929
MileniumMilenium ke-1
Abad
Dasawarsa 
Tahun


929 dalam kalender lain
Kalender Gregorian929
CMXXIX
Kalender Bahá'í−915 – −914
Kalender Bali850–851
Kalender Bengali336
Kalender Berber1879
Kalender Buddha1473
Kalender Burma291
Kalender Tionghoa戊子(Tikus Tanah)
3625 atau 1479
    — sampai —
己丑年 (Kerbau Tanah)
3626 atau 1480
Kalender Koptik645–646
Kalender Etiopia921–922
Kalender Ibrani4689–4690
Kalender Hindu
 - Vikram Samvat985–986
 - Shaka Samvat851–852
 - Kali Yuga4030–4031
Kalender Holosen10929
Kalender Iran307–308
Kalender Islam316–317
Kalender JepangEnchō 7
(延長7年)
Kalender Jawa828–829
Kalender Julian929
CMXXIX
Kalender Korea3262
Kalender Nanakshahi−539
Suriyakhati1472

929 (CMXXIX) adalah tahun biasa yang diawali hari Kamis dalam kalender Julian, tahun ke-929 dalam sebutan Masehi (CE) dan Anno Domini (AD), tahun ke-929 pada Milenium ke-1, tahun ke-29 pada Abad ke-10, dan tahun ke- 10 dan terakhir pada dekade 920-an. Mulai awal tahun 929, kalender Gregorian terhitung 5 hari setelah kalender Julian, yang merupakan kalender dominan pada saat itu.

Peristiwa

sunting


Kelahiran

sunting


Kematian

sunting

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Al-Andalus

Umayyah (711-755), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (756-929), sebuah kekhalifahan sendiri (929-1031), dan akhirnya terpecah menjadi "taifa" atau "Muluk

Medang

mengidentifikasi periode Jawa Timur (929–1016 M) dari kedatuan ini sebagai Medang untuk membedakannya dengan periode Jawa Tengah (732–929 M). Meninjau dari beberapa

Mpu Sindok

Siṇḍok Śrī Īśānawikrama Dharmottuṅgadewawijaya, dan memerintah sekitar tahun 929–947 M. Mpu Sindok sangat dikenal dalam sejarah Nusantara karena meninggalkan

Gunung Halimun

Barat) serta Kabupaten Lebak (Banten). Gunung dengan ketinggian sekitar 1.929 mdpl ini merupakan gunung tertinggi di Provinsi Banten dan termasuk dalam

Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Statistik DKI Jakarta tahun 2020, jumlah penduduk Jakarta adalah 11.100.929 jiwa. Namun pada siang hari, angka tersebut dapat bertambah seiring datangnya

Kesultanan Pajang

dari Medang Jawa Tengah menuju Medang Jawa Timur atau Medang era Pu Sindok (929-947 M), sungai Bengawan berperan penting sebagai jalur transisi. Ini terbukti

Kabupaten Sumba Barat

tahun sebelumnya, dengan jumlah rumah tangga pada tahun 2015 sebanyak 22.929 rumah tangga. Kepadatan penduduk Kabupaten Sumba Barat pada tahun 2015 sebesar

Daftar penguasa Jawa

Rakai Layang Dyah Tlodhong (919-924) Rakai Pangkaja Dyah Wawa (924-929) Mpu Sindok (929-947) Isyanatunggawijaya (947-985) Makutawangsawardhana (985-990)