Stasiun Solo Balapan
Kereta Api Indonesia KAI Commuter Kereta Api Indonesia#Kereta api bandara
Y11AS03JS01BB06

Tampak depan Stasiun Solo Balapan, 2025
Nama lainStasiun Balapan
Lokasi
Koordinat7°33′24.30″S 110°49′17.04″E / 7.5567500°S 110.8214000°E / -7.5567500; 110.8214000
Ketinggian+93 m
Operator
Otoritas transportasiDirektorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (hanya untuk layanan kereta api komuter Commuter Line)
Letak
Jumlah peron10
Jumlah jalur10 (jalur 3, 4, 6, dan 7: sepur lurus)
LayananKereta api penumpang
Lintas utara Jawa
Kereta bandara

Kereta api barang
Lintas selatan Jawa
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
ArsitekHerman Thomas Karsten
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka10 Februari 1870
Dibangun kembali1927, 2017-2021
Perusahaan awalNederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Logo PT KAI Antar Kota Stasiun berikutnya
Ngawi Lintas Selatan Jawa Purwosari
Stasiun sebelumnya Logo PT KAI Aglomerasi Stasiun berikutnya
Salem
berlawanan arah jarum jam
Joglosemarkerto Klaten
searah jarum jam
Salem Banyubiru
Semarang Tawang–Solo Balapan, p.p.
Terminus
Stasiun sebelumnya Stasiun berikutnya
Purwosari
menuju Yogyakarta
Commuter Line Yogyakarta
Yogyakarta–Palur, p.p.
Solo Jebres
menuju Palur
Stasiun sebelumnya Logo PT KAI Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Kadipiro KA BIAS
Bandara Adi Soemarmo–Madiun, p.p.
Solo Jebres
menuju Madiun
KA BIAS
Bandara Adi Soemarmo–Madiun–Caruban, p.p.
Solo Jebres
menuju Caruban
Layanan penghubung
Terminal sebelumnya Layanan bus antarkota Terminal berikutnya
Palur
menuju Purabaya
Lintas Tengah
Surabaya–Madiun–Yogyakarta–Magelang–Banjarnegara–Bumiayu, p.p.
transfer di Tirtonadi
Kartasura
menuju Bumiayu
Sumberlawang
menuju Mangkang
Utara–Selatan
Semarang–Salatiga–Surakarta, p.p.
transfer di Tirtonadi
Terminus
Halte sebelumnya Halte berikutnya
Tirtonadi Barat
Perjalanan satu arah
Koridor 4
dari Terminal Kartasura
05.00–18.00
transfer di Terminal Tirtonadi
Pertigaan Gilingan
Koridor 4
dari Terminal Palur
05.00–18.00
transfer di Terminal Tirtonadi
Dewa Dewi
Feeder 2 menuju Stasiun Purwosari atau Terminal Palur
transfer di Stasiun Solo Balapan
Feeder 7 menuju Pasar Klewer atau RSUD Ngipang
transfer di Terminal Tirtonadi
Halte sebelumnya Halte berikutnya
Terminus Koridor 1
dari Terminal Tirtonadi
05.00–17.30
transfer di Terminal Tirtonadi
Pasar Nusukan
(1)
Koridor 2
dari Terminal Tirtonadi
05.00–18.00
transfer di Terminal Tirtonadi
Simpang Gilingan
(1)
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Tempat naik/turun Cetak tiket mandiri Mesin tiket Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Layanan pelanggan Pusat informasi Musala Toilet Pos kesehatan Galeri ATM Pertokoan/area komersial Restoran Ruang menyusui Isi baterai Tangga naik/turun Lift Terminal barang VIP Sistem pengenalan wajah Air minum 
Jenis persinyalan
Cagar budaya Indonesia
Stasiun Balapan
KategoriBangunan
No. RegnasKB002072
No. SK646/1-R/1/2013
Tanggal SK2013
PemilikPT Kereta Api Indonesia (Persero)
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Solo Balapan (SLO) , lebih dikenal dengan Stasiun Balapan, adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di perbatasan antara Kestalan dan Gilingan, Banjarsari, Surakarta; pada ketinggian +93 meter; termasuk dalam pengelolaan Daerah Operasi VI Yogyakarta serta KAI Commuter dengan jarak 575,6 km arah tenggara dari Jakarta Kota. Nama "Balapan" diambil dari nama kampung yang terletak di sebelah utara kawasan stasiun. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api utama di Kota Surakarta, secara luas di wilayah Solo Raya.

