📑 Table of Contents
1584
MileniumMilenium ke-2
Abad
Dasawarsa 
Tahun

1584 (MDLXXXIV) adalah tahun kabisat yang diawali hari Minggu dalam kalender Gregorian dan tahun kabisat yang diawali hari Rabu dalam kalender Julian, tahun ke-1584 dalam sebutan Masehi (CE) dan Anno Domini (AD), tahun ke-584 pada Milenium ke-2, tahun ke-84 pada Abad ke-16, dan tahun ke- 5 pada dekade 1580-an. Mulai awal tahun 1584, kalender Gregorian terhitung 10 hari setelah kalender Julian, yang tetap digunakan di sejumlah negara tertentu sampai tahun 1923.

Peristiwa

sunting

Kelahiran

sunting

Kematian

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Gangguan obsesif kompulsif

tentang kecemasan, ketakutan akan agama, dan pikiran jahat". Pada tahun 1584, seorang wanita dari Kent, Inggris, bernama Mrs. Davie, yang digambarkan

Karolus Borromeus

Carolus Borromeuscode: la is deprecated , 1538–1584) merupakan kardinal uskup agung Milan dari 1564 sampai 1584. Ia berasal dari keluarga bangsawan dan belajar

Ivan IV Vasilyevich

Васильевич, Иоанн IV Васильевич; lahir 25 Agustus 1530, meninggal 18 Maret 1584) juga terkenal dengan nama Ivan yang Mengerikan (bahasa Rusia: Иван Грозный)

Miyamoto Musashi

di Jepang pada abad pertengahan. Ia diperkirakan lahir pada sekitar tahun 1584, dan meninggal tahun 1645. Nama aslinya adalah Shinmen Takezo. Kata Musashi

Frederik Hendrik

Frederik Hendrik, Pangeran Oranye (29 Januari 1584 – 14 Maret 1647), adalah penguasa Holland, Zeeland, Utrecht, Guelders, dan Overijssel dari 1625 hingga

Senapati dari Mataram

(kadipaten) di Mentaok yang saat itu merupakan wilayah selatan Pajang. Pada 1584, Panembahan Senapati menjadi adipati menggantikan ayahnya yang telah mangkat

Resolusi 1584 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa

Resolusi 1584 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, diadopsi pada 1 Februari 2005. Usai mengulang resolusi-resolusi seputar situasi di Pantai Gading

Kesultanan Mataram

Sutawijaya atau Panembahan Senapati, menggantikan ayahnya sekitar tahun 1584, dan dia mulai melepaskan Mataram dari kekuasaan Pajang. Di bawah Sutawijaya