Reaksi jam iodin

Reaksi jam iodin adalah percobaan demonstrasi jam kimia klasik untuk memperlihatkan kinetika kimia secara langsung; reaksi ini ditemukan oleh Hans Heinrich Landolt pada tahun 1886.[1] Reaksi jam iodin memiliki beberapa variasi; masing-masing melibatkan spesies iodin (ion iodida, iodin bebas, atau ion iodat) dan reagen redoks di mana terdapat pati. Dua larutan yang tidak berwarna dicampur dan pada awalnya tidak ada reaksi yang tampak. Setelah waktu yang singkat, cairan tiba-tiba berubah menjadi warna biru gelap akibat terbentuknya kompleks triiodida-pati. Dalam beberapa variasi, larutan akan berulang mengalami siklus dari tak berwarna menjadi biru dan kembali ke tidak berwarna, sampai reagen habis.

Variasi hidrogen peroksida

sunting

Reaksi ini dimulai dari larutan hidrogen peroksida dengan asam sulfat. Kepadanya ditambahkan larutan yang mengandung kalium iodida, natrium tiosulfat, dan pati. Ada dua reaksi yang terjadi dalam larutan.

Pada yang pertama, reaksi lambat, dihasilkan iodin:

H2O2 + 2I + 2H+ → I2 + 2H2O

Pada yang kedua, reaksi cepat, iodiun dikembalikan menjadi 2 ion iodida oleh tiosulfat:

2S2O32− + I2 → S4O62− + 2I

Setelah beberapa waktu, larutan selalu mengalami perubahan warna menjadi biru yang sangat gelap, hampir hitam.

Ketika larutan-larutan dicampurkan, reaksi yang kedua menyebabkan ion triiodida dikonsumsi jauh lebih cepat daripada dihasilkan, dan hanya sejumlah kecil triiodida berada dalam kesetimbangan dinamis. Setelah ion tiosulfat habis, reaksi ini berhenti dan warna biru yang disebabkan oleh kompleks triiodida – pati muncul.

Apapun yang mempercepat reaksi pertama akan memperpendek waktu sampai larutan berubah warna. Penurunan pH (peningkatan konsentrasi H+), atau meningkatkan konsentrasi iodida atau hidrogen peroksida akan memperpendek waktu. Menambahkan lebih banyak tiosulfat akan memiliki efek sebaliknya; akan lebih lama warna biru muncul.

Varisasi iodat

sunting

Protokol alternatif memanfaatkan larutan ion iodat (misalnya kalium iodat) yang kepadanya larutan natrium bisulfit yang diasamkan (lagi-lagi dengan asam sulfat) ditambahkan.[2]

Dalam protokol ini, ion iodida dihasilkan melalui reaksi lambat antara iodat dan bisulfit:

IO3 + 3 HSO3 → I + 3 HSO4

Inilah langkah yang menentukan tingkat (laju). Iodat yang berlebihan akan mengoksidasi iodida yang dihasilkan seperti di atas untuk membentuk iodin:

IO3 + 5 + 6 H+ → 3 I2 + 3 H2O

Namun, iodin langsung tereduksi kembali menjadi iodida oleh bisulfit:

I2 + HSO3 + H2O → 2 I + HSO4 + 2 H+

Ketika bisulfit sepenuhnya dikonsumsi, iodin akan bertahan (yaitu, tidak ada reduksi oleh bisulfit) membentuk kompleks biru tua dengan pati.

Variasi persulfat

sunting

Reaksi jam ini menggunakan natrium, kalium, atau amonium persulfat untuk mengoksidasi ion iodida menjadi iodin. Natrium tiosulfat digunakan untuk mereduksi iodin kembali menjadi iodida sebelum iodin membentuk kompleks dengan pati membentuk warna karakteristik biru-hitam.

Iodin dihasilkan:

2 I + S2O82− → I2 + 2 SO42−

Lalu diubah:

I2 + 2 S2O32− → 2 I + S4O62−

Begitu semua tiosulfat terpakai, iodin dapat membentuk kompleks dengan pati. Kalium persulfat kurang larut (cfr. Salters website) sementara amonium persulfat memiliki kelarutan yang lebih tinggi dan digunakan menggantikan dalam reaksi pada contoh dari Oxford University.[3]

Variasi Klorat

sunting

Serangkaian jam iodin eksperimental telah dibuat dengan sistem yang terdiri atas iodin kalium-iodida, natrium klorat and asam perklorat dengan reaksi berikut.[4]

Triiodida berada dalam kesetimbangan dengan anion iodida dan iodin molekuler:

I3 ⇄ I + I2

Ion klorat mengoksidasi ion iodida menjadi asam hipoiod dan asam klor dalam langkah penentu laju yang lambat:

ClO3 + I + 2 H+ → HOI + HClO2

Pemakaian klorat dipercepat dengan reaksi asam hipoiod menjadi asam iod dan asam klor yang lebih banyak:

ClO3 + HOI + H+ → HIO2 + HClO2

Otokatalisis lebih lanjut ketika asam iod yang baru terbentuk juga mengubah klorat dalam langkah reaksi yang paling cepat:

ClO3 + HIO2 → IO3 + HClO2

Untuk jam ini, periode induksi adalah waktu proses otokatalisis dimulai setelah konsentrasi iodin bebas menurun tajam sesuai observasi spektroskopi UV/VIS.

Referensi

sunting
  1. ^ See:
  2. ^ "Experiment 6: THE RATE LAWS OF AN IODINE CLOCK REACTION" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2018-05-17. Diakses tanggal 2018-05-28.
  3. ^ Hugh Cartwright (2006). "Kinetics of the Persulfate-iodide Clock Reaction" (PDF). 2nd/3rd Year Physical Chemistry Practical Course. Oxford University. Diakses tanggal 25 March 2018.
  4. ^ André P. Oliveira and Roberto B. Faria (2005). "The chlorate-iodine clock reaction". J. Am. Chem. Soc. 127 (51): 18022–18023. doi:10.1021/ja0570537. PMID 16366551.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kamera

merupakan alat paling populer dalam kegiatan fotografi. Nama ini didapat dari camera obscura, bahasa Latin untuk "ruang gelap", yang ditemukan oleh Al Haitam

Samsung Galaxy Camera

shutter speed (kecepatan rana) juga dapat digunakan mulai dari 1/2000 hingga 16 detik, dan pilihan ISO hingga 3200. Samsung Galaxy Camera GC100 juga

The Speed Limit

The Speed Limit adalah sebuah film komedi romansa bisu Amerika Serikat tahun 1926 yang disutradarai oleh Frank O'Connor dan dibintangi oleh Raymond McKee

Spidercam

ke gawang. Hal itu semua berkat kecangihan spidercam. Teknologi high speed camera inilah yang membuat penonton bisa menyaksikan gerakan ultra slowmotio

Fotografi

foto high-speed photographic dari seekor kuda yang berlari. 1887–Film Seluloid yang pertama diperkenalkan. 1888–Kodak memasarkan box camera n°1, kamera

Nissan Livina

1500cc transmisi yang tersedia adalah Manual 5 Speed (tersedia untuk varian SV dan XV), dan Automatic 4 Speed konvensional (kecuali tipe SV), sedangkan untuk

Need for Speed (permainan video 2015)

'action camera' yang kemudian diturunkan menjadi salah satu dari lima sudut kamera yang berbeda. Ada lima jenis gameplay yang berbeda: Speed, Style, Crew

Kamera digital

Bridge Camera, karena pada awalnya sebagai jembatan antara kamera saku digital dengan kamera digital SLR, memiliki mode PSAM (Program, Speed, Aperture