Antariksawan Apollo 12 Alan Bean, mengenakan helm bertedeng saat lampah bulan EVA kedua di dekat Kawah Sharp.[1]
Tedeng olahraga yang dirancang di Seoul, Korea Selatan
Tedeng helm hijau dari pembalap Arai GP5

Tebeng atau tedeng[2] (bahasa Inggris: visor) adalah permukaan yang melindungi mata, seperti melindungi mata dari sinar matahari atau cahaya terang lainnya atau sebagai pelindung dari benda luar.

Saat ini banyak pelindung yang transparan, tetapi sebelum ditemukannya bahan transparan yang kuat seperti polikarbonat, pelindung bersifat buram seperti masker.

  • Sebagai bagian helm dalam baju zirah yang melindungi mata.
  • Jenis tutup kepala yang hanya terdiri dari pelindung dan pita sebagai pengikat di sekeliling kepala.
  • Pada permukaan menegak apa pun pada topi atau helm apa pun.
  • Pada permukaan mendatar apa pun pada topi atau helm apa pun
  • Sebagai perangkat di dalam mobil yang dapat diturunkan pengemudi atau penumpang depan pada sebagian kaca depan untuk menghalangi sinar matahari (tedeng surya).[3]

Peristilahan

sunting

Istilah lain yang juga digunakan untuk menyebut "tebeng" yaitu tiber dan sintong.

Rujukan

sunting
  1. ^ "Apollo 12 Image Library". History.nasa.gov. Diakses tanggal 2013-11-26.
  2. ^ "Tedeng". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  3. ^ "Definition of VISOR". www.merriam-webster.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-05-26.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Jalur kereta api Kalisat–Panarukan

Perpres 80 Tahun 2019. Pada Agustus 2023, salah satu alat peraga sinyal tebeng tipe krian di Stasiun Stasiun Prajekan diselamatkan pula oleh Balai Teknik

Kebun Tebeng, Ratu Agung, Bengkulu

Kebun Tebeng adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, Bengkulu, Indonesia. (Indonesia) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor

Persinyalan dan semboyan kereta api di Indonesia

tentang Persinyalan Kereta Api, khususnya persinyalan bertipe Alkmaar dan tebeng "krian", yang menjadi peletak dasar persinyalan mekanik modern Indonesia

Aesan gede

Gepeng, Gelang Ulo Betapo, Kulit Bahu, Kalung Kebo Munggah, Slempang Sawir, Tebeng Malu, Saputangan Segitigo, dan Kesuhun. Kedua, fungsi simbolis, yaitu mengandung

Jalur kereta api Cibatu–Cikajang

terkubur di dalam tanah dengan rel tipe R42 dengan bantalan beton, lalu sinyal tebeng "Krian" yang selama ini digunakan juga diganti dengan sinyal mekanik tipe

Stasiun Krian

menggunakan persinyalan tebeng. Stasiun Krian merupakan stasiun kereta api pertama di lintas SS yang menggunakan sinyal tebeng dengan peralatan pengunci

Daftar istilah transportasi rel

menggunakan lengan untuk memberikan aspek tertentu. Sinyal tebeng Sinyal mekanik yang menggunakan tebeng (papan isyarat) untuk memberikan aspek tertentu. Sinyal

Tabrakan kereta api Cicalengka 2024

2024, hlm. 15. Fajriadi, Alif Ilham (7 Januari 2024). "Mengenal Sinyal Tebeng hingga Elektrik yang Diduga Penyebab Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka"