IRS-1C adalah satelit penginderaan jauh India keempat dibangun, dan dirancang oleh India Space Research Organization. Tujuan utama IRS-1C adalah untuk memberikan akuisisi sistematis dan berulang-ulang dari data permukaan bumi dalam kondisi pencahayaan hampir konstan.

Referensi

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Hamengkubuwana

yang bersifat turun-temurun (Undang-Undang No. 13 Tahun 2012, Pasal 18 ayat 1c) dengan masa jabatan selama 5 tahun (Pasal 25 ayat 1) tanpa dibatasi oleh

IRNSS-1C

IRNSS-1C akan seri satelit Ketiga dari tujuh di India Regional Navigational Satellite System (IRNSS) setelah IRNSS-1A dan 1B IRNSS-. Satelit adalah salah

IL-2 Sturmovik (series)

dengan nama merek 1C: Maddox Games, mengikuti hubungannya dengan 1C Company dari Soviet (Rusia). Pada 2011, Maddox Games meninggalkan 1C Company pada 2011

Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta

Lion Air Terminal 1C melayani maskapai penerbangan berbiaya rendah domestik yaitu: Citilink Terminal 1B pada tahun 2025. Terminal 1C pada tahun 2025. Terminal

Bandar Udara Internasional Juanda

domestik dan terbagi menjadi 3 Pintu Keberangkatan, yaitu Terminal 1A, 1B, dan 1C. Terminal 1A digunakan untuk maskapai Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita

KIPP IKN

ini dibagi menjadi tiga wilayah yaitu 1A (bagian utara), 1B (tengah) dan 1C (bagian selatan) dengan fokus utamanya pada wilayah 1A yang merupakan pusat

Stasiun Sudirman

terhubung dengan Stasiun LRT Dukuh Atas pada pembangunan LRT Jakarta fase 1C, usai pembangunan fase 1B selesai dilakukan. Stasiun ini memiliki dua jalur

TRAPPIST-1c

TRAPPIST-1c adalah sebuah planet ekstrasurya yang mengorbit di sekitar bintang katai ultradingin TRAPPIST-1 sekitar 40 tahun cahaya jauhnya di konstelasi