Secondary Surveillance Radar (SSR) merupakan sebuah peralatan untuk mendeteksi dan mengetahui posisi dan data target yang ada di sekelilingnya secara aktif, di mana pesawat ikut aktif jika menerima pancaran sinyal RF radar sekunder. Pancaran radar ini berupa pulsa-pulsa mode, pesawat yang dipasangi transponder, akan menerima pulsa-pulsa tersebut dan akan menjawab berupa pulsa-pulsa code ke sistem penerima radar.[1] Stasiun Radar SSR yang berada di bawah (Ground Station SSR) terdiri dari Transmitter (Tx), Receiver (Rx), Processing atau Extractor Video, Coder, dan Monitor / Plane Position Indicator. Transmitter bekerja pada frequensi carrier 1030 MHz yang dimodulasi oleh sinyal Mode A dan Mode C. Pada dasarnya Transmitter ini seolah-olah berfungsi sebagai alat pengirim sinyal penanya, yang lazim disebut sebagai "interogate signal". Bilamana "interogate signal" ini dimodulasikan dengan "mode A", berarti pemancar atau interogator mengirim pertanyaan tentang identifikasi pesawat (aircraft identification), dan bilamana interogator mengirim mode C berarti mengirim sinyal pertanyaan tentang ketinggian (altitude) pesawat. Mode A atau mode C dikirim oleh interogator secara interlacing (bergantian) setiap PRT ( pulse repetition time), umumnya PRF radar SSR adalah 450 Hz, jadi PRT = 1/450 detik = 2,22 mdetik. Receiver menerima sinyal jawaban dari transponder pesawat dengan frequensi 1090 MHz. Manakala interogator mengirim mode A yang dimodulasi dengan frequensi carrier sebesar 1030 MHz, maka transponder di pesawat akan menerima sinyal ini dan akan dikirim kembali oleh transponder (reply signal) yang berupa sinyal kode (code signal) dan dimodulasikan dengan sinyal carrier transponder sebesar 1090 MHz, sinyal kode ini nantinya diolah pada bagian Extractor Video dan seterusnya ditampilkan pada layar monitor berbentuk identifikasi pesawat, begitu pula apabila interogator mengirim mode C, informasi yang ditampilkan dilayar monitor adalah "ketinggian pesawat". Sesungguhnya radar SSR dapat mendeteksi asimuth (koordinat) pesawat, jarak pesawat terhadap SSR Station dan kecepatan pesawat, disamping identifikasi dan ketinggian pesawat

"

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Fasilitias Navigasi dan Pengamatan". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-17. Diakses tanggal 2012-07-17.



📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Set-top box

transponder mana yang dipilih untuk menerima sinyal. Atau bahkan pengguna dapat mengatur sendiri pengaturan frekuensi, polarisasi, dari transponder Untuk

Sinyal di kabin masinis

jalur untuk terus mengirimkan informasi persinyalan. Sistem berbasis transponder memanfaatkan loop antena tetap atau suar (disebut balise) yang mengirimkan

Internet untuk Segala

otomatis dengan menggunakan suatu peranti yang disebut RFID tag atau transponder. Pada zaman modern sekarang ini, RFID merupakan teknologi yang sudah

Televisi di Jepang

dengan 3 transponder TV (termasuk unit cadangan). Namun, satu transponder tidak berfungsi 2 bulan setelah peluncuran (23 Maret 1984) dan transponder kedua

Modulasi

radar yang dirancang untuk komando dan kontrol. Sistem ini menggunakan transponder yang menerima mendengarkan sinyal pengirim interogasi dan kemudian mengirimkan

Daftar padanan istilah bahari

identification system (AIS) Sistem pengenalan otomatis (SPO) Sistem transponder otomatis yang digunakan di kapal-kapal dan stasiun pantai untuk pertukaran

Daftar padanan istilah aviasi dan penerbangan

yang digunakan dalam kontrol lalu lintas udara untuk menginterogasi transponder pesawat dan mendapatkan identifikasi, ketinggian, dan informasi lainnya

Mualim II

sebuah unit NAVTEX, konsol INMARSAT, berbagai radio, Search and Rescue Transponder, dan sistem Digital Selective Calling. Seorang mualim II hampir selalu