Xiphos adalah pedang satu tangan dengan mata pedang ganda. Xiphos menjadi senjata utama bagi militer Yunani bersama dory (tombak) atau lembing. Panjang pedang itu sendiri sekitar 60 cm. Xiphos digunakan untuk menusuk ataupun menebas karena bentuknya yang seperti daun. Biasanya digunakan apabila tombak yang dipakai sudah terlepas.

pedang antik, 1-3 xiphos, 4 makhaira

Bentuknya yang lurus dan bermata dua memberikan keampuhan lebih pada senjata tersebut sampai ditemukannya senjata api. Desainnya sendiri memungkinkan untuk menusuk dan memotong.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

UFO

professional historian. Downes, Jonathan Rising of the Moon. 2nd ed. Bangor: Xiphos, 2005. Lawrence Fawcett & Barry J. Greenwood, The UFO Cover-Up (Originally

Pedang

dan bangsa Parthia dan Sassanid di Iran, pedang besi sudah menjadi umum. Xiphos dari yunani dan Gladius dari Romawi adalah contoh sejenis, memiliki panjang

Paus berparuh cuvier

lumba-lumba, padahal mereka adalah paus Nama spesies berasal dari bahasa Yunani xiphos, "pedang", dan Latin cavus, "berlubang" dan mimbar, "paruh", mengacu pada

Xiphosura

Xiphosura (/zɪfoʊˈsjʊərə/; dari bahasa Yunani Kuno ξίφος (xíphos), artinya "pedang", dan οὐρά (ourá), artinya "ekor", yang merujuk ke telson-nya yang mirip

Formasi falangs

pedang pendek yang disebut xiphos. Pedang pendek adalah senjata sekunder, digunakan jika doru rusak atau hilang. Sampel dari xiphos yang ditemukan di situs

Dory

simbol kekuatan militer, bahkan barangkali lebih penting daripada pedang xiphos, seperti dapat dilihat dari ungkapan "Troya ditaklukan oleh dory" dan kata-kata

Simitar

Arab, simitar disebut saif, sebuah istilah yang berasal dari nama pedang xiphos dari Yunani Kuno. Templat:Merriam-Webster James E. Lindsay (2005). Daily

Perang Yunani–Persia

Yunani juga membawa senjata pendukung berupa sebilah pedang yang disebut xiphos. Baju zirah dan perisai yang kuat serta tombak yang lebih panjang menjadikan