Spirometri
Diagnostik
Siklus volume aliran oksigen yang menunjukkan keberhasilan manuver FVC. Nilai positif menunjukkan proses ekspirasi, nilai negatif menunjukkan proses inspirasi. Pada awal pemeriksaan, aliran dan volume berada si angka nol (menunjukkan volume di spirometri bukan volume di paru-paru). Alat penunjuk bergerak sesuai arah jarum jam untuk ekspirasi yang diikuti oleh inspirasi. Setelah pemeriksaan dimulai, kurva dengan cepat mencapai puncaknya (puncak aliran ekspirasi). (Catatannya adalah pada grafik ini nilai PEV 1 detik berubah-ubah karena untuk tujuan ilustrasi, hasil yang didapatkan dari pemeriksaan ini harus dianggap sebagai bagian dari prosedur pemeriksaan).
MeSHD013147
Doing spirometry

Spirometri adalah tes yang lazim digunakan untuk menilai kinerja paru dengan mengukur berapa banyak udara yang seseorang hirup, berapa banyak yang dibuang dan seberapa cepat prosesnya berlangsung. Spirometri digunakan untuk mendiagnosis asma, penyakit paru obstruksi kronis, brinkitis kronis, emfisema, fibrosis paru dan kondisi paru lainnya. Spirometri juga dapat digunakan unruk memonitor kondis paru dan memeriksa respons terapi terhadap perbaikan paru.[1][2]

Prosedur pemeriksaan ini adalah seseorang diminta untuk bernapas melalui selang yang terhubung dengan mesin yang disebut spirometri. Saat melakukan pemeriksaan akan ada instruksi terperinci dari tenaga medis tentang proses bernapas seperti apa yang mereka ingin evaluasi dan cara melakukan berbagai macam proses bernapas.[1][2]

Parameter pemeriksaan

sunting
  • Kapasitas vital paksa (FVC). Ini merupakan jumlah udara terbesar yang dapat kamu hembuskan dengan paksa setelah menarik napas sedalam mungkin. Pembacaan FVC yang lebih rendah dari nominal menunjukkan pernapasan terbatas.[3]
  • Volume ekspirasi paksa atau forced expiratory volume (FEV) 1 detik. Ini menunjukkan seberapa banyak udara yang dapat kamu paksa dari paru-paru kamu dalam satu detik. Hasil ini membantu dokter menilai tingkat keparahan masalah pernapasan kamu. Pembacaan FEV-1 yang lebih rendah menunjukkan obstruksi yang lebih signifikan.[3]

Output of a 'spirometer'

Referensi

sunting
  1. ^ a b "Spirometry: Procedure, Normal Values, and Test Results". Healthline (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-10.
  2. ^ a b "Spirometry - Mayo Clinic". www.mayoclinic.org. Diakses tanggal 2020-03-10.
  3. ^ a b Barreiro, Timothy; Perillo, Irene (2004-03-01). "An Approach to Interpreting Spirometry". American Family Physician. 69 (5): 1107–1114. ISSN 0002-838X.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Penyakit paru obstruktif kronis

faktor-faktor risiko dari penyakit tersebut. Spirometri kemudian dapat digunakan untuk mengonfirmasi diagnosis. Spirometri mengukur jumlah obstruksi aliran udara

Asma

anak-anak pada usia tersebut terlalu muda untuk menggunakan alat spirometri. Spirometri direkomendasikan untuk membantu diagnosis penyakit dan manajemen

Bio Farma

Urinalisa Feses Electrocardiogram (ECG) Rontgen Ultrasonography (USG) Spirometri Audiometri Treadmill Visus Mikrobiologi Kinetik Tes resistensi obat Tes

Rumah Sakit Permata Gunung Putri

Gizi 9. Pemeriksaan Penunjang Lain EKG Treadmill Test Echocardiography Spirometri Uroflowmetri Audiometri Rumah Sakit Permata Gunung Putri didukung oleh

Sistem pernapasan

akibat inhalasi paksa dan ekshalasi paksa secara maksimal, diukur dengan spirometri. Spirogram manusia dewasa pada umumnya, serta istilah-istilah yang diberikan

Rumah Sakit Advent Bandar Lampung

Pemeriksaan EKG Pemeriksaan Treadmill Pemeriksaan Audiometri Pemeriksaan Spirometri Pemeriksaan EEG Pelayanan Farmasi Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan

Penyakit paru restriktif

Pemeriksaan fungsi paru yang lengkap termasuk pemeriksaan dengan menggunakan spirometri, volume paru, kapasitas difusi dan analisis gas darah. Dari pemeriksaan

Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan

Kesehatan Respirasi dan Layanan Spesialistik Terpadu Griya Puspa, fasilitas spirometri, bronkoskopi, torakoskopi, sleep apnea lab, bangsal respirasi, ruang kemoterapi