📑 Table of Contents
Lokasi kesultanan

Kesultanan Agadez (juga dikenal sebagai Kesultanan Tenere Aïr,[1] Kesultanan Aïr, atau Asben[2]) adalah kerajaan Berber yang awalnya berpusat di kota Agadez, dan sebelumnya di desa Tadaliza, di Pegunungan Aïr, yang terletak di tepi selatan Gurun Sahara di wilayah tengah-utara Niger. Kesultanan ini didirikan pada tahun 1405 oleh suku Tuareg.[3]

Pada tahun 1500, Kesultanan Agadez ditaklukkan oleh Kekaisaran Songhai.[1] Setelah kekalahan Kekaisaran Songhai pada 1591, Agadez kembali meraih kemerdekaan. Pada abad ke-17, kesultanan ini mengalami penurunan tajam dalam jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi. Pada tahun 1906, Kesultanan Agadez berada di bawah kekuasaan Prancis. Saat ini, kesultanan ini berstatus sebagai monarki non-berdaulat di Niger.

Sejarah

sunting

Asal-usul

sunting

Asal-usul Kesultanan Agadez bervariasi menurut hubungan antar kelompok drum (klan berdasarkan garis keturunan) dan konfederasi Tuareg. Sebagian besar tradisi menyepakati adanya krisis di kalangan Tuareg pada abad ke-14. Kelompok Itesen merupakan yang paling berkuasa, tetapi pemimpinnya tidak diakui oleh kelompok lain. Sejarah lisan Aïr menceritakan bahwa kesultanan ini didirikan sekitar tahun 1405 oleh suku-suku Tuareg lokal yang menginginkan organisasi antar-suku untuk memediasi perselisihan antar klan. Sultan pertama, Yunǝs atau Yunus, dipilih karena merupakan anak dari seorang Tuareg dari Targa (Libya) dan seorang taklit atau budak perempuan lokal, sehingga dianggap netral secara politik di antara faksi-faksi Iṣandalăn, Itesăn, Ilisăwăn, dan Ibǝrkorăyăn yang terlibat dalam pendirian. Sejak itu, setiap Sultan diwajibkan menikahi seorang taklit untuk mencegah persaingan antar suku.[3][4]: 26–7 

Pengganti Yunǝs, yang juga keponakan dari saudarinya, Ălxăsăn (atau Akkasan), memindahkan pusat kesultanan ke Agadez yang baru didirikan pada 1413. Kota ini dihuni oleh suku Kel Gubǝr, Ibǝrkorăyăn, dan Igdalăn Tuareg, serta pedagang Hausa Katsināwa yang mendirikan fasilitas pewarnaan indigo pertama. Setiap suku memiliki distrik atau wilayah sendiri di kota untuk menampung idǝrfan (orang merdeka), meskipun suku-suku tersebut hanya sesekali menetap karena tetap menjalani gaya hidup nomaden.[3] Wilayah ini awalnya dihuni oleh Hausa Gobir yang kemudian pindah ke selatan,[5] sebagaimana dicatat dalam Kitab Asi Sultanati Ahyar I.[6]: 26–7 

Awalnya, pusat kesultanan berada di Tadaliza, kemudian di Tin Chaman, yang kini merupakan situs arkeologi di Pegunungan Aïr. Tradisi menyebut Sultan pertama yang menetap di Agadez adalah Sultan Yusuf, yang pindah ke sana untuk mencari keamanan setelah konflik dengan kelompok lain. Pemindahan ini terjadi di tengah perkembangan besar di wilayah tersebut pada abad ke-15, saat Kekaisaran Bornu melakukan ekspansi dan Katsina berada di bawah dinasti Muhammad Korau. Agadez kemudian menjadi pusat perdagangan penting dalam jalur perdagangan trans-Sahara antara Kerajaan Hausa dan Afrika Utara.[4]: 26–7 

Referensi

sunting
  1. ^ a b James B. Minahan (2016). Encyclopedia of Stateless Nations: Ethnic and National Groups around the World, 2nd Edition. ABC-CLIO. hlm. 418. ISBN 978-1-61069-954-9.
  2. ^ " Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Air" . Encyclopædia Britannica. Vol. 1 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 442–443).
  3. ^ a b c Souag, Lameen (2022). "Prasse, Karl-G. & Ghabdouane Mohamed. 2019. L'Histoire du Niger, transcrit du touareg de l'Ayr. Tome I. Ăttarix wan Nižer (229 pp.) – Tome II. Textes traduits en français. (204 pp.) – Supplement by Harry Stroomer 'In memoriam Karl-Gottfried Prasse & Ghabdouane Mohamed' (34 pp.). Berber Studies vol. 53. Köln: Rüdiger Köppe. ISBN 978-3-89645-953-4. 98€". Afrikanistik-Aegyptologie-Online (dalam bahasa Inggris).
  4. ^ a b Shillington, Kevin (2005). Encyclopedia of African History 3-Volume Set (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-1-135-45670-2.
  5. ^ Sutton, J. E. G. (1979). "Towards a Less Orthodox History of Hausaland". The Journal of African History. 20 (2): 179–201. doi:10.1017/S0021853700017011. ISSN 0021-8537. JSTOR 181513.
  6. ^ Shillington, Kevin (2005). Encyclopedia of African History 3-Volume Set (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-1-135-45670-2.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Agadez

Agadez /ˈæɡədɛz/ merupakan kota terbesar kelima Niger. Penduduknya berjumlah 80.000 jiwa (2005). Aboubacar Adamou. "Agadez et sa région. Contribution à

Agadez (departemen)

Agadez adalah sebuah departemen di Niger. Departemen ini memiliki luas wilayah 634,209 kilometer persegi (244,869 sq mi) dan populasi 321.639 jiwa (2001)

Region Agadez

Agadez adalah salah satu region di Niger. Ibu kota region berkode ISO 3166 NE-1 ini terletak di Agadez. Menurut sensus 2012, jumlah penduduk region dengan

Gereja Santo Agustinus, Agadez

fr is deprecated ) adalah sebuah gereja paroki Katolik yang terletak di Agadez, Niger. Gereja ini didedikasikan kepada Santo Agustinus. Gereja ini berada

Azalai

pula rute kafilah garam utama lainnya di Afrika Barat yang menghubungkan Agadez dengan Fachi dan Bilma di Niger bernama Taghlamt (dalam Tamasheq, atau Taglem

Niger

berasal dari 280.000 SM, ditemukan di Adrar Bous, Bilma dan Djado di Wilayah Agadez bagian utara. Beberapa dari temuan ini dikaitkan dengan budaya peralatan

Gurun Sahara

milimeter (4 in) hingga 250 milimeter (10 in). Misalnya, Timbuktu, Mali dan Agadez, Niger ditemukan di zona ini. Inti hiperarid tengah yang luas dari gurun

Departemen Arlit

Arlit adalah sebuah departemen di Kawasan Agadez, Niger. Ibu kotanya berada di kota Arlit. Pada 2012, departemen tersebut memiliki total populasi 105,025