1757
MileniumMilenium ke-2
Abad
Dasawarsa 
Tahun

1757 (MDCCLVII) adalah tahun biasa yang diawali hari Sabtu dalam kalender Gregorian dan tahun biasa yang diawali hari Rabu dalam kalender Julian, tahun ke-1757 dalam sebutan Masehi (CE) dan Anno Domini (AD), tahun ke-757 pada Milenium ke-2, tahun ke-57 pada Abad ke-18, dan tahun ke- 8 pada dekade 1750-an. Mulai awal tahun 1757, kalender Gregorian terhitung 11 hari setelah kalender Julian, yang tetap digunakan di sejumlah negara tertentu sampai tahun 1923.

Peristiwa

sunting

Lihat pula

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Ratu Inwon

Permaisuri Kim Inwon (인원왕후 김씨, 1687–1757), juga dikenal dengan Ibu Suri Hyesun, secara resmi merupakan permaisuri ketiga dari Raja Sukjong. Dia berasal

Perjanjian Salatiga

Perjanjian Salatiga adalah perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 17 Maret 1757 di Salatiga. Perjanjian ini diadakan untuk menyelesaikan perselisihan atas

Sukjong dari Joseon

1667–1701) - Tanpa keturunan Ratu Inwon dari Klan Gyeongju Kim (인원왕후 김씨, 1687–1757) - Tanpa keturunan Selir: Selir Hui-bin dari Klan Indong Jang (희빈 장옥정, 1659-10

Kesultanan Mataram

damai dari VOC, yang kemudian memunculkan Perjanjian Salatiga pada tahun 1757. Dari perjanjian tersebut, ia diangkat menjadi pangeran miji dan kemudian

Indonesia

Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) dan Perjanjian Salatiga (17 Maret 1757) yang membuat Mataram terpecah-pecah menjadi negara Mangkunagaran, Yogyakarta

Kadipatèn Mangkunagaran

dependen dari Hindia Belanda, wilayah kadipaten ini berdiri sejak tahun 1757 sampai sekarang. Penguasa Mangkunegaran merupakan bagian dari Wangsa Mataram

Makau

Kangxi pada 1684, perdagangan kembali dibatasi melalui Sistem Kanton pada 1757. Kapal asing diwajibkan singgah di Makau sebelum ke Kanton. Pemerintah Qing

Kolkata

ditaklukkan kepala daerah Benggala pada 1756, dan direbut kembali oleh Clive pada 1757. Kolkata ialah ibu kota India antara 1833 sampai 1912. Merupakan pusat industri