Google Map Maker merupakan layanan penyuntingan peta berbasis web yang diluncurkan oleh Google pada Juni 2008.[1] Layanan ini dirancang untuk memperluas cakupan data yang tersedia pada Google melalui pendekatan urun daya (crowdsourcing). Melalui Google Map Maker, pengguna dapat menambahkan, menyunting, dan memperbarui berbagai elemen geografis seperti jalan, bangunan, penanda lokasi, serta titik-titik penting lain untuk meningkatkan akurasi dan kelengkapan data peta.[2]

Layanan ini mendukung berbagai bahasa dan memungkinkan kontribusi berbasis pengetahuan lokal dari masyarakat di berbagai negara.[3] Pada November 2016, Google mengumumkan penghentian Google Map Maker dan menggambungkan fungsinya dengan Google Maps.[4] Secara resmi, Google Map Maker ditutup pada 31 Maret 2017. Fitur-fitur utama dari layanan ini kemudian diintegrasikan ke dalam Google Maps, sehingga pengguna tetap dapat memberikan pembaruan dan penyuntingan informasi peta secara langsung melalui platform tersebut.[5]

Ketersediaan

sunting

Hingga 6 Maret 2016, layanan Google Map Maker tersedia di beberapa negara. Negara-negara tersebut antara lain Bangladesh, Belarus, Bosnia dan Herzegovina, Brasil, Kamboja, Kanada, Kosta Rika, Kroasia, Republik Ceko, Republik Demokratik Kongo, Denmark (tidak termasuk Greenland dan Kepulauan Faroe), Mesir, El Salvador, Estonia, Prancis, Georgia, Jerman, Hungaria, India, Iran, Irak, Italia, Kazakhstan, Kuwait, Makedonia, Malaysia, Meksiko, Moldova, Maroko, Nepal, Belanda, Selandia Baru, Nigeria, Pakistan, Panama, Peru, Filipina, Polandia, Puerto Riko, Rumania, Rusia, Serbia, Slowakia, Arab Saudi, Sri Lanka, Swedia, Taiwan, Ukraina, Britania Raya, Amerika Serikat, Venezuela, dan Vietnam.[6]

Insiden

sunting

Pada April 2015, Google menghapus konten buatan pengguna di Google Map Maker yang menampilkan gambar “robot Android sedang buang air kecil di logo Apple” serta tulisan “Google review policy is crap”. Setelah kejadian tersebut ditemukan di Google Maps,[7][8] Google menonaktifkan sistem persetujuan otomatis dan moderasi pengguna untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Pada 8 Mei 2015, tim Map Maker mengumumkan bahwa fitur penyuntingan akan dinonaktifkan sementara secara global mulai 12 Mei 2015.[9] Layanan penyuntingan kemudian diaktifkan kembali pada Agustus 2015 di enam negara, yaitu Bangladesh, Brasil, Kanada, India, Filipina, dan Ukraina. Dalam tahap ini, Google menerapkan sistem moderasi tambahan dengan melibatkan moderator regional, selain moderasi otomatis dan manual oleh tim internal.[10] Pada 26 Agustus 2015, akses penyuntingan diperluas ke 45 negara lainnya.[11]

Kritik

sunting

Kebijakan Google Map Maker menetapkan bahwa setiap kontributor memberikan kepada Google lisensi yang bersifat permanen, tidak dapat dibatalkan, berlaku secara global, bebas royalti, dan non-eksklusif. Lisensi tersebut memberikan hak kepada Google untuk mereproduksi, mengadaptasi, memodifikasi, menerjemahkan, memublikasikan, menampilkan, mendistribusikan, serta membuat karya turunan dari kontribusi pengguna.[12][13]

Meskipun Google menyediakan formulir untuk mengajukan permintaan unduhan data dari Map Maker, akses melalui antarmuka pemrograman terhadap data tersebut tidak tersedia. Beberapa pengamat menyampaikan kekhawatiran bahwa kebijakan ini berpotensi menguntungkan pihak Google secara sepihak karena bergantung pada kontribusi komunitas terbuka tanpa mekanisme timbal balik yang jelas.[14] Selain itu, sejumlah proyek besar yang bekerja sama dengan Google melalui Map Maker, termasuk proyek bersama Bank Dunia, juga mendapat perhatian dan kritik terkait pola kemitraan yang dijalankan.[15][16][17]

