Malin 1, galaksi LSB yang pertama kal dipastikan keberadaannya.

Galaksi berkecerahan-permukaan rendah (bahasa Inggris: Low-surface brightness galaxy, disingkat LSB) adalah galaksi yang cakram bintangnya sangat redup karena rendahnya aktivitas pembentukan bintang.[1]

Perbandingan massa ke cahaya yang sangat tinggi menunjukkan bahwa bintang dan gasnya hanya berkontribusi sangat sedikit terhadap keseimbangan massa keseluruhan galaksi.

Pusat galaksinya tidak menunjukkan kepadatan tinggi seperti misalnya pada tonjolan galaksi spiral pada umumnya. Para astronom menduga kalau galaksi jenis ini tampak didominasi oleh materi gelap. Karena itu, galaksi LSB adalah galaksi yang menjadi bahan studi terbaik materi gelap bagi para astronom.

Dengan galaksi pada umumnya sebagai perbadingan, kebanyakan galaksi LSB adalah galaksi yang menyendiri (tidak terikat pada suatu gugusan galaksi). Di masa lalunya, mereka memiliki lebih sedikit interaksi pasang surut atau merger dengan galaksi lain, yang bisa memicu peningkatan pembentukan bintang. Teori ini menjelaskan sedikitnya jumlah bintang yang dibentuk oleh galaksi ini.

Gagasan mengenai emisi cahaya benda langit terbatas pada jenis galaksi (yang dapat dideteksi) dikemukakan oleh Fritz Zwicky pada tahun 1957. Kemudian pada tahun 1976, Mike Disney (astrofisikawan asal Britania Raya) berteori mengenai adanya galaksi ini dan memulai analisis magnitudo untuk mengkarakterisasi galaksi LSB.[2]

Galaksi LSB raksasa

sunting

Galaksi LSB raksasa adalah salah satu galaksi spiral paling masif yang diketahui di alam semesta.[3] Mereka memiliki cakram yang kaya akan Hidrogen netral tapi miskin akan pembentukan bintangnya. Galaksi jenis ini sering memiliki tonjolan terang yang dapat menampung inti galaksi aktif berluminositas rendah.

Galaksi LSB raksasa pertama yang diverifikasi keberadaannya adalah Malin 1. Galaksi ini ditemukan pada tahun 1986. Dengan demikian, Malin 1 adalah galaksi LSB raksasa pertama yang diidentifikasi.[4][5]

Galeri

sunting


Referensi

sunting
  1. ^ Das, M. (2013-03-01). "Giant Low Surface Brightness Galaxies: Evolution in Isolation". Journal of Astrophysics and Astronomy (dalam bahasa Inggris). 34 (1): 19–31. doi:10.1007/s12036-013-9166-8. ISSN 0973-7758.
  2. ^ Bothun, Greg; Impey, Chris; McGaugh, Stacy (1997-02-18). "Hidden Galaxies Revealed". arXiv:astro-ph/9702156. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-29. Diakses tanggal 2020-04-09.
  3. ^ Mousumi Das (March 2013). "Giant Low Surface Brightness Galaxies: Evolution in Isolation". Journal of Astrophysics and Astronomy. arXiv:1310.6495. Bibcode:2013JApA...34...19D. doi:10.1007/s12036-013-9166-8.
  4. ^ Scientific American, "The Ghostliest Galaxies", GD Bothun, Vol. 276, No. 2, February 1997, pp.40-45, Bibcode1997SciAm.276b..40B
  5. ^ Ken Crosswell, "Malin 1: A Bizarre Galaxy Gets Slightly Less So" Diarsipkan 2017-11-26 di Wayback Machine., 22 January 2007

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar bintang terbesar

(2007-11-01). "The projection factor, period-radius relation, and surface-brightness colour relation in classical cepheids". Astronomy and Astrophysics

Malin 1

Dorminey, Bruce (22 December 2013). "Astronomers Still Puzzle Over 'Low Surface Brightness' Galaxies". Forbes. Diakses tanggal 30 December 2014. Glenday, Craig

Gugus Perseus

"XMM‐NewtonObservations of the Perseus Cluster. I. The Temperature and Surface Brightness Structure". The Astrophysical Journal. 590 (1): 225–237. doi:10.1086/374923

Galaksi Pusaran

Cluster Luminosity Function, Planetary Nebula Luminosity Function, and Surface Brightness Fluctuation Data Useful for Distance Determinations". Astrophysical

DGSAT I

milik pribadi untuk mendeteksi fitur kecerahan permukaan rendah (low surface brightness/LSB) di sekitar galaksi besar dan bertujuan untuk menambah jumlah

Messier 81

Probing the Unresolved Stellar Populations of Galaxies Using Infrared Surface Brightness Fluctuations". Astrophysical Journal. 583 (2): 712–726. arXiv:astro-ph/0210129

NGC 7331

Probing the Unresolved Stellar Populations of Galaxies Using Infrared Surface Brightness Fluctuations". Astrophysical Journal. 583 (2): 712–726. arXiv:astro-ph/0210129

Daftar padanan istilah aviasi dan penerbangan

windshield air control Kendali tabir angin udara dan kaki udara Captain brightness control Kendali kecerahan kapten First officer inboard display unit Unit