Stasiun Solo Balapan melayani kereta api antarkota kelas eksekutif, sebagian besar kelas campuran, kereta api ekonomi rangkaian panjang (KA Jayakarta), kereta bandara BIAS, dan Commuter Line Yogyakarta. Sementara itu, kereta api antarkota lintas utara via Semarang Tawang dilayani di Stasiun Solo Jebres, sedangkan kereta api antarkota kelas ekonomi serta sebagian kecil kelas campuran lintas selatan Jawa dan bus rel Batara Kresna dilayani di Stasiun Purwosari.

Sejarah

sunting
Gubernur Jenderal B.C. de Jonge tiba di Stasiun Solo Balapan disambut oleh Pakubuwana X.

Stasiun Solo Balapan termasuk salah satu stasiun besar berusia tua di Indonesia (setelah Samarang NIS), dibangun oleh perusahaan kereta api pertama Hindia Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada abad ke-19, yaitu pada masa pemerintahan Mangkunegara IV dan berada di wilayah Kadipaten Praja Mangkunagaran. Stasiun besar di Surakarta untuk wilayah Kasunanan Surakarta dan Staatsspoorwegen adalah Stasiun Solo Jebres, yang dibuka tahun 1884.

Stasiun ini dibangun di lahan pacuan kuda milik Mangkunegaran. Sebagai pengganti, pihak Mangkunegaran mendapat lahan di Manahan dari Kasunanan untuk dibangun sarana pacuan kuda dan aktivitas keolahragaan lainnya.[4]

Peletakan batu pertama berlangsung pada tahun 1864, dimeriahkan dengan upacara yang dihadiri Mangkunegara IV dan mengundang Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Baron van de Beele. Stasiun Solo dibuka pada tanggal 10 Februari 1870 bersamaan dengan pembukan jalur ruas Kedungjati–Gundih–Solo, sebelumnya jalur Gundih–Solo direncanakan dibuka pada 1 September 1869. Jalur berikutnya, yakni jalur ruas Ceper–Solo, dibuka pada 27 Maret 1871.[5][6] Pembangunan seluruh jalur kereta api rencana NIS, Samarang–Vorstenlanden dan Kedungjati–Ambarawa selesai dan diresmikan pada 21 Mei 1873.[7][8][9]

Pada tanggal 1 Januari 1927, perombakan besar dilakukan. Sebuah bangunan di selatan stasiun dibangun dengan arsitektur yang dipengaruhi oleh budaya Jawa dengan atap tajuk tiga. Hal ini sejalan dengan pembangunan jalur ganda Staatsspoorwegen yang sejajar dengan jalur kereta api NIS Solo–Yogyakarta. Konstruksi bangunan stasiun sisi selatan dirancang oleh Herman Thomas Karsten, seorang arsitek kenamaan beraliran Indisch.[10][11]

Stasiun ini merupakan stasiun kereta api kedua di Indonesia yang menggunakan sistem persinyalan elektrik setelah Stasiun Bandung tepatnya pada tahun 1972, diproduksi oleh Siemens dan diberi seri DrS60.[3] Persinyalan kemudian digantikan oleh persinyalan terbaru produksi Len Industri pada Oktober 2020.[12][13]

