1383
MileniumMilenium ke-2
Abad
Dasawarsa 
Tahun


1383 dalam kalender lain
Kalender Gregorian1383
MCCCLXXXIII
Kalender Bahá'í−461 – −460
Kalender Bali1304–1305
Kalender Bengali790
Kalender Berber2333
Kalender Buddha1927
Kalender Burma745
Kalender Tionghoa壬戌(Anjing Air)
4079 atau 1933
    — sampai —
癸亥年 (Babi Air)
4080 atau 1934
Kalender Koptik1099–1100
Kalender Etiopia1375–1376
Kalender Ibrani5143–5144
Kalender Hindu
 - Vikram Samvat1439–1440
 - Shaka Samvat1305–1306
 - Kali Yuga4484–4485
Kalender Holosen11383
Kalender Iran761–762
Kalender Islam784–785
Kalender JepangEitoku 3
(永徳3年)
Kalender Jawa1296–1297
Kalender Julian1383
MCCCLXXXIII
Kalender Korea3716
Kalender Nanakshahi−85
Suriyakhati1926

1383 (MCCCLXXXIII) adalah tahun biasa yang diawali hari Kamis dalam kalender Julian, tahun ke-1383 dalam sebutan Masehi (CE) dan Anno Domini (AD), tahun ke-383 pada Milenium ke-2, tahun ke-83 pada Abad ke-14, dan tahun ke- 4 pada dekade 1380-an. Mulai awal tahun 1383, kalender Gregorian terhitung 8 hari setelah kalender Julian, yang merupakan kalender dominan pada saat itu.

Peristiwa

sunting


Kelahiran

sunting


Kematian

sunting

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Umar bin Hafidz

Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz (lahir 27 Mei 1963 atau 4 Muharram 1383 H), adalah seorang ulama dari Yaman, yang kini tinggal di Kota Tarim, Hadramaut

Hikayat Raja-raja Pasai

dan A.H. Hill pula menyatakan hikayat ini selesai ditulis antara tahun 1383 M hingga 1390 M. Adapun Hooykaas memperkirakan Hikayat ini setidak-tidaknya

Brunei Darussalam

sejak didirikannya kerajaan pada tahun 1363 M yakni: Sultan Muhammad Shah (1383 - 1402) Sultan Ahmad (1408 - 1425) Sultan Syarif Ali (1425 - 1432) Sultan

Nilüfer Hatun

teratai, disebut juga Lülüfer Hatun atau Ülüfer Hatun, meninggal kurang lebih 1383 ), adalah selir Orhan, penguasa Utsmani kedua, dan ibu Murad I, penguasa

Interregnum Portugis 1383–1385

Interregnum Portugis 1383–1385 adalah sebuah masa perang saudara dalam sejarah Portugis saat tidak ada raja mahkota yang memerintah. Hal ini dimulai saat

Kesultanan Samudera Pasai

kembali bangkit di bawah pimpinan Sultan Zain al-Abidin Malik az-Zahir tahun 1383, dan memerintah sampai tahun 1405. Dalam kronik Tiongkok ia juga dikenal

Kabupaten Sampang

ditemukan di situs Pangeran Bangsacara di desa Polagan, menandakan tahun 1383, ketika pembangunan sebuah kuil Buddha dengan ber-relief yang menceritakan

Sumatra

tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlandsch-Indië. 100: 5–25. ISSN 1383-5408. Munoz, Paul Michel (2006). Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago