Sebuah tabel berjudul "Alfabet Saxon" pada halaman terakhir dari The Difference between an Absolute and Limited Monarchy (edisi pertama, 1714) yang ditulis oleh John Fortescue[1] Kolom pertama ("Figure") dari tabel menunjukkan huruf-huruf dari Alfabet Latin Inggris Kuno, dan kolom kedua ("Power") merupakan padanan modernnya.

Alfabet Latin Inggris Kuno (bahasa Inggris Kuno: Læden stæfrof) secara umum terdiri atas 24 huruf yang digunakan untuk menulis bahasa Inggris Kuno dari abad ke-8 hingga ke-12. Sebanyak 20 huruf diturunkan langsung dari alfabet Latin, dua huruf Latin yang termodifikasi (Æ, Ð), dan dua dikembangkan dari alfabet Rune (Ƿ, Þ). Huruf K, Q, dan Z tidak digunakan untuk menulis kata-kata bahasa Inggris asli.

Huruf

sunting
Huruf besar
A Æ B C D Ð E F /G H I L M N O P R S T Þ U Ƿ X Y
Huruf kecil
a æ b c d ð e f /g h i l m n o p r s/ſ t þ u ƿ x y

Bahasa Inggris Kuno ditulis dalam Alfabet Rune (Futhorc) namun beralih menggunakan huruf paruh uncial dari Alfabet Latin yang diperkenalkan oleh misionaris Katolik Irlandia[2] pada abad ke-8. Huruf-huruf tersebut diganti oleh insular, suatu ragam kursif dan runcing dari huruf paruh uncial. Ragam huruf-huruf tersebut digunakan hingga akhir abad ke-12 ketika minuskul Karoling menggantikan insular, bersama dengan pergeseran konvensi ejaan ke arah Alfabet Prancis Kuno, mulai umum digunakan ketika memasuki era bahasa Inggris Pertengahan.

Huruf ðæt ð (disebut eth atau edh dalam bahasa Inggris Modern) adalah modifikasi dari huruf d, sedangkan huruf thorn þ dan wynn ƿ diserap dari Futhorc. Juga digunakan simbol untuk kata hubung dan, sebuah karakter yang mirip angka tujuh (, disebut tanda Tironia atau ond), dan simbol untuk kata ganti relatif þæt (berarti "itu"), sebuah thorn dengan palang melintang (). Makron ¯ di atas vokal jarang digunakan untuk menunjukkan vokal yang panjang, tetapi juga kadang-kadang digunakan sebagai indikator sengau (semacam tilde) jika vokal digantikan oleh s (ms atau ns akan berubah menjadi ◌̄s).

Referensi

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ John Fortescue (1714), The Difference between an Absolute and Limited Monarchy: As it More Particularly Regards the English Constitution. Being a Treatise Written by Sir John Fortescue, Kt. Lord Chief Justice, and Lord High Chancellor of England, under King Henry VI. Faithfully Transcribed from the MS. Copy in the Bodleian Library, and Collated with Three Other MSS. Publish'd with some Remarks by John Fortescue-Aland, of the Inner-Temple, Esq; F.R.S. (Edisi 1st), London: John Fortescue Aland; printed by W[illiam] Bowyer in White-Fryars, for E. Parker at the Bible and Crown in Lombard-Street, and T. Ward in the Inner-Temple-Lane, OCLC 642421515.
  2. ^ Crystal, David (1987). The Cambridge Encyclopedia of Language. Cambridge University Press. hlm. 203. ISBN 0-521-26438-3.

Daftar pustaka

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Psikofisika

mengembangkan beragam metode psikofisika, diantaranya adalah batas absolut (Absolute Threshold), perbedaan ambang batas, dan metode penyesuaian. Selain meneliti

Funmi Iyanda

asli tanggal 2023-04-08. Diakses tanggal 2020-05-02. "NIGERIAN WOMEN SAY ABSOLUTE NO TO FUEL SUBSIDY REMOVAL". World Pulse (dalam bahasa Inggris). 2012-01-10

Tau Ceti

bebas tanpa ditandai (link) Feng, Fabo; et al. (2017). "Color Difference Makes a Difference: Four Planet Candidates around Tau Ceti". The Astronomical Journal

Nix (satelit)

Northon, Karen (3 Juni 2015). "NASA's Hubble Finds Pluto's Moons Tumbling in Absolute Chaos". Lakdawalla, Emily. "DPS 2015: Pluto's small moons Styx, Nix, Kerberos

Karya Slavoj Žižek

danes, Ljubljana: Društvo za teoretsko psihoanalizo. 2000, The Fragile Absolute: Or, Why is the Christian Legacy Worth Fighting For?, London: Verso. 2000

Sūtra Tathāgatagarbha

diarsipkan dari asli (PDF) tanggal March 27, 2013 Hubbard, Jamie (2001), Absolute Delusion, Perfect Buddhahood, Honolulu: University of Hawai’i Press King

Ateisme

grounds for the suspension of belief. This is because when we have a lack of absolute proof we can still have overwhelming evidence or one explanation which

Impatiens viridiflora

intestines wall were determined by the method of Silina, T.L., et al. (2010) in absolute values of average brightness levels of ultrasound image pixels using the