Perkesa'78
Nama lengkapPersatuan Sepak bola Kebajoran & Sekitarnya
Berdiri
  • Maret 17, 1978; 48 tahun lalu (1978-03-17) (sebagai Perkesa'78)
  • 1987; 39 tahun lalu (1987) (sebagai Perkesa Mataram)
Dibubarkan1992; 34 tahun lalu (1992)
Stadion
PemilikAcub Zainal
LigaGalatama

Perkesa'78 adalah sebuah klub sepak bola Galatama yang berdiri di Jakarta, tetapi bermarkas di Bogor. Klub ini berdiri pada tahun 1978, yang didirikan oleh Brigadir Jendral TNI (Purn.) Acub Zainal.

Sejarah

sunting

Perkesa'78 adalah salah satu anggota pertama Liga Sepak Bola Utama dari 14 tim, bersama Arseto, BBSA Tama, Buana Putra, Cahaya Kita, Indonesia Muda, Jaka Utama, Jayakarta, NIAC Mitra, Pardedetex, Sari Bumi Raya, Tidar Sakti, Tunas Inti, Warna Agung.

Klub ini didirikan oleh Brigadir Jendral TNI (Purn.) Acub Zainal, Mantan Panglima Kodam (Pangdam) XVII Cendrawasih yang juga mantan Gubernur Irian Jaya (1973-1975), saat itu mencari bibit-bibit pesepakbola dari Papua dan menampungnya dalam klub Perkesa 78. Klub ini menjadi peserta dalam Kompetisi Galatama (Liga Sepakbola Utama), kompetisi semiprofesional pertama di Indonesia yang dibentuk pada 17 Maret 1978.

Berbeda dengan Kompetisi Perserikatan yang levelnya masih amatir, Galatama jadi kompetisi yang bisa dibilang cikal bakal kompetisi profesional Liga Indonesia sekarang. Sayangnya, Galatama tinggal kenangan karena berakhir pada 1994.

Peserta-peserta Galatama musim pertama 1979-1980 belum mencakup seluruh daerah Indonesia. Dari Indonesia timur, pesertanya datang dari Bali, Makassar dan Palu. Belum ada Persipura yang mewakili provinsi paling timur. Kendati begitu, bukan berarti Galatama tanpa para pemain Papua.

Para pemain dari Papua bergabung dengan klub Perkesa 78 yang didirikan Acub Zainal. Namanya melejit di dunia olahraga dan sepakbola berkat kesuksesannya sebagai ketua pelaksana Pekan Olahraga Nasional VII tahun 1969 di Surabaya.

Awalnya, Perkesa 78 hanya tim amatir di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Nama klubnya juga merupakan kependekan dari asal daerah itu: Persatuan Sepakbola Kebayoran dan Sekitarnya.

Klub itu kemudian menjadi perseroan terbatas (PT) pada November 1978 untuk diikutkan dalam kompetisi Galatama pada musim pertama. Acub Zainal sebagai direktur utama, Martalegawa sebagai direktur pemasaran, R.A.S. Kartawidjaja sebagai direktur umum dan Wijatno Darman sebagai direktur keuangan.

Mereka dibawa dari Papua untuk kemudian ditempa di Cipaku, Bogo dengan suasana penuh optimisme. Meski dilatih keras dengan disiplin ala militer, bukan berarti Acub mengabaikan perasaan para pemainnya. Dilatih untuk menang, tapi pemain harus tetap senang.

Harapan Acub hancur karena para pemain Perkesa 78 menerima suap dari bandar judi. Terlebih perantara suap adalah sang kapten, Jafeth Sibi. Tempo, 14 Juli 1979, melaporkan para pilar Perkesa 78 melalui Jafeth Sibi disogok Rp1,5 juta dari JSG (Jeffry Suganda Gunawan) untuk mengalah dari tim Cahaya Kita dalam laga di Stadion Menteng, Jakarta pada 5 Juni 1979.

Selain Jafeth, para pemain yang rata-rata menerima Rp80 ribu antara lain Fredrik Sibi, Saul Sibi, Baco Ivac Dallom, dan Yulius Wolff. Acub yang mengetahui dari seorang “Mister X” lewat sepucuk surat, bak tersambar petir. Setelah mericek laporan dari sepucuk surat tersebut, Acub membawa skandal suap ini ke pengurus Galatama. Tidak lama setelah rapat Komisi Galatama, Acub memutuskan membubarkan Perkesa 78. Kapten Jafeth Sibi dipecat dan para pemain yang menerima suap diganjar sanksi.

Masyarakat Papua geger dan berharap Perkesa 78 tidak dibubarkan. Banyaknya desakan dan saran dari berbagai kalangan, membuat Acub batal membubarkan Perkesa 78. Namun, klub harus berpindah-pindah tempat. Dari Bogor, klub pindah ke Sidoarjo menjadi Perkesa Sidoarjo pada 1980, kemudian pindah lagi ke Yogyakarta menjadi Perkesa Mataram pada 1987.[1]

Referensi

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

70-an

sengit oleh bangsa Kaledonia. 71 M - Chadae dari Goguryeo 76 M - Hadrianus 78 M - Zhang Heng 79 M - Paus Linus Wikimedia Commons memiliki media mengenai

Moto3 musim 2026

Kejuaraan Dunia Moto3 FIM 2026 akan menjadi kelas ringan dari musim ke-78 Kejuaraan Dunia Balap Jalan Raya FIM Pembalap Indonesia pertama yang podium Gp

Ilyushin Il-78

Ilyushin Il-78 ( nama pelaporan NATO Midas) adalah pesawat pengisian bahan bakar udara tanker bermesin empat berdasarkan Il-76 . Pesawat tanker Il-76 digunakan

SMA Negeri 78 Jakarta

Sekolah Menengah Atas Negeri 78 Jakarta (SMAN 78) adalah Sekolah Menengah Atas Negeri yang berlokasi di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. Sekolah

Moto2 musim 2026

Kejuaraan Dunia FIM Moto2 2026 akan menjadi kelas menengah dari musim ke-78 FIM Kejuaraan Dunia Balap Jalan Raya. Semua tim akan menggunakan ban Pirelli

Daerah Istimewa Yogyakarta

ini terdiri atas satu kota, dan empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78 kapanewon/kemantren, dan 438 kalurahan/kelurahan. Menurut sensus penduduk

Sydney

dengan temperatur udara rata-rata di Observatory Hill 18.6-25.8 °C (65.5-78.4 °F). Rata-rata 14.6 hari per tahun mencapai 30 °C (86,0 °F). Temperatur

78 (angka)

78 (tujuh puluh delapan) adalah sebuah angka, sistem bilangan, dan nama dari glyph yang mewakili angka tersebut. Angka ini merupakan bilangan asli di antara