Bangunan dan tata letak

sunting
Pintu menuju ruang tunggu kereta api bandara di Stasiun Solo Balapan

Pada awalnya, Stasiun Solo Balapan memiliki dua belas jalur kereta api yang terbagi menjadi dua emplasemen. Emplasemen selatan memiliki lima jalur dengan jalur 4 merupakan sepur lurus dari dan ke arah Yogyakarta serta jalur 5 merupakan sepur lurus dari dan ke arah Surabaya, sementara emplasemen utara memiliki tujuh jalur dengan jalur 7 merupakan sepur lurus dari dan ke arah Semarang. Setelah jalur ganda lintas Solo Balapan—Delanggu dioperasikan pada 8 Januari 2007, jalur 4 dijadikan sebagai sepur lurus jalur ganda dari arah Yogyakarta, sedangkan jalur 5 dijadikan sebagai sepur lurus jalur ganda ke arah Yogyakartag sekaligus sepur raya jalur tunggal dari dan ke arah Surabaya. Kemudian, setelah jalur ganda menuju Solo Jebres dioperasikan per 7 Oktober 2020, jalur 4 dijadikan sebagai sepur lurus arah Surabaya, sedangkan jalur 5 dijadikan sebagai sepur lurus arah Yogyakarta.

Emplasemen selatan umumnya dipakai untuk pelayanan Kereta api penumpang antarkota dan aglomerasi, sedangkan emplasemen utara untuk pelayanan kereta api komuter dan bandara. Ke arah timur, terdapat dua jurusan jalur rel: ke utara menuju Semarang dan rel ke timur menuju Surabaya/Malang. Emplasemen utara memiliki fasilitas bongkar muat angkutan semen.

Di sisi timur stasiun terdapat segitiga pembalik yang memungkinkan rangkaian kereta api berbalik arah seluruhnya dengan menggunakan prinsip langsir. Sisi-sisi segitiga pembalik ini juga memungkinkan kereta api dari timur (dari Stasiun Solo Jebres) untuk langsung ke utara (Semarang) tanpa memasuki Stasiun solo balapan maupun sebaliknya. Di dekat segitiga pembalik ini dahulu terdapat jalur cabang menuju depot minyak Pertamina Gilingan yang juga merupakan bagian dari sisi segitiga pembalik ini. Jalur cabang tersebut kini sudah dibongkar total karena terkena dampak pembangunan jalur ganda menuju Stasiun Solo Jebres. Di sisi barat stasiun terdapat depo lokomotif dan kereta.

Depot minyak yang terletak di sisi timur laut stasiun ini dinonaktifkan pada 2008 karena beroperasinya depot baru di Boyolali. Pertamina saat itu telah merencanakan pemasangan pipa BBM untuk menggantikan peran kereta api ketel. Lokasi depot tersebut dikepung permukiman padat penduduk sehingga demi keselamatan warga serta pekerja, maka Depot minyak tersebut harus ditutup. Di atas bekas depot ini sekarang berdiri Masjid Sheikh Zayed.[14]

Jembatan udara yang menghubungkan Stasiun Solo Balapan dengan Terminal Tirtonadi

Saat ini, ia juga dilengkapi jembatan penyeberangan penumpang di sebelah timur stasiun yang terhubung langsung di jalan sekitar Terminal Bus Tirtonadi—berfungsi sebagai penghubung antarmoda sehingga penumpang kereta api dapat melanjutkan perjalanan dengan bus ataupun sebaliknya.[15]

Setelah jalur kereta api baru menuju Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo selesai dibangun,[16] stasiun ini mengalami perombakan di peron utaranya. Oleh karena itu, jalur 9 yang lama sudah dibongkar dan dibangun bangunan baru di atasnya yang difungsikan sebagai ruang tunggu sekaligus peron. Bangunan baru untuk layanan KA Bandara memiliki luas 200 m² dengan dua lantai; dapat menampung 200 penumpang, serta disinambungkan dengan jembatan penyebarangan yang telah ada sebelumnya. Pada 29 Desember 2019, ruang tunggu KA Bandara resmi beroperasi secara penuh setelah jalur menuju bandara tersebut selesai.[17]

Setelah rampungnya elektrifikasi KRL Yogyakarta–Solo, di dekat sisi barat emplasemen stasiun ini terdapat depo stabling KRL. Jalur 3 yang lama sudah dibongkar untuk perluasan peron pulau sehingga kini jumlah jalur di stasiun ini tinggal sepuluh jalur dan terdapat empat jalur tambahan untuk stabling KRL. Upaya elektrifikasi tersebut kini sudah dilanjutkan kembali ke arah timur hingga mencapai Stasiun Palur.[18]

Terkait dengan proyek jalur ganda Semarang–Surakarta segmen Solo Balapan–Kalioso yang dimulai sejak tahun 2022, tata letak jalur di sebelah timur stasiun ini sedang dirombak besar-besaran, terutama di sekitar area segitiga pembalik.

