H2,1H3,(H,5,6)/t2-/m1/s1 checkY
    Key: QNAYBMKLOCPYGJ-UWTATZPHSA-N checkY
  • InChI=1/C3H7NO2/c1-2(4)3(5)6/h2H,4H2,1H3,(H,5,6)
    Key: QNAYBMKLOCPYGJ-UHFFFAOYAA
  • O=C(O)C(N)C
  • O=C(O)[C@@H](N)C
Sifat
C3H7NO2
Massa molar 89,09 g·mol−1
Penampilan Serbuk putih
Densitas 1,424 g/cm3
Titik lebur 297 °C (570 K) (terdekomposisi)
Titik didih 250 °C (523 K) (menyublim)
167,2 g/L (25 °C)
Keasaman (pKa) 2,35 (karboksil); 9,69 (amino)[1]
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Alanina (Ala, A) atau asam 2-aminopropanoat merupakan salah satu asam amino bukan esensial yang berwujud seperti serbuk putih. [2]Bentuk yang umum di alam adalah L-alanin (S-alanin) meskipun terdapat pula bentuk D-alanin (R-alanin) pada dinding sel bakteri dan sejumlah antibiotika.L-alanin merupakan asam amino proteinogenik yang paling banyak dipakai dalam protein setelah leusin (7,8% dari struktur primer dari 1.150 contoh protein).

Sintesis

sunting

Alanina biasanya dibuat melalui transfer satu gugus amina ke asam piruvat.[2] Reaksi transaminasi bersifat reversibel (dapat-balik) sehingga alanina mudah dibuat dari piruvat dan berhubungan erat dengan jalur metabolik utama seperti jalur glikolisis, glukoneogenesis, dan daur sitrat.

Peran

sunting

Gugus metil pada alanina sangat tidak reaktif sehingga jarang terlibat langsung dalam fungsi protein (enzim). Alanina dapat berperan dalam pengenalan substrat atau spesifisitas, khususnya dalam interaksi dengan atom nonreaktif seperti karbon. Dalam proses pembentukan glukosa dari protein, alanina berperan dalam daur alanina.

Bahan pangan sumber alanina

sunting

Setiap bahan pangan yang kaya protein seperti daging, ikan, susu, telur, dan kacang-kacangan kaya akan alanina.

Referensi

sunting
  1. ^ Dawson, R.M.C.; et al. (1959), Data for Biochemical Research, Oxford: Clarendon Press
  2. ^ a b Parker,, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Alanina karboksipeptidase

Karboksipeptidase alanina (bahasa Inggris: alanine carboxypeptidase, N-benzoyl-L-alanine-amidohydrolase, ACP, EC 3.4.17.6code: en is deprecated ) adalah

Alanina transaminase

Transaminase alanina (bahasa Inggris: alanine transaminase, alanine aminotransferase, serum glutamic pyruvic transferase, ALT, ALAT, SGPT, EC 2.6.1.2code:

Lintasan alanina

Lintasan alanina adalah lintasan non-energetik yang menghantarkan senyawa NH+ dari sel otot menuju organ hati. Sel otot akan menggunakan asam amino sebagai

Labu kuning

sejumlah asam amino lain yang diperlukan kelenjar prostat seperti seminal alanina, glisina, asam glutamat, dan mengandung unsur mineral Zn (seng) dan Mg

Asam amino

dikelompokkan menurut sifat atau struktur kimiawinya: Glisina (Gly, G) Alanina (Ala, A) Valina (Val, V) Leusina (Leu, L) Isoleusina (Ile, I) Serina (Ser

Peptida

karboksil dari asam amino lain. Contoh dari peptida yang terbentuk dari alanina dan glisina adalah alaniglisina, di mana penamaan tersebut menggambarkan

Seftriakson

bagian D-alanil-D-alanina, dan PBP menyerang cincin beta-laktam di seftriakson seolah-olah itu adalah substrat D-alanil-D-alanina normalnya. Aktivitas

Sikloserin

residu D-alanina ini bersama-sama dengan mengkatalisis pembentukan ikatan dipeptida D-alanina-D-alanina yang bergantung ATP antara molekul D-alanina yang