Verbum Domini
Latin: Sabda Tuhan
Surat ensiklik dari Paus Benediktus XVI
Tanggal30 September 2010
Nomor ensiklik2 dari 4 dalam kepausan
Naskah

Verbum Domini (Bahasa Latin untuk "Sabda Tuhan") adalah sebuah Nasihat Apostolik pasca-Sinode yang diterbitkan oleh Paus Benediktus XVI yang membahas bagaimana Gereja Katolik Roma seharusnya mempekajari Alkitab.[1] Ia menerbitkannya setelah diadakannya Sidang Umum Biasa Sinode Uskup XII yang bertemu di bulan Oktober 2008 untuk membahas "Sabda Allah dalam Kehidupan dan Misi Gereja".[2] Verbum Domini diterbitkan pada tanggal 30 September 2010, pada hari Perayaan Santo Hieronimus, santo pelindung pembelajaran Alkitab.

Pranala luar

sunting

Referensi

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Dei Verbum

Dei Verbum atau Konstitusi Dogmatis tentang Wahyu Ilahi adalah salah satu dokumen utama dari Konsili Vatikan Kedua, yang memiliki pokok-pokok mendasar

Verba

Verba atau kata kerja adalah kelas kata yang menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya. Jenis kata ini umumnya

Kucing

Penerjemahan Kejadian 1-2 dalam Alkitab Terjemahan Baru Indonesia Edisi Kedua". Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili. 11 (2): 119–141. doi:10.51688/vc11

Doa Malaikat Tuhan

nostræ. Amen. ℣. Ecce ancilla Domini. ℟. Fiat mihi secundum verbum tuum. Ave Maria.... ℣. Et Verbum caro factum est. ℟. Et habitavit in nobis. Ave Maria..

Sejarah nama Indonesia

diterjemahkan dengan judul Bahasa Indonesia Umum dan Bahasa Indonesia Purba, Das Verbum (1911, The Indonesian Verb), dan Di Lauterscheinungen in den indonesischen

Lembaga Biblika Indonesia

beriman kristiani, jalan menuju Kitab Suci harus terbuka lebar-lebar” (Dei Verbum 22). Dengan demikian, kaum beriman dapat memenuhi anjuran untuk “sering

Katekismus Gereja Katolik

senses). Kembalinya ke eksegesis atau tafsir rohani ini didasarkan pada Dei verbum, konsitusi dogmatis yang dikeluarkan Konsili Vatikan II pada 1965, yang

Gereja Presbiterian

semboyan Reformasi, yaitu "Ecclesia reformata, semper reformanda est secundum verbum Dei", yang berarti "Gereja yang telah direformasi adalah Gereja yang (harus)