Pada 28 September 2022, PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah melakukan uji coba sistem pengenalan wajah pada proses keberangkatan Kereta api antarkota di Stasiun Bandung dan per 10 Juli 2023, Stasiun Solo Balapan sudah menerapkan sistem tersebut bersama sembilan belas stasiun KA utama lainnya seperti Stasiun Jember, Malang, Yogyakarta, Lempuyangan, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Madiun, Semarang Tawang, Semarang Poncol, Kutoarjo, Pekalongan, Tegal, Purwokerto, Cirebon, Kiaracondong, stasiun wilayah Jabodetabek (Bekasi dan Jakarta GambirPasar Senen) di Pulau Jawa, dan Medan di Pulau Sumatra.[19]

Y11AS03

Lantai 2 Loket kereta komuter beserta bandara dan akses perpindahan moda (Terminal Tirtonadi) via jembatan layang
Sisi utara Jalur 10 Parkir kereta
Jalur 9 Langsiran
Jalur 8      KA BIAS, tujuan Bandara Internasional Adi Soemarmo dan Madiun/Caruban (Kadipiro) | (Solo Jebres)
Bangunan keberangkatan kereta api bandara
Jalur 7 Sepur lurus ke arah Yogyakarta sekaligus sepur raya dari dan ke arah Semarang Tawang
     KA BIAS, tujuan Bandara Internasional Adi Soemarmo dan Madiun/Caruban (Kadipiro) | (Solo Jebres)
Peron pulau
Jalur 6 Sepur lurus dari arah Yogyakarta
Kereta Api Indonesia Kedatangan dan pemberhentian KA antarkota serta aglomerasi
Peron pulau
Jalur 5 Kereta Api Indonesia Keberangkatan KA antarkota dan aglomerasi
(Purwosari)      Commuter Line Yogyakarta, tujuan Yogyakarta dan Palur (Solo Jebres)
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan
Bangunan tengah (NIS) (khusus keberangkatan kereta api komuter)
Sisi selatan Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kiri kedatangan KA dari arah barat dan pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan KA dari arah timur
Jalur 4 Sepur lurus dari arah Surabaya Kota sekaligus sepur raya ke arah Yogyakarta
Kereta Api Indonesia Pemberhentian KA antarkota ke arah barat
(Purwosari)      Commuter Line Yogyakarta, tujuan Yogyakarta dan Palur (Solo Jebres)
Peron pulau (jarang digunakan)
Jalur 3 Sepur lurus ke arah Surabaya Kota sekaligus sepur raya dari arah Yogyakarta
Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota
Peron pulau
Jalur 2 Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota
Peron pulau (jarang digunakan)
Jalur 1 Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan KA dari arah barat dan sebelah kiri kedatangan KA dari arah timur
Lantai 1 Bangunan utama stasiun (khusus keberangkatan kereta api antarkota dan aglomerasi serta kedatangan penumpang)

Pada budaya populer

sunting

Stasiun Solo Balapan menjadi inspirasi bagi salah satu lagu congdut yang sangat populer pada tahun 1990-an dari Didi Kempot, "Stasiun Balapan". Atas hasil karya tersebut, Kereta Api Indonesia menetapkan Didi Kempot sebagai Duta Kereta Api Indonesia setelah grup musik pop Melayu, ST 12.[20]

Ciri khas

sunting

Stasiun ini memperdengarkan melodi penyambutan kereta api dengan lagu berjudul "Bengawan Solo" karya Gesang dalam format keroncong instrumental lagu ini buah hasil aransemen lagu ulang oleh YouTuber Keroncong yaitu Ardhieswala Music serta juga setiap kali terjadi kedatangan kereta api penumpang di stasiun ujung Kota Surakarta.[21]

Selain itu, di setiap kereta api penumpang ketika akan tiba di stasiun ini memperdengarkan di dalam kereta dengan berjudul "Go Go Kota Solo" oleh Endrow Wibowo kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, baik di dalam Commuter Line, KA aglomerasi, atau KA antarkota sebagai lagu promosi pariwisata Kota Surakarta.