Referensi

sunting
  1. ^ "Making your mark on the world". Google Lat Long (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-05.
  2. ^ content (2025-01-30). "What Is Google MapMaker – Definition, Examples" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-05.
  3. ^ Bacao, Fernando; Santos, Maribel Yasmina; Painho, Marco (2015-04-23). AGILE 2015: Geographic Information Science as an Enabler of Smarter Cities and Communities (dalam bahasa Inggris). Springer. hlm. 77. ISBN 978-3-319-16787-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ "Google will retire Map Maker, the tool that let anyone update Maps". Engadget (dalam bahasa American English). 2016-11-09. Diakses tanggal 2025-11-05.
  5. ^ "Google Map Maker has closed - Map Maker Help". support.google.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-05.
  6. ^ "Countries being mapped - Map Maker Help". support.google.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-05.
  7. ^ Hern, Alex (2015-04-24). "Google Maps hides an image of the Android robot urinating on Apple". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-11-05.
  8. ^ "Google urinates on Apple". Overclockers UK Forums (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2015-04-24. Diakses tanggal 2025-11-05.
  9. ^ "Google suspends Map Maker because of vandalism". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2015-05-12. Diakses tanggal 2025-11-05.
  10. ^ Sterling, Greg (2015-08-10). "Google Map Maker Back Up In Six Countries With More To Follow Soon". Search Engine Land (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-05.
  11. ^ "Google Map Maker Back in Action in U.S." PCMAG (dalam bahasa Inggris). 2015-08-26. Diakses tanggal 2025-11-05.
  12. ^ McDonough, Meghan (2013-07-28). "Google Map Maker vs. OpenStreetMap: Which mapping service rules them all?". Digital Trends (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-05.
  13. ^ McQuire, Scott (2019-06-01). "One map to rule them all? Google Maps as digital technical object". Communication and the Public (dalam bahasa Inggris). 4 (2): 150–165. doi:10.1177/2057047319850192. ISSN 2057-0473.
  14. ^ "Brain Off » We Need to Stop Google's Exploitation of Open Communities :: Mikel Maron :: Building Digital Technology for Our Planet". brainoff.com. Diakses tanggal 2025-11-05.
  15. ^ "World Bank and Google Announce Map Maker Collaboration". World Bank (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-05.
  16. ^ Fitzpatrick, Alex (2012-01-20). "Google Maps & World Bank Join Forces, So Why Isn't Everyone Smiling?". Mashable (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-05.
  17. ^ "World Bank's Google deal threatens to "lock up data"". Bretton Woods Project (dalam bahasa American English). 2012-04-04. Diakses tanggal 2025-11-05.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Open Geospatial Consortium

standar OGC yang terkenal antara lain WMS (Web Map Service), WFS (Web Feature Service), WCS (Web Coverage Service), dan GML (Geography Markup Language). Selain

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai

to launch Bali-Singapore service from Apr-2023". CAPA. 28 February 2023. "Batik Air to launch Bali Denpasar-Surabaya service from 13-Jun-2024". CAPA.

Apple Maps

perangkat Apple, Apple merilis API MapKit JS lintas platform pada tahun 2018, yang memungkinkan Apple Maps disematkan di web. Hingga Juli 2024, Apple Maps

Dak-galbi

Corporation. Diakses tanggal 15 Mei 2017. Kim, Violet (14 August 2015). "Food map: Eat your way around South Korea". CNN. Diakses tanggal 15 May 2017. M, Anyaa

BTS

akan mempromosikan album Map of the Soul series mereka, termasuk mini album Map of the Soul: Persona dan studio album "Map of the Soul: 7". Pada 23 Januari

OpenStreetMap

OpenStreetMap. Tahun 2012, pematokan tarif untuk layanan Google Maps memicu sejumlah situs web ternama untuk beralih dari Google Maps ke OpenStreetMap dan produk

Google Foto

album koleksi pribadi mereka sendiri. Tidak seperti layanan bawaan Foto service di iOS, Google Foto memungkinkan pembagian resolusi penuh di antara platform

Artotel Group

Facebook. Diakses tanggal 27 November 2024. "MaxOne Platinum Hayam Wuruk". KF Map Asia. Diakses tanggal 27 November 2024. "MaxOne Hotels yang ke-21 Hadir di