📑 Table of Contents

Sum Kuning
LahirSumaridjem
1952/1953 (umur 72–73)
Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Suami/istriDarmanto (m. 1977)
Anak1

Sumaridjem atau lebih dikenal dengan Sum Kuning adalah seorang gadis penjual telur dari Godean yang menjadi korban pemerkosaan pada September 1970. Ia diperkosa oleh sekelompok pemuda yang diduga sebagai anak seorang tokoh masyarakat di kota Yogyakarta.[1]

Kronologi Kejadian

sunting

Pada malam tanggal 21 September 1970, Sumaridjem pulang terlambat sehingga harus berjalan sendirian melalui Jalan Patuk seusai berdagang, Gadis penjual telur ini pun tidak bisa mengendarai bus kota, karena selepas pukul 17.00 sudah tidak ada lagi bus kota yang lewat di Ngampilan. Sewaktu Sumaridjem melintas di timur Asrama Polisi Patuk, sebuah mobil tiba-tiba berhenti di dekatnya. Sekelompok pemuda turun dari mobil dan langsung menariknya masuk secara paksa kedalam mobil. Di dalam mobil, Sumaridjem diancam menggunakan belati yang ditempelkan ke lehernya, Mobil segera bergerak mengitari Jalan Diponegoro menuju ke Bumijo, dan tidak lama kemudian Sumaridjem dibius, uang hasil dagangannya sebesar Rp 4.650 juga dirampas, Dalam kondisi setengah sadar, Sumaridjem mengingat ada sebuah kain panjang yang disekapkan ke dalam alat vitalnya. Dan kemudian ia diperkosa beramai-ramai. Setelah itu, Sumaridjem dibuang di tepi Jl. Wates-Purworejo, Gamping.[1][2][3]

Melalui Imam Sutrisno, seorang wartawan Kedaulatan Rakyat, kejadian itu dilaporkan ke Polisi Militer, Denpom VII/2. Kasus ini merebak menjadi berita besar di dalam dan luar Yogyakarta, dan pada saat inilah Sumaridjem dikenal dengan nama Sum Kuning. Pihak penegak hukum terkesan mengalami kesulitan untuk membongkar kasusnya hingga tuntas. Pada 28 September 1970, muncul kabar bahwa para pemerkosa Sum akan diarak walau sebenarnya para pelaku belum tertangkap. Muncul dugaan publik bahwa para pemerkosa adalah "anak-anak orang terkemuka" karena "Hanya orang-orang terkemuka dan orang-orang kayalah yang memiliki mobil" pada masa itu.[2]

Sumaridjem sempat dituntut oleh jaksa telah memberi keterangan palsu dengan sanksi tiga bulan penjara. Tuntutan tersebut ditolak oleh hakim dan Sum dibebaskan dari tuduhan. Seorang pedagang bakso keliling dijadikan kambing hitam dan dipaksa mengaku sebagai pelakunya.

Kasus ini memuncak setelah Kapolri Hoegeng Iman Santoso yang dikenal jujur berniat melakukan investigasi lebih lanjut. Namun, tak lama kemudian, Hoegeng diberhentikan dari jabatannya. Banyak pihak meyakini, Hoegeng sengaja dipensiunkan untuk menutup kasus ini.

Film

sunting

Kasus ini diangkat ke layar perak pada 1978 dalam film berjudul "Perawan Desa", yang disutradarai oleh Frank Rorimpandey sementara Sum Kuning diperankan oleh Yati Surachman.

Referensi

sunting
  1. ^ a b Matanasi, Petrik. "Misteri Pemerkosaan Sum Kuning". tirto.id. Diakses tanggal 2021-04-16.
  2. ^ a b Kamadjaja (1971). Sum Kuning, korban pentjulikan, pemerkosaan: proses perkaranja dengan tuduhan telah menjiarkan kabar bohong. U.P. Indonesia. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ Adryamarthanino, Verelladevanka. Ningsih, Widya Lestari (ed.). "Kasus Pemerkosaan Sum Kuning". Kompas.com. Diakses tanggal 7 Desember 2021.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Yati Surachman

dalam Festival Film Asia Pasifik pada tahun 1980, berkat perannya sebagai Sum Kuning dalam film Perawan Desa. Yati pernah menikah dengan seorang pria. Pernikahan

Sawi hijau

dalam penyajian bakso) atau caisim/caisin (dari nama bahasa Kanton 菜心, choy sum, yang harfiah berarti "hatinya sayur"). Jenis sawi lain yang juga kadang-kadang

Djaka Lodang

1971. Untuk memudahkan pemasaran, majalah ini awalnya hendak dinamai Sum Kuning, merujuk pada korban pemerkosaan yang menggegerkan Indonesia pada penghujung

Rasbora argyrotaenia

beunteur, paray (Sd.), cecereh, ikan cere (Btw.), pantau (Mng.), seluang (Sum.). Di sekitar Danau Maninjau disebut juga dengan nama bada (badar) dan rinuak

Perawan Desa

dibintangi oleh Yati Surachman dan Hendra Cipta. Film ini mengisahkan tentang Sum Kuning (Yati Surachman) seorang gadis belia penjual telur yang cantik dari Godean

Kamadjaja

sebagai redaktur . Setalah peristiwa perkosaan Sum Kuning di Yogya, tahun 1970, ia menerbitkan buku Sum Kuning bersama dengan tim pembela dan wartawan Pelopor

Burung madu sriganti

habitat di pekarangan, semak pantai, dan hutan mangrove. Memiliki nama lain Sum-suma dan Kabopur dalam bahasa Yapen. Burung madu sriganti memiliki tubuh

Puteri Indonesia 2026

Siap Dukung Ayu Sulistiani Wakili Daerah di Putri Indonesia 2026". DetikSumSel.com. Diakses tanggal 2026-03-05. Adil, Faris (2026-02-25). "Resmi Wakili