Insiden

sunting

Pada 11 Januari 2019, dinding kaca panel dan sebagian rangka baja jembatan penghubung Terminal Tirtonadi dan Stasiun Solo Balapan pecah akibat diterpa hujan deras dan angin kencang yang melanda Kota Surakarta.[22] Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi jembatan tersebut sempat tidak dapat digunakan untuk berpindah moda para penumpang hingga keesokan harinya.[23]

Layanan kereta api

sunting

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 1 Mei 2026.[24]

Penumpang

sunting

Antarkota

sunting
Lintas selatan Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Eksekutif
Argo Lawu Luxury Solo Balapan Gambir Via PurwokertoCirebon
Eksekutif
Argo Dwipangga Luxury
Eksekutif
Manahan Eksekutif
Argo Wilis Panoramic Bandung Surabaya Gubeng Via TasikmalayaYogyakarta
Eksekutif
Turangga Panoramic
Eksekutif
Argo Semeru Compartment Suite Gambir Via CirebonPurwokerto
Eksekutif
Bima Compartment Suite
Eksekutif
Gajayana Luxury Malang
Eksekutif
Gajayana Tambahan Priority
Eksekutif
Campuran
Lodaya (reguler & tambahan) Eksekutif Solo Balapan Bandung Via KroyaTasikmalaya
Ekonomi/Ekonomi Premium
Fajar dan Senja Utama Solo Eksekutif Pasar Senen Via PurwokertoCirebon

Perjalanan ke Jakarta pada malam hari, sedangkan sebaliknya pada pagi hari.

Ekonomi
Mataram Eksekutif Via PurwokertoCirebon

Perjalanan ke Jakarta pada pagi hari, sedangkan sebaliknya pada malam hari.

Ekonomi
Batavia Eksekutif Gambir Via PurwokertoCirebon

Beroperasi pada akhir pekan dan hari libur nasional

Ekonomi
Sancaka Eksekutif Yogyakarta Surabaya Gubeng Jadwal malam hanya beroperasi pada hari Jumat–Minggu dan hari libur nasional
Ekonomi Premium
Wijayakusuma Eksekutif Cilacap Via YogyakartaMadiun

Perjalanan kereta api ini dilanjutkan sampai dengan Stasiun Ketapang.

Ekonomi Premium
Malioboro Ekspres Eksekutif Purwokerto Malang Via YogyakartaBlitar
Ekonomi
Kertanegara Eksekutif
Ekonomi
Ranggajati Eksekutif Cirebon Surabaya Gubeng Via PurwokertoYogyakarta

Perjalanan kereta api ini dilanjutkan sampai dengan Stasiun Jember.

Ekonomi
Madiun Jaya Eksekutif Pasar Senen Madiun Via CirebonPurwokerto
Ekonomi Premium
Sangkuriang Compartment Suite Bandung Surabaya Gubeng Via TasikmalayaYogyakarta

Perjalanan kereta api ini dilanjutkan sampai dengan Stasiun Ketapang.

Eksekutif
Ekonomi Premium
Mutiara Selatan Eksekutif Via TasikmalayaYogyakarta
Ekonomi Premium
Bangunkarta Eksekutif Pasar Senen Jombang Via CirebonPurwokerto

Rangkaian ini bertukar dengan kereta api Singasari.

Ekonomi
Malabar Eksekutif Bandung Malang Via TasikmalayaYogyakarta
Ekonomi Premium
Ekonomi
Jaka Tingkir Ekonomi Solo Balapan Pasar Senen Via PurwokertoCirebon Prujakan
Jayakarta Ekonomi Premium Pasar Senen Surabaya Gubeng Via CirebonLempuyangan
Lintas utara Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Campuran
Sancaka Utara Eksekutif Yogyakarta Surabaya Pasarturi Via Solo BalapanGambringan

Perjalanan kereta api ini dilanjutkan sampai dengan Stasiun Cilacap.

