Holddown adalah mekanisme dalam protokol perutean jarak-vektor yang digunakan untuk mencegah perute menerima pembaruan rute yang berpotensi tidak konsisten setelah suatu jaringan dinyatakan tidak dapat dijangkau. Mekanisme ini bekerja dengan memulai sebuah penanda waktu ketika perute pertama kali menerima informasi bahwa suatu rute tidak lagi tersedia.
Selama periode holddown, perute akan mengabaikan pembaruan rute berikutnya yang menyatakan bahwa jaringan tersebut kembali dapat dijangkau. Pendekatan ini digunakan untuk mencegah terbentuknya informasi perutean yang keliru dalam kondisi jaringan yang belum stabil, termasuk skenario di mana teknik split horizon dan split horizon with poison reverse tidak efektif.[1]
Holddown umumnya diimplementasikan menggunakan waktu dengan durasi tertentu. Setelah jaringan dinyatakan tidak dapat dijangkau, perute akan menunggu hingga periode holddown berakhir sebelum kembali menerima pembaruan rute dari perute lain. Periode ini dapat berakhir lebih awal apabila rute yang lebih baik dan tersedia terdeteksi. Sebagai contoh, pada protokol Routing Information Protocol, nilai waktu holddown bawaan adalah 180 detik.
Referensi
sunting- ^ "The TCP/IP Guide - RIP Special Features For Resolving RIP Algorithm Problems". www.tcpipguide.com. Diakses tanggal 2026-01-24.