Surik

Surik adalah pedang tradisional dari Indonesia. Surik secara umum dikenal dari Pulau Timor (termasuk Timor Timur) meskipun di daerah Sumatra (Jambi, Batak, Minang) ada juga pedang yang dinamakan surik.

Bagi masyarakat Belu Nusa Tenggara Timur pedang surik adalah pedang sakti. Kesaktian pedang ini juga bergantung kepada orang yang memegangnya. Jadi tidak sembarang orang boleh memegang surik. Kalau ini terjadi maka akan terjadi ”pedang makan tuan.” Oleh karena itu, sebelum turun perang, para masyarakat berembuk menentukan siapa yang pegang. Pedang Surik juga dijadikan tari khas Timor yang bernama Tari Surik Laleok yang menggambarkan kepahlawan adat setempat.

Deskripsi

sunting

Surik memiliki pisau bermata tunggal dengan punggung lurus, yang berjalan di sepanjang tepi s berbentuk. Bentuk Pisau dibagian ujung sempit dan bagian pangkal lebih melebar . Gagang Surik sebagian besar terbuat dari tanduk, bagian gagang berbentuk unik dengan disertai rumbai-rumbai agar surik terlihat gagah. Rumpai gagang terbuat dari bulu kambing atau bulu kuda. Dibagian tengah gagang ini ada ukiran mata yang berfungsi untuk menambah kekuatan magis surik ini. Sarung pedang ini terbuat dari kayu.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

KRI Surik (645)

KRI Surik-645 adalah Kapal Cepat Rudal (KCR) produksi dalam negeri yang dimiliki Satkat Koarmada I. Kapal ini dikenal karena meraih penilaian terbaik

Daftar kapal TNI Angkatan Laut yang aktif

KRI Clurit (641) KRI Kujang (642) KRI Beladau (643) KRI Alamang (644) KRI Surik (645) KRI Siwar (646) KRI Parang (647) KRI Terapang (648)  Indonesia Dalam

KRI Terapang (648)

kilometer. Kapal ini diresmikan pada 27 September 2014 bersama dengan KRI Surik (645), KRI Siwar (646), KRI Parang (647), dan KRI Sidat (851) oleh Menteri

Piso Sanalenggam

Sanalenggam atau Piso Sanalenngan, Piso Sinalenggam, Piso Sinalenggan, Piso Surik Sinalenggan, Sanalenggam adalah pedang dari Sumatera Utara. Piso Sanalenggam

KRI Sidat (851)

peresmiannya oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, diresmikan pula KRI Surik (645), KRI Siwar (646), KRI Parang (647), dan KRI Terapang (648) pada tanggal

KRI Siwar (646)

Menteri Pertahanan saat itu, Purnomo Yusgiantoro, bersamaan dengan KRI Surik-645, KRI Parang-647, KRI Terapang-648 dan KRI Sidat-851. KRI Siwar 646 yang

Indonesian Heritage Museum

koleksi benda budaya dari NTT seperti patung yene, haikara jangga, pedang surik, dan sebagainya Zona Batak: Menyimpan beragam koleksi benda budaya dari

KRI Parang (647)

senjata andalan berupa rudal C-705. KRI Parang (647) bersama dengan KRI Surik (645), KRI Siwar (646), KRI Terapang (648), dan KRI Sidat (851) diresmikan