Ekonomi

Aglomerasi

sunting
Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Banyubiru Ekspres Eksekutif-Ekonomi Solo Balapan Semarang Tawang Perjalanan ke Semarang pada jadwal sore, sedangkan sebaliknya pada jadwal malam.
Banyubiru Ekonomi Perjalanan ke Semarang pada jadwal siang, sedangkan sebaliknya pada jadwal pagi.
JS Joglosemarkerto Eksekutif-Ekonomi Semarang Tawang Solo Balapan Perjalanan berlawanan arah jarum jam mulai pagi hari via Semarang TawangTegalPurwokertoYogyakartaSolo Balapan hingga berakhir di Semarang Tawang pada petang hari.
Solo Balapan Perjalanan searah jarum jam mulai pagi hari via YogyakartaPurwokertoTegalSemarang Tawang hingga berakhir di Solo Balapan pada petang hari.
Purwokerto Perjalanan searah jarum jam mulai petang hari via Tegal dan Semarang Tawang hingga berakhir di Solo Balapan pada malam hari.

Kereta bandara

sunting
Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
AS Lin BIAS Madiun Bandara Adi Soemarmo Tiga keberangkatan pulang pergi
Caruban Dua keberangkatan pulang pergi

Komuter

sunting
Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
Y Commuter Line Yogyakarta Yogyakarta Palur

Barang

sunting
Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
Lintas selatan Jawa
Angkutan semen Solusi Bangun Indonesia Solo Balapan Karangtalun

Antarmoda pendukung

sunting
Jenis angkutan umum Koridor/trayek Tujuan Keterangan
Batik Solo Trans[25] Kerten–Palur
Tirtonadi–Solo Baru
Ngipang–Pasar Klewer Halte Triharsi
Kartasura–Tirtonadi–Palur Terminal Tirtonadi via akses jembatan penghubung
Trans Jateng Terminal Tirtonadi-Terminal Sumberlawang
Terminal Tirtonadi–Terminal Wonogiri Kota Tipe C

Galeri

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ^ a b Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46).
  4. ^ Alfan, Dony (17 Agustus 2012). "Stasiun Balapan, Tempat Pacuan Kuda Pada Masa Mangkunegara VII". Tentang Solo. Diakses tanggal 31 Juli 2017.
  5. ^ BOW (1898). Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen met machinale beweegkracht in Nederlandsch-Indië. Batavia: Landsdrukkerij. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ de Vereniging voor de Statistiek in Nederland (1872). Staatkundig en staathuishoudkundig jaarboekje voor 1872. Amsterdam: E.S. Witkamp. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ^ Schetskaart van de spoorweg Samarang-Vorstenlanden door de Raad van Beheer der Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij aan de Heeren leden van de Staten-Generaal aangeboden. 1869.
  8. ^ Banck, J.E. (1869). Geschiedenis van het Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij. M.J. Fisser.
  9. ^ Perquin, B.L.M.C. (1921). Nederlandsch Indische staatsspooren tramwegen. Bureau Industria.
  10. ^ "Jejak Karsten di Stasiun Solo..." Kompas.com. 2010-09-01. Diakses tanggal 2019-01-19.
  11. ^ "Binnenland: de stations te Solo". de Indische Courant. Diakses tanggal 31 Desember 1926.
  12. ^ Direktorat Jenderal Perkeretaapian (2020). "Progress Pembangunan Double Track Lintas Selatan" (PDF). Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kemenhub RI. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-06-13. Diakses tanggal 2020-06-13.
  13. ^ "Investasi Elektrifikasi KRL Yogyakarta-Solo Capai Rp 1,2 T". Republika Online. 2021-01-20. Diakses tanggal 2021-04-24. ...dan penggantian persinyalan elektrik di Stasiun Solo Balapan...
  14. ^ "Kisah Depo BBM Nempel Permukiman Solo, Kini Jadi Masjid Sheikh Zayed". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2023-04-17.
  15. ^ Media, Jafar Sodiq Assegaf - Solopos Digital. "Begini Penampakan Sky Bridge yang Menghubungkan Tirtonadi & Balapan". SOLOPOS.com. Diakses tanggal 2017-12-24.
  16. ^ "Stasiun Baru Segera Dibangun untuk Kereta Bandara Solo | Republika Online". Republika Online. 2017-09-05. Diakses tanggal 2017-12-24.
  17. ^ News, Tagar (2017-12-23). "Tiket KA Bandara Solo Gratis Dua Bulan". TAGAR. Diakses tanggal 2019-12-29.
  18. ^ Fatimah, Siti (2021-02-19). "KRL Perpanjang Jaringan Sampai Stasiun Palur". RRI. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-07-09. Diakses tanggal 2021-07-02.
  19. ^ Sri Rahayu, Isna (9 Juni 2023). "Boarding Kereta Api Hanya dengan "Face Recognition", Registrasinya Kurang dari 1 Menit". Kompas.com. Jakarta: KG Media. Diakses tanggal 10 Juli 2023.
  20. ^ "KAI Tunjuk Didi Kempot Jadi Duta Kereta Api". Sindonews.com. SindoNews. 10 Maret 2017.
  21. ^ Dewanto, H. (2010-09-09). Margianto, Heru (ed.). "Kisah "Empat Penari" di Tawang". Kompas.com. Diakses tanggal 2021-10-13. Stasiun Balapan Solo, misalnya, memainkan "Bengawan Solo" (...) kata Nugroho (Wahyu Utomo).
  22. ^ "Kaca Skybridge Solo Balapan Pecah". Merdeka.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-01-29. Diakses tanggal 2019-01-29.
  23. ^ Isnanto, Bayu Ardi. "Diterpa Hujan Berangin, Kaca Skybridge Stasiun Balapan Solo Pecah". detikcom. Diakses tanggal 2019-01-29.
  24. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  25. ^ Mukti, Akbar Hari (2017-06-28). "Liburan di Solo Naik Bus Batik Solo Trans (BST) Saja. Ini Rute Lengkapnya". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-01-29.

