Universal Music Indonesia
Perusahaan indukPolyGram (1990an-1998)
Universal Music Group (1998-sekarang)
Didirikan1987
GenreBervariasi (umumnya lebih ke pop dan R&B)
Asal negaraIndonesia
LokasiIntiland Tower, Jalan Jenderal Sudirman Kav.32, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat 10250

Universal Music Indonesia (sebelumnya bernama Suara Sentral Sejati dan PolyGram Indonesia) adalah perusahaan rekaman yang berbasis dan berdomisili di Jakarta, Indonesia yang berdiri pada tahun 1987. Perusahaan ini merupakan cabang dari Universal Music Group. Perusahaan ini telah menghasilkan beberapa penyanyi sukses di kancah musik seluruh Indonesia maupun negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Marion Jola, Lyodra, Tiara Andini, Ziva Magnolya, dan Keisya Levronka. [1]

Saat ini perartisan yang dinaungi oleh Universal Music Indonesia lebih cenderung mengarah ke nama-nama yang bernaung di Star Media Nusantara yang notabene adalah alumni Indonesian Idol, terhitung sejak 2012. Sebelumnya, perusahaan rekaman ini pernah menaungi beberapa artis yang digemari generasi remaja dengan segmentasi menengah ke atas, seperti RAN, Gruvi, HiVi! ataupun Ecoutez. Namun di tengah melambungnya alumni Indonesian Idol di label ini, Universal tetap mempertahankan grup musik pop rock alternatif Samsons (dari mulai era Bams, Aria Dinata hingga Adrian Martadinata sebagai vokalis) sebagai salah satu artis utamanya (flagship) yang dinaunginya, dikarenakan artis inilah yang membawa nama besar dari label ini sendiri.

Sebelum bertransformasi sebagai label spesialis musik pop dan R&B, di awal berdirinya pada tahun 1998, Universal Music Indonesia juga pernah mengalami peruntungan dalam menaungi artis-artis yang terkenal pada masa kejayaan rok alternatif mewarnai industri musik tanah air seperti Funky Kopral, Radja (dalam album Lepas Masa Lalu (2001)) hingga Seventeen (2003-2005).

Daftar artis

sunting

Catatan:

Saat ini

sunting

Mantan

sunting

Sub label

sunting

Label In-house

sunting

Distribusi

sunting

Sub non-label

sunting
  • Universal Music Publishing Indonesia

Catatan

sunting
  1. ^ Kenangan Indah di Masa depan (Arsy Widianto, Gusty Pratama, Rachel Rae)
  2. ^ Proyek Yovie Widianto bersama dengan Rio Febrian, Dudy Oris, Hedi Yunus, Marcell Siahaan & Fatur

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Tiket, Dewa (2023-03-20). "7 Label Rekaman Terbesar di Indonesia dan Penyanyi Di Dalamnya". dewatiket.id. Diakses tanggal 2023-06-03.

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

ABDACOM

gabungan Sekutu di kemudian hari dalam perang. Usaha untuk mengorganisasi ABDA Command mulai segera setelah perang antara Sekutu dan Jepang yang bermula

Dukkalah 'Abdah

Letak Doukkala Abda di Maroko

Gunung Lawu

Kurniadi, Rizal; Triyoso, Kaswandhi; Widowati, Sri; Asmara Hadi, M. Rizka; Abda, M. Rizal; K. Martha, Rio; Fatiah, Elfa; Rizal Komara, Insan (17 August 2019)

Pertempuran Selat Badung

Bandung di Jawa Barat) antara Komando Amerika-Britania Raya-Belanda-Australia (ABDA) dan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Dalam pertempuran tersebut, empat kapal

Pertempuran Laut Jawa

konvoi Angkatan Invasi Timur yang sedang mendekat dari Selat Makassar. Armada ABDA terdiri atas 2 kapal penjelajah berat (HMS Exeter , USS Houston dan 3 kapal

Daftar perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia

2002 (2002-04-03) 3.935.892.857 Pemantauan Khusus Consumer Cyclicals 3 BEI: ABDA Asuransi Bina Dana Arta Tbk. 6 Juli 1989 (1989-07-06) 620.806.680 Pemantauan

Asuransi Bina Dana Arta

nama menjadi Asuransi Bina Dana Arta, juga dikenal sebagai Asuransi ABDA atau ABDA Insurance. Perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada

Daftar Direktur Utama Pertamina

2017. Estanto, Nina; Setiawan, Gatot (20 Juni 2002). MTA (ed.). "Faisal Abda`oe Berpulang". Liputan6.com. Diakses tanggal 7 Februari 2017. Sugiharto,