Pranala luar

sunting
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Purwosari
menuju Yogyakarta
Semarang–Vorstenlanden
Yogyakarta–Solo Balapan
Terminus
Kadipiro Semarang–Vorstenlanden
Terminus Solo Balapan–Wonokromo Solo Jebres
menuju Wonokromo

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kereta rel listrik JR East seri 205

dari Stasiun Depok ke Daop 6 Yogyakarta yakni eks KeYo M22 (SLO 32) dan eks KeYo M23 (SLO 9). Kedua rangkaian KRL seri 205 ini rencananya dioperasikan

Eropa

Norwegia Svalbard (Nor) Polandia Portugal Rumania Rusia Serbia Slowakia Slo. Spanyol Swedia Switz- erland Turki Ukraina Britania Raya Far. (Dk) Vat.

Daftar negara di Eropa

Norwegia Svalbard (Nor) Polandia Portugal Rumania Rusia Serbia Slowakia Slo. Spanyol Swedia Switz- erland Turki Ukraina Britania Raya Far. (Dk) Vat.

Kereta api Gajayana

2009 dan 2016/2017) dimutasi ke depo kereta lain, seperti Solo Balapan (SLO) dan Purwokerto (PWT) , dan Jakarta Kota (JAKK), kecuali kereta pembangkit

Kereta api Argo Sindoro

milik Kereta api Bima dan Kereta api Argo Dwipangga milik depo JAKK dan depo SLO. Dengan jadwal Kereta api Argo Sindoro dan Kereta api Argo Sindoro Tambahan

Kereta api Mataram

perubahan tersebut, rangkaian kereta dimutasi dari Depo Kereta Solo Balapan (SLO) ke Depo Kereta Jakarta Kota (JAKK) untuk rangkaian ke-21, sebagai bagian

Kereta api Argo Muria

milik Kereta api Bima dan Kereta api Argo Dwipangga milik depo JAKK dan depo SLO. Dengan jadwal Kereta api Argo Muria dan Kereta api Argo Muria Tambahan berangkat

Commuter Line Yogyakarta

Stasiun Kalioso. Rangkaian KRL seri 205 dengan nomor lama KeYo M22 (SLO 32) dan KeYo M23 (SLO 9) dengan stamformasi 8 kereta ini pun akhirnya menjalani dinas